Monday, February 22, 2010

Matematika, Musik, dan Kecerdasan


Berdasarkan pengamatan pada sejumlah anak, para peneliti dari Universitas California menyimpulkan bahwa belajar musik pada usia dini dapat meningkatkan kecerdasan (baca: kemampuan bernalar dan berpikir) dalam jangka panjang. Hasil penelitian ini begitu menarik perhatian sehingga buku The Mozart Effect karangan Don Campbell (1997), majalah Intisari (Februari 1997), harian London Sunday Times (Oktober 1997), dan terakhir majalah D & R (No. 12/XXIX/8, November 1997) merasa tergugah untuk menginformasikan kepada masyarakat.

Hasil penelitian tersebut memang pantas untuk disimak, walaupun seperti dikemukakan oleh musisi Suka Hardjana kepada majalah D & R bahwa hal itu sebenarnya sudah lama diketahui orang. Melalui tulisan ini, izikanlah saya untuk menyampaikan pandangan saya mengenai hasil penelitian tersebut dan mengaitkannya dengan peranan matematika dalam meningkatkan kecerdasan seseorang.

Hal pertama yang menarik untuk dicatat adalah bahwa hasil penelitian tersebut diperoleh secara objektif oleh Gordon Shaw dkk yang notabene adalah fisikawan, bukan oleh para musisi. Bila seorang musisi yang menyatakan bahwa musik itu perlu dipelajari karena bisa meningkatkan kecerdasan, orang mungkin tidak akan percaya begitu saja, karena pernyataan tersebut dapat dinilai subjektif.

Demikian pula halnya bila seorang matematikawan mengatakan bahwa matematika itu penting dan karenanya perlu dipelajari, orang mungkin akan bereaksi, "O, ya?" dengan nada tidak percaya. Namun ketika seorang musisi seperti Suka Hardjana menyatakan bahwa seseorang yang bermain musik sesungguhnya sedang bermatematika dan seluruh susunan syaraf otaknya bekerja, Anda baru sadar bahwa matematika (setidaknya melalui musik) melatih otak kita bernalar dan berpikir, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kecerdasan.

Matematika dan musik memang sudah "bersaudara" sejak zaman Yunani Kuno. Pythagoras

Sebagaimana dikemukan oleh Aristoteles (384-322 SM), Pythagoras dan para muridnya mempercayai bahwa alam semesta ini dipenuhi oleh interval musik dan sehubungan dengan itu mereka juga mempercayai bahwa all is number. Bagi mereka, perbandingan dasar dalam musik yang terdiri atas bilangan 1, 2, 3, 4, yang berjumlah 10 (yang merupakan basis sistem bilangan yang kita pakai sekarang), adalah suci, dan musik serta teorinya merupakan salah satu dari empat kategori dalam sains: aritmatika, geometri, musik, dan astronomi. Pada masa Plato (guru Aristoteles), matematika dan musik tidak hanya menjadi kriteria bagi orang cerdas tetapi juga bagi orang terdidik.

Satu hal yang menarik dan penting untuk dicatat mengenai kehidupan Pythagoras dan para muridnya pada zaman itu ialah kehausan mereka untuk mempelajari matematika dan filsafat sebagai basis moral. Pythagoras sendiri diyakini telah mengawinkan kedua kata tersebut: filsafat (love of wisdom) dan matematika (that which is learned). Pythagoras jugalah orangnya yang telah mentransformasikan matematika menjadi suatu bentuk pendidikan yang liberal.

Pada abad pertengahan dan zaman Renaisance, matematika dan musik kembali mendapat tempat yang terhormat di sekolah-sekolah di Eropa. Pada masa itu, aritmatika, geometrika, musik, astronomi, tata bahasa, dialektika (logika), dan retorika merupakan the seven liberal arts. Namun semua itu kini tinggal sejarah, lain dulu lain sekarang.

Musik, walaupun demikian, masih dapat dikatakan bernasib baik bila dibandingkan dengan matematika. Setidaknya orang hampir tidak pernah bertanya, "Apa gunanya musik?" setelah ia mendengarkan Mozart, misalnya. Matematika, sementara itu, lebih sering dianggap sebagai momok, dan orang pun semakin sering bertanya, "Apa gunanya matematika?"

Di negara kita, situasinya lebih parah lagi; di samping apresiasi masyarakat terhadap matematika masih sangat rendah, pengajaran matematika di sekolah pun masih bermasalah. Padahal, pada zaman yang semakin bergantung kepada teknologi menyongsong era globalisasi, bagaimana kita dapat bersaing apabila kita tidak menguasai teknologi? Bagaimana kita dapat menciptakan teknologi sendiri apabila kita tidak cukup menguasai matematika dan sains, yang notabene merupakan cara bernalar dan berpikir serta bahasa untuk memahami alam semesta ini?

Kunci jawaban untuk semua pertanyaan ini jelas ada di sekolah. Suka Hardjana secara tegas mengatakan bahwa kurikulum pendidikan musik di negara kita harus diperbaiki, bahkan bila mungkin diubah total. Menurutnya, pendidikan musik itu bukan hanya belajar bernyanyi. Bila hanya dipakai sebagai hiburan, musik bukannya mempercerdas tetapi malah dapat memperbodoh kita.

Seiring dengan itu, kurikulum matematika SD, SLTP, dan SLTA, yang selama ini sering dikeluhkan oleh para orang tua murid dan juga guru di lapangan, tentunya perlu pula ditinjau kembali dan dibenahi. Matematika bukan sekedar berhitung secara mekanis dan prosedural (menggunakan otak kiri), tetapi juga bernalar dan berpikir secara kreatif dan inovatif dalam upaya memecahkan berbagai masalah dan membuat segala sesuatu lebih baik (menggunakan otak kanan).

Kurikulum yang terlalu berat ke fungsi otak kiri dan mematikan kreatifitas dan daya inovasi murid, dan karenanya sulit diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan mereka. Demi meningkatkan kemampuan berpikir siswa, keseimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan perlu mendapat perhatian yang serius dalam penyusunan kurikulum matematika (dan juga mata pelajaran lainnya) pada masa yang akan datang.
(580-500 SM) seorang filsuf dan matematikawan terkenal pada zaman Yunani Kuno bersama para muridnya menemukan bahwa harmoni dalam musik berkorespondensi dengan perbandingan dua buah bilangan bulat. Bila kita mempunyai dua utas kawat yang diregangkan dengan ketegangan yang sama, maka perbandingan panjang kedua utas kawat tadi mestilah 2: 1 untuk menghasilkan nada keenam (not yang sama pada oktaf berikutnya); 3: 2 untuk nada kelima, dan 4: 3 untuk nada keempat.

UN = PENGHAMBAT / PENGUKUR ?



Jakarta (ANTARA News) – Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, persiapan untuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2010 akan terus berlangsung sebab hingga kini Depdiknas belum menerima putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penolakan kasasi tentang UN.



“Ujian Nasional utama yang dilaksanakan bulan Maret 2010 akan jalan seperti biasa, sebab sampai sekarang kami belum menerima dan membaca putusan MA tersebut sehingga daripada hanya menunggu lebih baik mempersiapkan pelaksanaan UN,” katanya dalam jumpa pers pascapenolakan kasasi tentang Ujian Nasional oleh Mahkamah Agung di Jakarta, Kamis malam.

Ia mengatakan, UN 2010 akan tetap berjalan sebab pendidikan di Tanah Air membutuhkan sistem yang mapan, tidak selalu berubah-ubah dan ada kepastian.

Di sisi lain, Depdiknas akan menyiapkan diri bila isi putusan MA sama dengan hasil putusan Pengadilan Tinggi pada 3 Mei 2007.

“Apabila putusan MA terkait dengan putusan pengadilan tinggi, maka sesungguhnya pemerintah telah melaksanakan poin-poin yang menjadi tuntutan putusan tersebut, yakni enam poin,” katanya.

Namun demikian, dari enam poin putusan pengadilan tinggi tersebut tidak ada satu kata pun yang menyatakan larangan bagi pemerintah untuk melaksanakan UN.

Sebagai contoh pada poin 3 disebutkan “Memerintahkan kepada para Tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, akses informasi yang lengkap di seluruh daerah di Indonesia sebelum mengeluarkan kebijakan pelaksanaan Ujian Nasional lebih lanjut”.

Menurut Mendiknas, semua yang diperintahkan dalam putusan tersebut
sedang, telah, dan terus dilaksanakan karena merupakan bagian dari proses, seperti peningkatan kualifikasi guru sudah dilakukan sejak tahun 2006, perbaikan ruang kelas, pemnafaatan internet di sekolah-sekolah jumlahnya dari tahun ke tahun terus meningkat.

Ia lebih lanjut mengatakan, pemerintah sepenuhnya patuh terhadap keputusan lembaga negara dan siap menjalankannya, termasuk bila ada jalur hukum lain setelah kasasi ditolak, maka masih ada peluang untuk mengaukan peninjauan kembali (PK).

Mohammad Nuh yang didampingi para pejabat eselon satu dalam jumpa pers itu mengatakan, dalam pelaksanaan UN 2010 akan dilakukan perubahan, yakni ada UN ulangan bagi peserta didik yang tidak lulus pada ujian utama dan atau ujian susulan.

“Karena itu, pelaksanaan UN 2010 waktunya lebih awal, yakni bulan Maret 2010, kemudian ada ujian nasional susulan bagi peserta didik yang berhalangan karena berbagai alasan. Setelah itu pada bulan Mei 2010 dilaksanakan UN ulangan, sehingga peserta didik baik yang lulus pada UN utama atau UN ulangan tetap berkesempatan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri,” tambahnya.

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan pemerintah terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sehingga dengan putusan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa UN yang selama ini dilakukan pemerintah adalah cacat hukum, dan selanjutnya UN dilarang untuk diselenggarakan.

Pemohon dalam perkara tersebut yakni pihak negara RI cq Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Negara RI cq Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla –saat permohonan itu diajukan–, Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo –saat permohonan itu diajukan–.

Selain itu, Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional cq Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Soehendro melawan Kristiono dkk (selaku para termohon kasasi dahulu para penggugat/para terbanding).

Dalam putusannya, MA juga membebankan para pemohon kasasi/para tergugat untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp500 ribu.

Adanya putusan tersebut, sekaligus menguatkan dengan putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada 3 Mei 2007, namun pemerintah tetap menyelenggaran UN untuk 2008 dan 2009.

Pemerintah dianggap telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru baik sarana maupun prasarana, hingga pemerintah diminta untuk memperhatikan terjadinya gangguan psikologis dan mental para siswa sebagai dampak dari penyelenggaran UN.

Hobi = Investasi

Hobi Anda Nyata. Hobi nyata yang dimaksud dalam arTikel ini adalah bahwa hobi anda dapat diwujudkan dalam sebuah bentuk. Misalnya : Hobi koleksi barang antik, hobi bertanam ataupun hobi nge-blog, dimana bentuk nyatanya adalah barang antik (sepeda/mobil/lukisan), bertanama (anthurium/bonsai), nge-blog (situs)

Anda Menyukai Hobi Anda. Hal pertama yang perlu dipahami untuk mengubah hobi menjadi investasi adalah bahwa anda benar-benar menyukai hobi anda tersebut. Hal ini bisa anda ukur secara kualitatif dengan kekurangnyamanan yang anda rasakan ketika tidak melakukan hobi anda tersebut dalam kurun waktu tertentu. Misalnya : Anda yang hobi bersepeda, namun selama 1 bulan anda tidak menyentuh sepeda anda. Anda yang hobi bertanam, namun selama 1 bulan tidak menyentuh tanaman anda. Tentunya akan muncul perasaan kurang nyaman.

Anda Menguasai Hobi Anda. Selain menyukai, anda juga sebaiknya menguasai seluk beluk hobi anda. Misalnya : Anda yang memiliki hobi mengkoleksi barang antik (sepeda/mobil/lukisan), sebaiknya anda memahami seluk beluk barang antik tersebut, mulai dari pernak-perniknya hingga perawatannya. Karena dengan memilik kemampuan penguasaan yang baik terhadap barang antik tersebut, anda dapat memilih barang antik mana yang memiliki nilai tinggi. Jadi anda bukan hanya sebagai kolektor, yang hanya dapat membeli/menjua, namun sekaligus juga menilainya

Hobi Anda Memiliki Komunitas dan Pangsa Pasar . Sebuah hobi yang memiliki komunitas dan pangsa pasar akan cepat berkembang, karena selain dapat saling bertukar informasi juga bertransaksi. Hobi anda menjadi tidak bernilai apabila hanya anda seorang yang meminatinya. Misalnya : Dalam komunitas mobil, anda bisa saling bertukar informasi suku cadang, perawatan murah dan pengetahuan mesin sekaligus melakukan transaksi jual-beli

Maksimalkan Hobi Anda. Maksimalkan hobi anda tersebut melalui explorasi peluang bisnis yang mungkin muncul. Misalnya : Anda yang memiliki hobi bonsai tanaman, ikutilah kompetisi-kompetisi bonsai untuk mengukur kualitas koleksi bonsai anda sekaligus mempublikasikannya kepada komunitas/pangsa pasar Bonsai.

Hobi Tetap Hobi. Jangan sampai aktivitas hobi anda tersebut menjadi aktivitas utama hidup Anda. Anda sebagai pemula tidak perlu mencurahkan seluruh daya, upaya dan materi sampai-sampai menggantungkan masa depan anda terhadap hobi anda tersebut. Hobi tidak sama dengan menabung uang di Bankyang langsung memberikan bunga. Butuh Sebuah proses dan kesabaran untuk mencapai sukses.

Sunday, February 21, 2010

Ranking Universitas Sedunia

Ranking dan Peringkat Universitas versi Webometrics Januari 2010.
Ini dia peringkat atau ranking Universitas di Indonesia versi Webometrics untuk periode Januari 2010.Adakah Universitas kalian masuk dalam daftar?Di posisi pertama diduduki oleh Universitas Gajah Mada,disusul Institut Teknologi bandung dan seterusnya.


623. Universitas Gadjah Mada

676. Institut Teknologi Bandung

906 . Universitas Indonesia

1604. Universitas Gunadarma

1762. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

1960. Sekolah Tinggi Teknologi Telkom

2013. Universitas Kristen Petra

2063. Institut Pertanian Bogor

2152. Universitas Brawijaya

2159. Universitas Sebelas Maret

2672. Universitas Airlangga

2730. Universitas Padjadjaran

3016. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

3026. Universitas Bina Nusantara

3138. Universitas Diponegoro

3198. Universitas Hasanuddin

3254. Universitas Sumatera Utara

3310. Universitas Negeri Yogyakarta

3338. Universitas Budi Luhur

3347. Universitas Pendidikan Indonesia

3467. Universitas Sanata Dharma

3491. Universitas Lampung

3669. Universitas Kristen Duta Wacana

3821 .Universitas Islam Indonesia

3950. Universitas Udayana

3983.Universitas Kristen Maranatha

4160. Universitas Riau

4394. Universitas Katolik Parahyangan

4430. Universitas Mercubuana

4572. Universitas Jenderal Soedirman

4623. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

4780. Universitas Jember

4800. Universitas Negeri Semarang

OSPEK di Taiwan

OSPEK di Taiwan lebih manusiawi dan fun. Beda sekali dengan Indonesia yang kesannya “peloncoan”.

Setidaknya dalam peloncoan ada beberapa poin yang terlihat jelas:

  • Masih ada senioritas yang mana junior harus sibuk mencari tanda-tangan si senior.
  • Menggunakan pita warna-warni lalu dikepang di rambut.
  • Menggunakan kantong plastik yang dianggap sebagai “tas”.
  • Membawa celengan tanah liat.
  • Jika memungkinkan menyuruh junior melakukan push up kalau melakukan kesalahan.
  • . . . . . . . . . . . . . . (nih aku kasih spot sendiri buat diisi sesuai imajinasimu tentang OSPEK).

Poin-poin yang di atas ini berbeda dengan yang temanku cerita. Semuanya nggak ada. Walaupun bentuknya orientasi siswa, tapi ini lebih ke arah keakraban ke sesama. Sebutan senior dan junior hanya sebatas etika agar saling menghormatin.

Sistem kelas di Taiwan berbentuk tingkatan, misalnya ada tingkatan 1, 2, 3, dan 4. Kamu yang baru masuk tentu berada di tingkatan 1. Sementara siswa di tingkatan 2,3, dan 4 yang berkewajiban untuk memberi acara pengenalan tentang orientasi. Biasanya mereka bersifat study tour untuk pengenalan tentang kota Taiwan itu sendiri. Namun yang uniknya adalah mereka yang berada di tingkatannya masing-masing ini memiliki pendamping dari tingkatan di atasnya. Misalnya aku sedang di tingkatan 2, maka aku berkewajiban untuk mendampingin 1 atau beberapa siswa di tingkatan 1. Tujuannya agar siswa di tingkatan 1 nggak merasa kesulitan masalah koneksi seperti meminjam buku-buku pelajaran atau bertemu dengan dosen atau asisten dosennya. Sementara yang di tingkatan 2 juga sama menjadi pengawasan anak di tingkatan 3.

Untuk menambah ikatan kebersamaan, biasanya mereka mengadakan acara makan bersama yang diadakan oleh siswa tingkatan paling atas itu. Misal aku di tingkatan 2, maka aku harus mentraktir siswa yang di tingkatan 1. Tapi aku juga akan mendapat traktiran makan dari tingkatan 3 dan seterusnya.

Motifasi Belajar

Teman-teman mungkin kita sering boring saat kita menghadap buku untuk belajar di kamar selama berjam-jam. Mungkin berlajar kita berhenti secara tiba-tiba dan kemudian berlabuh di hp, pc, psp, dll.
Cara memotifasi belajar tiap orang juga berbeda-beda, mungkin ada yang giat belajar karena ingin lulus ujian, atau mngkin karena ingin mendapat predikat juara kelas. Sebenarnya apa saja sih faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang?

Beberapa faktor di bawah ini mungkin memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar tiap orang, di antaranya:
  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Stimulus motivasi belajar

ada 2 faktor yang membuat seseorang termotivasi untuk belajar, yaitu:
  • Pertama, motivasi belajar berasal dari faktor internal. Motivasi ini terbentuk karena kesadaran diri atas pemahaman betapa pentingnya belajar untuk mengembangkan dirinya dan bekal untuk menjalani kehidupan.
  • Kedua, motivasi belajar dari faktor eksternal, yaitu dapat berupa rangsangan dari orang lain, atau lingkungan sekitarnya yang dapat memengaruhi psikologis orang yang bersangkutan.

Tips-tips meningkatkan motivasi belajar


  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.
    Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.
    Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
  • Belajar dari internet
    Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.
  • Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
    Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
  • Cari motivator
    Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

    "Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." --William A. Ward


Thursday, February 18, 2010

Thomas Alfa Edison


Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Tahun 1954 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri Edison di rumah. Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah Edison termasuk murid yang sering tertinggal dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat.

Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya mencapai 400 sehari.

Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.

Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.

Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.

Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar.

Melewati tahun 1920-an kesehatannya kian memburuk dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.