Sunday, July 22, 2012

Tips Tetap Segar Puasa

Tips Tetap Segar Puasa

Lemas ketika berpuasa sudah menjadi hal yang lazim. Hal ini disebabkan pasokan energi tubuh berkurang selama berpuasa. Namun, hal ini sebenarnya bisa disiasati. Dr. Radillah dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Depok memberikan beberapa tips agar tubuh tidak terlalu lemas ketika berpuasa.

1. Jangan makan gorengan ketika sahur

Makan gorengan ketika sahur sangat tidak dianjurkan. Tepung yang ada pada gorengan akan membuat tubuh cepat merasakan haus. “Makan nasi goreng juga tidak boleh, nanti jadi haus,”ujar Dr. Radillah. Selain itu ia menganjurkan sebaiknya saat sahur makan-makanan yang diolah dengan cara merebusnya.

2. Makanlah makanan yang bergizi dengan kadar seimbang

Karbohidrat adalah zat yang penting untuk bagi tubuh. Jika anda sedang mengurangi karbohidrat, maka gantilah zat tersebut dengan lemak atau protein. Namun, tetap harus diingat kandungan gizi harus seimbang.

3. Minum air putih empat gelas

Minum air putih empat gelas mencegah tubuh mengalami dehidrasi. Selama berpuasa. Minum air putih empat gelas ini tidak dianjurkan untuk diminum dalam sekali waktu. Namun, minumlah secara berselang-seling, misalnya saat bangun tidur, sebelum makan , ketika makan, dan seusai makan sahur.

4. Agar kenyang lebih lama, makanlah nasi

Nasi tentu tidak asing dengan lidah orang Indonesia. Selain menyehatkan, nasi juga bisa mengasup energi tubuh. Untuk nasi putih, saat berpuasa tubuh bisa tahan hingga delapan jam. Jika ingin kenyang lebih lama lagi bisa mengganti nasi putih dengan nasi merah. Nasi merah bisa membuat tubuh kenyang hingga sepuluh jam ke depan karena penyerapan energinya lebih lambat dibandingkan nasi putih.

5. Makanlah ketika akan mendekati imsak

Beberapa orang memiliki kebiasaan makan sahur jauh sebelum waktu imsak, seperti makan di pada pukul satu atau dua dini hari. Hal ini sebenarnya tidak dianjurkan karena energi tubuh akan habis sementara waktu berbuka masih lama. Oleh karena itu sebaiknya makanlah ketika sudah mendekati imsak. Selain mengikuti sunah nabi, cara makan seperti ini juga akan membuat tubuh tidak cepat kehabisan energi saat berpuasa.

6. Jangan tidur setelah makan sahur

Usahakan setelah makan sahur untuk tidak tidur. Menurut Dr. Radillah, orang yang tidur setelah makan sahur cenderung akan lemas setelah bangun dibandingkan meraka yang tidak tidur. Hal ini dikarenakan asupan energi yang diperoleh dari makanan tidak dibakar oleh tubuh melainkan disimpan begitu saja. Apalagi lemak yang memerlukan proses pemecahan yang lama agar bisa menjadi energi. Oleh, karena itu orang yang tidur setelah sahur akan cenderung mengalami kenaikan berat badan yang diakibatkan tidak adanya pembakaran kalori.

7. Lakukan pekerjaan berat di pagi hari dan pekerjaan yang ringan di siang hari

Pagi hari adalah saat tubuh dalam kondisi paling prima. Oleh karena itu, Dr. Radillah menganjurkan agar pekerjaan yang berat-berat agar dilakukan di pagi hari ketika energi masih dalam keadaan penuh. Pada siang hari hingga waktu berbuka, bisa melakukan pekerjaan yang ringan-ringan saja agar tidak tubuh tidak terlalu capek.

Sumber: http://www.wartakotalive.com

Friday, July 20, 2012

Rahasia Puasa

RAHASIA PUASA

Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, amat banyak keuntungan yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat
kelak.

Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan.
Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.

1. Menguatkan Jiwa

Dalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang
didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti
apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu
merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta
merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada
perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha
untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang
membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu
yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini
manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi
karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu
itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt
sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung
mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan
kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang
artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan
hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya
sesat berdasarkan ilmu-Nya. (QS 45:23)

Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil
mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi
kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh
derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci
dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka
pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan
oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Ada
tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka:
orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan
do’a orang yang dizalimi. (HR. Tirmidzi)

2. Mendidik Kemauan

Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang
sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk
melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala.
Puasa yang baik akan membuat seseorang terus
mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang
untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah Saw
menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran.

Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani
seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima
akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah
mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat
besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang
muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang
dialami sangat sulit.

3. Menyehatkan Badan

Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik
dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa
kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh
Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para
dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita
tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa
pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan
dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga
mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi
perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga
untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk
udara.

4. Mengenal Nilai Kenikmatan

Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan
yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula
manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak
terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak
terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah
seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan
merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat
menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh
sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa
yang kita peroleh.

Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh
memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah
diperolehnya, tapi juga disuruh merasaakan langsung betapa
besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita.
Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan
minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan
pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat
dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk
air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik
kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah
berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai
bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah
meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa
syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak,
baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya,
Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala
Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasati Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih. (QS 14:7)

5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain

Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada
kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang
lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan
akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara
penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari
sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan
rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang
mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum
teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di
Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di
Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia
lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina dan
sebagainya.

Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu,
sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk
menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap
kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang
menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan
orang yang miskin dan menderita, tapi juga bagi kita yang
mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran
jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta,
kikir dan sebagainya.

Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian
harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan
mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka.
Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman
jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui. (QS 9:103)

Sambut dengan Gembira

Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting
bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus
menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa
gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita
bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan
meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.

Kegembiraan kita terhadap datangnya bulan Ramadhan harus
kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin
memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai momentum untuk
mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat
kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Allah Swt,
sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih
keberkahan dari Allah Swt bagi bangsa kita yang hingga
kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita
tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang
mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan
memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan
cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu
pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita
dari rahmat dan keberkahan dari Allah Swt. [Ayani] 

Wednesday, July 18, 2012

Berusaha Memahami & Mengerti Orang Lain

Berusaha Memahami & Mengerti Orang Lain

Dear M,

Keluarga rukun adalah awal ketenangan. Kerja tekun adalah pangkal kemenangan.

Nah, penataan dan pembinaannya harus dimulai dari diri sendiri, baru kita bisa membina yang
lain untuk rukun dan penuh santun. Jika semua itu kita lakukan, insyaallah semua kegiatan bisa
sukses, lancar, dan anggun. Ada pepatah mengatakan:

"Kebenaran dasar tentang kehidupan adalah bahwa setiap orang selalu mendekat pada 
mereka yang meningkatkan mereka, dan menjauh darisiapapun yang merendahkan mereka"
- John C. Maxwell

M, temanku yang luar biasa...
Pribadi yang baik adalah pribadi yang mampu mengerti dan memahami dirinya sendiri. Pribadi yang
baik adalah mereka yang mengetahui apa yang diinginkan, dan tau apa yang menjadi visi dan misi dalam hidupnya. Nah, dalam hubungan sosial, marilah kita untuk tidak selalu menunggu dipedulikan orang lain,
baru kita peduli. Dengarkanlah terlebih dahulu orang lain, pahami kondisi dan posisi mereka. Pahami apa yang menjadi keinginan mereka, maka dengan sendirinya kita akan dipedulikan. Pribadi yang dicari adalah pribadi yang mampu memahami dan mengerti orang lain terlebih dahulu, bukan pribadi yang mengedepankan egoisme, memaksakan kehendak, atau merasa paling benar.
Marilah kita untuk TIDAK menunggu contoh, baru bergerak mengikuti, tapi mari kita bergerak terlebih dahulu, dan jadilah contoh yang baik untuk orang-orang di sekelilingmu.

~ Anne Ahira

Sunday, July 15, 2012

Bicarakan Ide - Bukan Gosip

                                           Bicarakan Ide - Bukan Gosip

"Siapapun yang bergosip padamu, akan
bergosip tentang dirimu"- Pepatah Spanyol
Dear M,
Anda pasti pernah mendengar pepatah ini;  bahwa orang-orang besar senang
berbicara tentang ide-ide, sementara orang biasa-biasa suka berbicara tentang diri
mereka sendiri dan orang-orang kecil suka berbicara tentang orang lain.
Itulah gosip. Gosip membuat orang menjadi kecil. Tidak ada sesuatu yang
bisa ditawarkan  dalam gosip.

Gosip hanya mengurangi kredibilitas orang membicarakan dan yang dibicarakan
serta bisa menghancurkan orang yang mendengarkan.
Berhenti menyebarkan gosip dan menjadi penerima gosip. Jika Anda
menghentikan gosip yang diteruskan hanya sampai pada Anda, Anda akan
memperbaiki kehidupan orang lain dan diri Anda lebih baik lagi.
Lagipula, orang yang menceritakan gosip pada kita, biasanya akan
menggosipkan kita juga.
Orang yang memiliki integritas tidak suka mengumbar omongan tentang orang
lain di belakangnya
Jika memiliki masalah dengan seseorang, ia lebih baik mendatangi orang tersebut dan
membicarakan masalahnya, tidak pernah melalui orang ketiga.
Mereka juga akan memuji orang secara terbuka dan mengkritik orang secara pribadi.

Jika Anda adalah orang besar, berhentilah membicarakan orang lain
dan mari membicarakan ide-ide besar yang bisa mengubah dunia! :-)

Anne Ahira

Wednesday, July 11, 2012

Sosok Tegar Dan Berani

Sosok Tegar Dan Berani

Dear M, insan manusia yang luar biasa...

Keadaan terpuruk bukanlah buruk, bila dihadapi dengan tenang, dan bijak
serta berjuang terus pantang mundur, dan diiringi doa yang tulus!
Setiap tantangan dan rintangan adalah cambuk untuk memotivasi kita mencapai
kemajuan dan kemenangan.

Pepatah mengatakan:

 "Kehidupan bukanlah jalan yang lurus dan mudah dilalui di mana kita bisa
bepergian bebas tanpa halangan. Kehidupan seringkali berupa jalan-jalan sempit 
yang menyesatkan, di mana kita harus mencari jalan, tersesat dan bingung! Sering rasanya
sampai pada jalan tak berujung. Namun, jika kita punya keyakinan Kepada Sang Maha Pemilik Kehidupan, pintu pasti akan dibukakan untuk kita. Mungkin bukan pintu yang selalu
kita inginkan, namun pintu yang akhirnya akan terbukti, terbaik untuk
kita!" - A.J. Cronin
Dear M,

Saat kita menjelang dewasa, hidup memang tidak selalu indah.
Lihatlah, langit pun tak selalu cerah, suram malam kadang tak berbintang.
Itulah lukisan alam. Itulah aturan Tuhan.

Hidup adalah belajar.
Belajar untuk menyelesaikan setiap teka-teki yang sudah disiapkan oleh-Nya untuk kita.
Yang terpenting adalah, dalam kondisi apapun, lakukanlah selalu yang terbaik yang kita bisa.
Seberat apapun masalahmu kawan, sekelam apapun beban dalam hidupmu, janganlah engkau berlari, apalagi sembunyi!
Temuilah Dia dengan lapang dada dan bersihnya hati. Yakinlah, dengan KESABARAN, kita akan bisa bertahandari segala badai cobaan. Saat engkau mendapati masalah, yakinlah, sebenarnya engkau tengahdipersiapkan-NYA tuk menjadi sosok
yang tegar & berani.
/////////////////////////////////////////

M,

Sumber:  www.AnneAhiraNewsletter.com

Tuesday, July 10, 2012

Do'a seorang anak untuk Ibu Bapaknya

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim 
Mulanya sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid menunaikan shalat berjamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak seakan ia tidak rela bila buah hatinya yang masih kanak-kanak melaksanakan semua shalat lima waktu. Baginya, sang anak masih terlalu hijau untuk melaksanakan shalat. 
Seolah shalat telah merampas buah hatinya, dan tidak memberinya manfaat. Shalat telah membuat anaknya
penat, dan sungguh tidak menyenangkan. Shalat hanya menyia-nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin. 
Namun sungguh menakjubkan, diusianya yang tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dengan polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dengan halus keinginan ibunya agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat, "Ibu, dengan shalat aku merasa bahagia sekali. Dengan shalat, aku merasa lebih giat, waktuku teratur dengan baik, tugas sekolah mampu aku kerjakan semuanya, pelajaran sekolah dapat aku ulangi, dan aku masih punya waktu untuk bermain." 
Saat sang ibu merasa tidak mampu lagi untuk membujuk buah hatinya untuk meninggalkan ketekunannya melaksanakan shalat berjamaah yang dianggapnya semua itu terlalu dini bagi anaknya, ia pun mengadukan persoalan buah hatinya itu kepada sang suami.

Sang ibu benar-benar merasa bahwa shalat telah menguasai pikiran anaknya. Sang suami berusaha menghibur istrinya yang cemas dengan mengatakan, "Biarkan saja, itu kan hanya perilaku kanak- kanak . Kalau ia sudah bosan dan putus asa, ia akan kembali pada perilakunya semula."

Hari pun terus bergulir, ucapan sang suami yang menjadi harap sang ibu belum juga muncul tanda-tanda akan terwujud, sementara sang buah hati, bertambah cintanya pada shalat. Semakin kuat keteguhannya melakukan shalat dan tidak pernah lagi terbendung tekad bulatnya untuk selalu shalat berjamaah di masjid.
Hingga suatu pagi di hari Jum`at, sang ibu tampak sangat gelisah. Sudah setengah jam lebih dari shalat shubuh selesai ditunaikan, sang buah hati belum juga beranjak dari kamarnya. Sambil agak terburu-buru ia bergegas menuju kamar sang buah hati, takut dan cemas membayangi hatinya. Hampir saja sang ibu memasuki pintu kamar buah hatinya yang terbuka saat terdengar lamat-lamat kata bercampur isak tangis.
Sang buah hati terlarut dalam khusyuknya doa, "Ya Rabb, berilah petunjuk kepada ibuku, berilah petunjuk
kepada ayahku , sadarkanlah keduanya agar mau menunaikan shalat dan taat kepada-Mu sehingga keduanya tidak masuk neraka." Sang ibu tak kuasa membendung deraian air matanya saat mendengar doa sang buah hati.

Air matanya terus membasahi kedua pipi, membasuh hati dan melapangkan dadanya. Ia bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan mengajaknya mendengarkan doa buah hatinya. Keduanya mendapati buah hatinya meneruskan untaian doanya, "Ya Rabb, Engkau telah berjanji akan memperkenankan doa kami. Aku mohon kepada-Mu wahai Rabb, perkenankan doaku, dan berilah hidayah
kepada ayah dan ibuku. Aku cinta pada mereka, dan mereka pun cinta kepadaku. 
Ya Allah , sayangilah mereka sebagaimana aku sangat menyayangi ayah dan bundaku." Sang ibu tak kuasa lagi menahan diri. Ia memeluk buah hatinya. Ia dekap buah hatinya erat-erat dalam dadanya. Sang ayah pun tak kuasa menahan haru. Ia dekap anak dan istrinya seraya berucap kepada buah hatinya, "Anakku sayang, Allah telah memperkenankan doamu.
" Sejak itu, keduanya senantiasa melaksanakan shalat lima waktu dan teguh menunaikan perintah-perintah Allah. Keduanya mendapat hidayah melalui perantara buah hatinya. Subhanallah,,, Maha Suci Allah ..Begitu kasih sayang Nya menaungi seluruh hambaNya ..

hidayah dan karunia Rabb datang melalui untaian doa sayang putranya yang sholeh ..
"Ya Allah, ampunilah dosa kami & dosa kedua orang tua kami. masih terbayang air mata ibu yang mengalir & rintihannya disetiap malam ketika berdoa memohon kepadaMu untuk kebahagiaan kami, anaknya. Sayangilah Ibu & ayah kami sebagaimana beliau meyayangi kami sewaktu kecil. 
Ya Allah, Muliakanlah mereka, tiada pernah kami sanggup menggantikan setiap tetes air mata ibu & keringat ayah." aamin..
dikutip dari http://nandoz.heck.in

6 Tips Menambah Daya Ingat

6 Tips Menambah Daya Ingat

Lupa dan ingat adalah dua hal yang paling sering dialami manusia sepanjang hidupnya. Dengan mengingat segala hal penting pastinya bisa membuat urusan kita lebih mudah, sebaliknya kalau sedikit-sedikit lupa dan lupa lagi, awas jadi orang yang cepat pikun.

            Ada 6 cara yang bisa membantu kita menambah kemampuan mengingat. Semoga terapi berikut bisa membantu.

1. Bangun pagi dan cium rosemary.
Dalam sebuah penelitian tahun 2003, para psikolog meminta 144 relawan untuk melakukan serangkaian uji coba tentang ingatan jangka-panjang, cara kerja ingatan, dan uji reaksi dan perhatian. Beberapa orang melakukan tes itu di ruangan yang bebas bau, beberapa di ruangan dengan bebauan dari minyak esensi rosemary, dan sisanya bekerja dengan bebauan minya lavender.

Hasilnya, mereka yang bekerja di ruangan dengan memiliki hasil yang bagus dalam ingatan jangka panjang dan kerja ingatan dibandingkan dengan yang bekerja di ruangan tanpa bebauan, sementara yang bekerja di ruangan beraroma lavender lebih jelek dalam hal kerja ingatan. Lebih jauh, mereka yang bekerja di ruangan beraroma rosemary merasa lebih terjaga dibandingkan dengan mereka yang bekerja di ruangan kontrol (tanpa bebauan). Nah, yang bekerja di ruangan beraroma lavender ternyata lebih merasa mengantuk.

Wah, rupanya lavender memang bagus untuk mengusir nyamuk. Tapi efek sampingnya bisa membuat kita lebih suka tidur.


2. Makanan untuk berpikir
 
Untuk menjaga ingatan tetap muda meski otak mulai menua, ilmuwan menyarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan seperti blueberry, apel, pisang, sayuran berwarna hijau tua, bawang, dan wortel.

Antioksidan merupakan molekul yang dengan mudah mengikat dan menetralkan elektron yang disebut dengan “radikal bebas” yang berkeliaran secara bebas di aliran darah. Radikal bebas ini bertambah seiring usia dan bisa membunuh otak.

Yang kedua, sebagian besar otak terbuat dari lemak sehat, termasuk yang paling penting adalah omega-3. Agar supaya otak bisa memperbaiki dirinya sendiri dan menjadi neuron-neuron tersambung dengan benar, kita harus memberikan makanan yang tepat buat otak. Nah, omega-3 ditemukan di banyak jenis ikan dan kacang-kacangan.


3. Kunyah permen karet
Penelitian pada tahun 2002 yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa mengunyah permen karet memberikan hasil yang lebih baik pada uji ingatan jangka-panjang dan jangka pendek dibandingkan dengan mereka yang tidak mengunyah apa-apa.
Para ilmuwan menduga, tindakan mengunyah permen karet akan menghasilkan air liur yang meningkatkan denyut jantung; atau ia mempengaruhi fungsi daerah otak yang diberi nama hippocampus yang menyebabkan tubuh melepaskan insulin sebagai persiapan untuk metabolisme makanan.


4. Permainan otak
Sebuah program yang disebut dengan Lumosity, dikembangkan dengan bantuan ilmuwan saraf dan psikolog kognisi dari Standford University dan University of California di San Francisco, secara khusus dirancang untuk orang tua yang ingin memperbaiki ingatan, konsentrasi, keterjagaan, dan bahkan mood mereka.

Tentu saja, selalu ada olahraga otak yang klasik dan murah meriah, seperti Sudoku dan teka-teki silang yang bisa ditemukan di mana saja. Latihan-latihan itu akan menggugah pengetahuan dan membantu saraf-saraf di otak saling bersambungan.

5. Tidur.
Dalam skala penelitian di lab menggunakan tikus, saat tikus tidur, dua area di otak – hippocampus dan medial prefrontal cortex, area yang berkaitan dengan pengambilan ingatan dari masa lalu (baik di manusia atau tikus) – berputar menayangkan kejadian-kejadian sepanjang hari itu. Proses ini dipercaya penting untuk merapikan file-file ingatan-ingatan baru yang terbentuk.


6. Berjalan kaki
Penelitian menunjukkan bahwa pusat ingatan di otak yang disebut hippocampus menyusut seiring usia. Namun penelitian pada tahun 2011 memberikan kabar bagus: orang dewasa yang beranjak tua yang rutin melakukan jalan kaki dapat mempertahankan volume hippocampus.

Penelitian yang dipimpin oleh Arthur Kramer dari University of Illinois-Urbana Champaign itu melibatkan 60 orang dewasa berusia 55 sampai 80 tahun. Mereka melakukan jalan kaki tiga kali seminggu masing-masing selama 40 menit.

Aktivitas yang cukup untuk meningkatkan denyut jantung mereka. Peserta lain sejumlah yang sama melakukan latihan pengencangan otot latihan beban, yoga, dan peregangan, dalam intensitas yang sama.

Setelah setahun pengencangan, anterior hippocampus peserta hilang sedikit di atas 1 persen dari volumenya, secara rata-rata. Sebaliknya, setahun latihan aerobik membuat peningkatan sekitar 2 persen pada volume anterior hippocampus, membalikkan penuaan alami hippocampus selama sekitar dua tahun.

Ilmuwan percaya bahwa hal itu disebabkan oleh imbas latihan yang menimbulkan stres ringan yang memicu produksi faktor pertumbuhan di otak. Kemungkinan juga karena aliran darah yang lebih besar ke otak sehingga semakin banyak nutrisi dan oksigen yang dihantarkannya.
Sumber: intisari online