Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Tuesday, November 8, 2011

[WAOW] Orang ini hidup dari uang palsu selama 15 tahun

Quote:
Spoiler for Emanuel Ninger :

Quote:

Sejak abad ke 19 orang sudah pandai membuat uang kertas palsu dengan mesin cetak kecil, tapi Emanuel Ninger lebih suka membuatnya hanya dengan pena dan tinta. Hasilnya memang cuma satu sampai dua lembar seminggu, tetapi kualitasnya istimewa. Imigran dari Jerman ke Amerika Serikat ini bertahan hidup selama 15 tahun dengan menggunakan keahliannnya itu.

Emanuel Ninger tinggal bersama istri dan anaknya di pedesaan New Jersey. Ia dan isterinya tiba di Amerika pada tahun 1882 dari Jerman dan tinggal di Hoboken, New Jersey. Dia bekerja sebagai pelukis tanda (sign painter) dan kemudian membeli sebuah peternakan di Westfield, New Jersey. Dia mengatakan kepada tetangganya bahwa ia menerima pensiun dari tentara Prusia. Pada tanggal 12 Oktober 1892 ia pindah ke Flagtown, New Jersey.

Setiap bulan ia memalsukan uang kertas dollar Amerika pecahan $50 setidaknya satu atau paling sebanyak enam lembar, seluruhnya ia kerjakan dengan mata telanjang dan menggunakan pena, pensil, serta kuas dengan tinta berwarna. Ninger melukis uang palsunya pada kertas Bond yang dibelinya dari Crane & Company, di Dalton, Massachusetts. Kemudian kertas-kertas tersebut ia potong sesuai ukuran yang sama persis dengan pecahan $ 50 dan $ 100 Amerika Serikat, kemudian potongan kertas itu direndam dalam larutan kopi encer, dan selanjutnya ditempatkan diatas uang kertas asli untuk menjiplak gambar yang dihasilkan.

Quote:
Spoiler for Gambar uang yang asli :


Spoiler for Gambar uang bikinan Ninger :

Quote:

Setelah uang palsu karyanya itu jadi dia akan membawanya ke New York. Biasanya uang tersebut ia gunakan untuk membeli minuman keras atau membelanjakannya di salon. Selama lima belas tahun ia berhasil lolos dengan itu.

Uang palsu hasil ciptaan Emanuel Ninger ini mampu membuat dia bertahan hidup karena kalo diukur present value of money atau kalo kata orang itu jumlah yang bisa dibeli berdasarkan nilai uang sekarang adalah di sekitar $ 2000 atau $ 4000 dolar di hari ini, atinya dia seminggu punya penghasilan 20 juta rupiah lebih, buat TS sih ini lebih dari cukup.

Seperti kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Ia ditangkap oleh Dinas Rahasia Negara Amerika Serikat pada tahun 1896 atas laporan seorang bartender yang menyadari bahwa tinta untuk pewarnaan uang itu tidak asli, karena Ninger dengan cerobohnya meletakan uang tersebut pada genangan kecil air di mejanya sehingga tinta-nya luntur.

Pada awalnya orang dinas rahasia tidak bisa percaya Ninger adalah pemalsu, karena profilnya sebagai seorang petani tidak cocok dengan profil pemalsu. Bahkan setelah dia mengaku, mereka terus menolak untuk percaya.

Quote:
Spoiler for Berita acara pemeriksaan Ninger waktu ditangkap :

Quote:

Akhirnya Ninger di vonis enam bulan, dan membayar ganti rugi sebesar $ 1. Bahkan Rumornya bahwa uang $ 1 yang dipakai untuk membayar denda tersebut adalah salah satu karyanya sendiri

Ninger menjadi selebriti kecil untuk waktu. Koran sesekali menulis tentang "pena dan pemalsu tinta" mereka menjuluki Emanuel Ninger sebagai "Jim Penman itu" seperti karakter yang dimainkan di Broadway. Bahkan Bartender memberi bingkai pada bill tagihan Ninger dan menggantungnya pada dinding Bar mereka.

Setelah menjalani hukumannya Ninger dikabarkan menghilang dan diperkirakan tidak lagi “berkarya”, akan tetapi diakui bahwa komunitas seni menginginkan dia utk bertahan dan berharap lebih banyak uang palsu hasil karya nya untuk ditemukan Tapi hal tersebut Tidak pernah ada.



Tuesday, October 12, 2010

Begini Penipu Beraksi di Call Center Palsu

Penipuan dengan modus menebar nomor call center palsu merebak di Makassar. Korbannya Sukri Abdul Hamid. Pada Senin pagi lalu ia yakin saldo tabungannya masih Rp 28 juta. Namun, siangnya uangnya di Bank Mandiri terkuras hanya tersisa beberapa puluh ribu rupiah.

Kisahnya begini. Sekitar pukul 09.00 pagi itu Sukri hendak menarik uangnya di ATM Bank Mandiri Jalan Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Gagal lantaran kartunya tertelan dalam kotak. Dia bingung cara mengeluarkannya.

Datanglah seseorang yang berlagak mau menolong dengan menyarankan Sukri menghubungi nomor pengaduan seperti tertera di bawah kotak ATM yang bertuliskan “call center”. Petunjuk itu langsung dilaksanakan oleh Sukri.

“Saya mendapat jawaban agar saya menyebutkan nomor rekening dan pin. Saya langsung berikan,” kata Sukri. Pria tadi mengaku sebagai petugas yang mengurusi kerusakan ATM Mandiri. Tanpa banyak bertanya, Sukri manggut-manggut mendengar cerita orang yang belum dikenalnya itu

Adegan berikutnya, Sukri diminta segera datang ke Bank Mandiri Jalan Kartini, Makassar, untuk mengambil ATM-nya. Alasannya, ATM yang tertelan hanya bisa diambil di kantor pusat. Sukri seperti kerbau dicocok hidungnya. Dia menurut dan bergegas berangkat.

Betapa kagetnya setelah tiba di kantor Bank Mandiri. “Pihak bank mengatakan tidak ada aturan jika ATM tertelan di kotak diambil di kantor pusat,” kata Sukri menirukan pegawai Bank Mandiri itu.
Sadar bahwa dia telah ditipu, Sukri minta rekeningnya diblokir. Beberapa menit kemudian dia mendapat penjelasan dari petugas bank bahwa saldo Rp 28 juta di rekeningnya sudah lenyap.

Sukri minta bank bertanggung jawab. Menurut dia, manajemen bank tidak mengawasi nomor pengaduan yang ternyata mudah dipalsukan. Dia juga melapor ke Polres Gowa. “Ini kejahatan modus baru, kami akan melacaknya,” kata Kepala Unit III Reserse Kriminal Polres Gowa Inspektur Dua Sandi Gali.

Polisi akan memanggil pihak bank untuk dimintai penjelasan soal nomor call center palsu tersebut. Pimpinan Bank Mandiri wilayah Makassar Edhi Chrystanto mengatakan nomor call center yang dipasang di kotak ATM itu benar. Hanya, biasanya ada orang yang sengaja memasang nomor lain dengan desain yang sama. “Memang hal ini biasa terjadi. Makanya jangan langsung percaya kepada orang yang menerima telepon aduan tersebut. Apalagi sampai meminta nomor rekening dan pin,” kata Edhi.

Dia menjelaskan, apabila ada nasabah yang kartunya tertelan di kotak ATM, petugas bank akan mengeluarkannya. “Tidak ada petugas layanan call center yang meminta nomor rekening dan pin,” ujar dia.TEMPOINTERAKTIF.COM

sumber : http://tidakmenarik.wordpress.com/2010/10/12/begini-penipu-beraksi-di-call-center-palsu/

Monday, June 8, 2009

Demi Bantu Ibu, Murid SD Jual Narkoba



Percut Sei Tuan-Perjalanan hidup AL(12) terbilang tragis. Sejak kecil, dia tak merasakan kasih sayang seorang ayah. Umur 1 tahun, AL (foto) dan ibunya, Ratna (40), ditinggal pergi. Demi membiayai putra semata wayangnya, Ratna harus banting tulang jadi tukang cuci.


Dibalik sifat pendiamnya, AL ternyata sosok bocah yang sadar bagaimana kerasnya hidup. AL sadar bagaimana ibunya tiap hari mendatangi rumah-rumah orang untuk mencuci pakaian. AL juga sadar semua itu dilakoni ibunya demi dia.


Melihat ibunya tiap hari berangkat pagi dari kediaman mereka di Percut Sei Tuan, AL merasa iba. Apalagi, penghasilan ibunya hanya cukup-cukup makan sementara mereka tinggal bertiga bersama Basiah (77), nenek AL.


Meski tak tahu caranya, AL bertekad membantu ibunya cari uang. Dia tak mau jadi beban ibunya. Sayangnya, kepolosan AL dimanfaatkan manusia tengik yang menghalalkan segala cara demi lembaran rupiah. Manusia tengik itu berinisial M. AL mengaku baru mengenalnya 3 minggu belakangan ini.


Tahu AL cari kerja demi bantu ibunya, Jumat (5/6) lalu, M menawarkan pekerjaan dengan penghasilan minimal Rp 50 ribu per hari. Jumlah duit itu terbilang lumayan buat AL. Dalam benaknya, ibunya akan terbantu dan tak perlu banting tulang demi dia. Tanpa memikirkan resiko, AL menyanggupi permintaan M untuk menjual ganja. Tiap ons ganja terjual, AL dapat upah Rp 50 ribu.


Niat suci AL harus dibayar mahal. Kemarin (7/6) siang, AL diboyong ke Polsek Percut Sei Tuan setelah polisi yang menyamar jadi pembeli, transaksi dengannya. 1 ons ganja yang disimpan AL di kandang ayam tetAL, ikut dibawa sebagai barang bukti. “Kita masih lakukan pengembangan untuk menangkap yang memberi barangnya (ganja-red),” ujar Kapolsekta Percut Sei Tuan, AKP Edy Bona Sinaga SH.


‘Aku Cuma Mau Bantu Ibu Karena Capek Nyuci’


Rumah semi permanen itu terlihat sunyi. Salam POSMETRO MEDAN disambut wanita lanjut usia. Dia adalah Basiah, nenek AL. Ratna sendiri masih bekerja. Dengan mata berkaca-kaca, Basiah berkata cucunya dimanfaatkan untuk menjual daun haram itu.


“Unyang ada duit?”ujar Basiah menirukan pertanyaan AL tiap kali minta jajan padanya. Bila memang punya duit, Basiah mengaku tak pernah menolak permintaan cucunya meski hanya memberi Rp 2 ribu. Kedatangan awak koran ini membuat tetAL berkerumun. Semua tetAL terlihat sedih dan iba mendengar AL ditangkap.


“Aduh dek, kek mana dia itu ya? Dipukuli nggak ya dia di situ (Polsek Percut sei Tuan-red)?”cemas para tetAL yang khawatir kepada bocah pendiam itu. Mereka juga merasa AL dijebak pemasok ganja itu. “Dia itu modelnya disuruh-suruh orangnya,”celoteh ibu-ibu yang berkumpul di belakang kediaman AL.


Beberapa menita kemudian, Ratna tiba di rumahnya. Dia ternyata sudah mendengar penangkapan putranya. Sambil terisak dan air mata mengucur, Ratna langsung memeluk Basiah. Ratna terlihat begitu shock. Hampir semua tetAL yang menyaksikan ikut menitikkan air mata.


“Aduh saya masih pening nak, nanti sajalah ya. Besok saya mau kerja lagi,”pinta Ratna saat mau diwawancarai. Terpisah, AL mengaku pasrah sebab niat dia hanya mau membantu ibunya. “Aku cuma mau bantu ibu karena capek nyuci,”tegas bocah berkulit gelap dan kurus itu.


Bocah penghobi bola kaki itu juga mengaku sudah 3 bulan tak masuk sekolah yang tak jauh dari kediamannya karena kerap diejek. “Udah tua kau, nggak cocok kau pakai celana merah,”terang bocah kelahiran 1996 itu mengulang ledekan teman-temannya. “Aku cuma mau bantu ibu aja bang, biar aku nggak minta-minta uang lagi,”paparnya sambil berjanji akan menyelesaikan sekolahnya setelah kasus yang membuatnya dipenjara itu berakhir.(reza)POSMETRO-MEDAN.COM