Showing posts with label inspiratif. Show all posts
Showing posts with label inspiratif. Show all posts

Thursday, September 10, 2015

Mengapa Ayah Ini Tidak Makan Bersama Anaknya? Alasannya Akan Membuat Kita Menitikan Air Mata

Ayah adalah sosok pria tangguh yang pernah dikenal oleh semua anak yang ada di dunia ini.

Ayah merupakan suri tauladan yang baik untuk anak prianya dan cinta pertama untuk anak wanitanya. Ayah adalah sosok pria yang memiliki cinta dan kasih sayang yang besar untuk anak-anak dan keluarganya. Karenanyalah kita bisa hidup bahagia di dunia ini.

Ayah selalu memberikan semua yang terbaik untuk anak dan keluarganya. Ayah akan mengambulkan semua yang diinginkan oleh anaknya, karena kebahagaan sang anak merupakan kebahagiaan pula untuk sang ayah. Ia rela banting tulang dan bekerja keras untuk membiayai semua kebutuhan sang anak dan keluarganya. Tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi di luar sana dan menimpa dirinya, tidak pernah menghiraukan rasa lelah yang dirasakan, bahkan ia tidak pernah memikirkan panasnya terik matahari menyengat tubuhnya. Baginya anak adalah prioritas utama dan sudah kewajiban darinya untuk selalu membahagikan anak-anaknya. Selain memenuhi semua yang menjadi keinginan sang anak, seorang ayah pun akan mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin sehingga kelak ketika sudah dewasa anaknya tersebut bisa menjadi orang yang berguna dan berbudi pekerti luhur.


Namun, tahukah anda? Tidak sedikit anak yang lupa akan pengorbanan dan kasih sayang seorang ayah yang telah diberikan kepadanya. Dimana mereka seakan-akan ingin hidup tanpa ada bayang-bayang dari orangtuanya, mereka merasa tidak ingin hidupnya diganggu oleh mereka, bahkan tidak bersedia merawat mereka setelah tua nanti. Lantas apakah hal tersebut benar adanya? Tentunya tidak. Kita sebagai seorang anak tentunya harus bisa membalas budi dan jasa atas apa yang telah diberikan oleh orangtua kita sendiri, dimana salah satu caranya yaitu dengan merawat dan memberikan kasih sayang yang sama seperti mereka menyayangi kita dari kita kecil sampai sekarang ini.

Di bawah ini kami sajikan sebuah video singkat berdurasi 3 menit 07 detik. Dimana kami berharap video di bawah ini mampu menginspirasi kita semua untuk selalu menyayngi dan mencintai orangtua kita apa adanya.

Video di bawah ini di awali ketika seorang ayah telah mulai pulih dan diperbolehkan pulang di sebuah rumah sakit. Pada saat itu, anak wanita sang ayah yang telah berkeluarga menawarkan untuk merawat dirinya sampai benar-benar pulih nanti. Sang ayah pun bersedia untuk tinggal bersama dengan putrinya tersebut.
Kondisi sang ayah tidak sama lagi seperti dulu, dimana ia sudah semakin tua dan tidak sehat. Pada suatu ketika mereka semua makan malam bersama. Namun setiap makan malam bersama sang ayah tidak bisa makan dengan baik, dimana ia menjatuhkan cangkir kopi yang sedang diminum, menjatuhkan makanan, bahkan melakukan hal-hal yang mampu mengilangkan nafsu makan semuanya.

Melihat hal seperti itu keluarga anaknya merasa kesal. Hingga pada akhirnya sang anak dan suaminya memutuskan untuk memisahkan sang ayah ketika makan. Dimana mereka menyediakan meja kecil yang diletakan jauh dari meja makan mereka. Setiap makan, sang ayah selalu berada jauh dengan keluarga anaknya tersebut, ia tidak merasakan kehangatan ketika makan bersama keluarga, bahkan yang menemaninya hanyalah kucing.

Namun suatu hari anak sang ayah tersebut beserta suaminya menyaksikan kedua anak mereka sedang bermain di luar rumah. Ketika itu anak mereka yang masih kecil mengatakan bahwa ketika mereka telah dewasa nanti, mereka akan makan di dalam rumah sedangkan ayah dan ibunya harus makan terpisah dengan mereka. Mengetahui seperti itu, anak wanita sang ayah langsung menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh dirinya terhadap sang ayah salah. Dengan seketika ia menghampiri sang ayah dan meminta maap atas apa yang telah dilakukannya. Meskipun mungkin sang ayah merasa sakit hati kepada putriya tersebut, namun dengan sepenuh hatinya ia memaapkannya. Nah, di bawah ini merupakan video yang bisa anda sakiskan.


Para Suami Bacalah, Wanita di Sebelah Mu itu Sangat Hebat...


9Trendingtopic - Wanita, hebatnya seorang wanita hinggakan seluruh dunia meraikannya… Seorang wanita saat mendapat berita kehamilannya, hatinya sarat dengan kegembiraan hinggakan dia menitiskan air mata.

Tidak pernah terlintas di fikirannya bahawa proses bersalin itu sendiri boleh menuntut nyawanya.

Apa yang dia tahu, dia bakal membawa zuriatnya yang comel ke dunia.
Wanita, hebatnya dia tidak pernah mengeluh walaupun saban pagi dia muntah-muntah hinggakan badannya kehilangan segala kudratnya.

Dia mampu tersenyum mengenangkan zuriatnya sedang membesar di dalam rahimnya yang hanya sebesar buah pear.

Tidak pernah timbul gentar di hatinya memikirkan mampukah rahimnya yang sebesar buah pear menanggung zuriatnya.

Wanita, hebatnya dia di saat dia mula merasakan kesakitan hendak bersalin hatinya tidak gentar walau secubit pun. Tidak pernah terfikir nyawanya mungkin menjadi galang ganti. Apa yang dia mahu, zuriatnya lahir dalam keadaan sihat.

Wanita, hebatnya dia mampu menahan kesakitan sehingga 57 Del ketika hendak melahirkan anak (bersamaan dengan 20 tulang dipatahkan serentak). Sedangkan sekuat mana pun manusia itu hanya mampu menahan hingga 45 Del sahaja.

Apa yang selalu kita dengar tentang wanita?

Wanita tercipta dari rusuk lelaki. Wanita itu sayap kiri lelaki. Wanita berhati lembut dan kuat emosi. Wanita itu kaum yang lemah.

Tetapi, sedarkah kita di sebalik semua itu…

Wanita dicipta untuk menjadi ibu…
Ibu yang mengandung selama 9 bulan dengan segala kepayahan….
Ibu yang berjuang dengan maut untuk melahirkan zuriat, penyambung generasi manusia….

Ibu yang berjuang menyusukan anak selama 2 tahun lamanya….
Ibu yang mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran….
Ibu yang doanya lebih makbul dari seorang bapa….

Wanita jugalah yang menjadi tulang belakang lelaki….
Tidak kurang juga, wanita mampu melemahkan lelaki….

Hebat kan wanita???

Anda amat bertuah dilahirkan sebagai seorang wanita…. Buat kaum Adam, hargailah hawa yang berada disebelah anda itu….

Silahkan share artikel singkat ini kepada semua temanmu, sahabat, suami, dan kepada para semua lelaki yang ada di dunia ini.


Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua...





Sumber : reportaseterkini.com

Tuesday, September 8, 2015

Kisah Inspiratif : "Gagal Naik Haji Karena Tak Jujur Pada Istri"

9Trendingtopic - Kebaikan harus disampaikan dengan cara yang baik pula. Kebaikan yang dipasarkan dengan cara yang kurang baik apalagi buruk, akan berakibat fatal; baik bagi pelaku maupun objek kebaikan. Selayaknya dakwah yang berarti mengkampanyekan kebaikan, tatkala disampaikan dengan serampangan apalagi kekerasan, maka akibat fatalnya akan menimpa sang dai dan dakwah secara umum, juga penolakan dari objek dakwah.

Tersebutlah seorang suami yang biasa dipanggil Abah. Beliau adalah suami yang baik. Seorang petani yang juga pedagang padi. Beliau terbiasa membeli padi dari pemilik sawah di kampungnya, menyelipnya, kemudian menjualnya kepada masyarakat. Sebab amanahnya dalam berdagang, usahanya maju dan cukup dikenal oleh petani di luar kampungnya.

Tergolong muslim yang taat, Abah pun berniat menjalankan Ibadah Haji di Tanah Suci Makkah al-Mukarromah. Inilah ibadah unggulan yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mampu, baik materi maupun non materi berupa ilmu, kesehatan dan sebagainya. 


Guna mewujudkan niat mulianya itu, Abah mulai menyisihkan penghasilannya. Kala itu, belum banyak Bank yang menerima penyimpanan uang seperti sekarang. Alhasil, guna menghemat waktu mendatangi Bank, Abah menyimpan uangnya dalam sebuah celengan* yang terbuat dari bambu.

Dari sebatang bambu, dipotonglah satu ruas, kemudian bagian tengahnya diberi lubang untuk memasukkan uang. Bentuknya persis seperti kotak amal yang ada di masjid-masjid, namun celengan ini berbentuk bulat.

Hari demi hari, tabungan Abah semakin bertambah. Beliau menghitung setiap uang yang dimasukkan dalam celengannya agar mengetahui jumlahnya, dan bisa diketahui jika ternyata ada orang yang mencuri uang dari celengannya itu.

Abah merahasiakan apa yang dilakukannya dari seluruh anggota keluarganya, termasuk dari sang istri. Sebab itulah, sang istri kadang ‘ngedumel’ sebab jatah hariannya berkurang. Apalagi secara jelas terlihat bahwa usaha suaminya tengah menanjak. Sehingga timbullah pertanyaan, “Digunakan untuk apa uang hasil berdagang?”

Qadarullah, setelah berbilang tahun, dalam hitungan Abah tabungannya sudah cukup untuk disetorkan ke Bank. Lantas, beliau berniat membukanya. Niatnya, selepas dibuka, Abah hendak menunjukkannya kepada sang istri sebagai kejutan. Kemudian keduanya akan berangkat menuju Bank sembari berboncengan mesra untuk mendaftar sebagai peserta jama’ah haji tahun itu.

Diambillah sebilah parang untuk membelah celengan bambu menjadi dua. Namun, ketika celengan itu terbelah secara sempurna, mata abah melotot tak berkedip. Keningnya berkerut, telinganya memerah, sekujur tubuhnya merinding, perasaannya bergemuruh tak karuan.

Sebabnya, seluruh uang di celengan bambu itu dimakan rayap. Anehnya, dari setiap lembar uang, yang dimakan rayap hanya separuh bagian, tidak seluruhnya.

Lepas mengumpulkan sisa tenaga, Abah pun mendatangi istrinya dengan langkah gontai. Ia mengumpulkan seluruh keluarganya, kemudian menyampaikan apa yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun itu.

Qadarullah, hingga akhir hayat, Abah belum sempat menunaikan Ibadah Haji.


*Celengan : Celengan merupakan nama umum untuk kotak pengakumulasian atau penabungan koin.




Sumber : reportaseterkini.com

Monday, September 7, 2015

Surat Edaran Himbauan Sholat di Awal Waktu dari GM Telkomsel Jadi Trending Topic

9Trendingtopic - Alhamdulillah wa syukurillah, geliat dan semangat beragama semakin terlihat di berbagai kalangan dan entitas. Kali ini, General Manager PT. Telkom untuk area Jakarta Barat yang membuat Surat Edaran bagi seluruh karyawan/ti agar melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah dan di awal waktu.

Surat edaran itu diunggah pertama kali oleh seorang karyawan PT. Telkom, Gatot Imam Sukoco ke media sosial pada Jumat (04/09/2015) kemarin. Dalam surat yang ditandatangani oleh GM Witel Jakarta Barat, Dwi Pratomo Juniarto itu disampaikan himbauan agar seluruh karyawan menghentikan segala aktifitas operasional saat azan berkumandang kecuali yang bersifat darurat.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan dan untuk mengimplementasikan budaya TTW (The Telkom Way) khususnya membentuk SDM Telkom yang memiliki karakter Ihsan, maka dengan ini kami menghimbau kepada seluruh karyawan dan mitra kerja Telkom Group Jakarta Barat khususnya Muslim bisa menghentikan seluruh aktifitas masing-masing ketika Adzan telah berkumandang untuk kemudian segera melaksanakan Shalat Berjamaah di Mesjid atau Mushola (kecuali dalam kondisi darurat),” bunyi Surat Edaran tersebut.

Surat yang bernomor ED. 52/UM400/WTL-2B200000/2015 itu juga meminta kepada jajaran manajemen di Telkom Jakarta Barat menjadi contoh dan role model serta mengawal pelaksanaannya.

“Untuk efektifitas pelaksanaannya diharapkan kepada Tim Manajemen untuk melaksanakan himbauan ini,” demikian ditekankan oleh Dwi Pratomo.

Surat yang bertandatangan pada tanggal 28 Agustus 2015 itu mendapat respon yang cukup positif dari beberapa netizen. Mereka memberi dukungan atas ‘keberanian’ Dwi dan mendoakan agar pelaksanaannya bisa ditiru oleh yang lain.


“Alhamdulillah……semoga Allah memberi kemudahan dan berjalan hingga akhir zaman….dan semoga telkom tetap jaya dan berkah.aamiin,” kata Ramlina Bahri mendoakan.

“Subhannalloh Alhamdulillah Allahuakbar,, mantapppp pak Tomy, Inshaa Allah TR (Telkom Regional) lain Segera menyusul,, Aamiin ya Robbal Aalaamiin,, Barakallah,,” komentar Sunhadi Kusuma.

Sebelumnya diberitakan, surat serupa juga diterbitkan oleh GM Telkom area Riau Daratan, Nugroho Setio Budi pada bulan April yang lalu. Di tempat lain mulai ada gerakan sholat shubuh berjamaah di mesjid. Di aceh misalnya, muncul komunitas Safari Subuh. Disusul kemudian beberapa Universitas seperti ITS dan IPB yang melaksanakan hal serupa di lingkungan kampus.


Bantu SHARE ya, biar semakin banyak instansi atau perusahaan yang melakukan hal serupa...





Sumber : sebarkanlah.com

Sunday, September 6, 2015

Karena Celana Dalam, Wanita Ini Masuk Islam


9Trendingtopic - Ini Memang KISAH yang Unik Karena Celana Dalam Wanita Ini Masuk Islam. Hidayah Memang Bisa Datang Pada Siapa Saja

Mungkin kedengaran aneh dan janggal. Hidayah memang bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar masuk islamnya seorang non muslim kedalam islam di sebabkan hal-hal luar biasa dan penting. Seperti dokter Miller seorang penginjil Kanada yang masuk islam setelah menjumpai I’jaz Qur’an dari berbagai segi.Tapi yang ini benar-benar tidak biasa. Ya, masuk islam gara-gara celana dalam!

Fakta ini dikisahkan Doktor Sholeh Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi, saat ditugaskan ke Inggris. Ada seorang perempuan tua yang biasa mencuci pakaian para mahasiswa Inggris termasuk pakaian dalam mereka.

Tidak ada sisi menarik pada wanita ini, tua renta, pegawai rendahan dan hidup sendirian. Setiap kali bertemu dia selalu membawa kantong plastik berukuran besar yang terisi penuh dengan pakaian kotor. Untuk pekerjaan kasar seperti ini penghuni rumah jompo ini terbilang cekatan di usianya yang sudah terbilang uzur.Di Inggris, masyarakat yang memiliki anggota keluarga lansia biasanya cenderung memasukkan mereka ke panti jompo. Dan tentu saja keadaan miris ini harus diterima kebanyakan para orangtua dengan besar hati agar tidak membebani anak mereka. Namun di tengah kondisi seperti itu sepertinya tidak membuat kecil hati tokoh kita ini yang justeru begitu getol mengisi hari-harinya bergelut dengan cucian kotor.

Wanita baya itu lebih suka dipanggil auntie atau bibi. Dia sudah bekerja sebagai petugas laundry hampir separuh usianya. Beruntung baginya masih ada instansi yang bersedia mempekerjakan para manula.

“Aku merasa dihargai meski sudah tua. Lagipula, orang-orang seperti aku ini sudah tidak ada yang mengurus, kalau bukan diri sendiri. Anak-anakku sudah menikah dan tinggal bersama keluarga mereka masing-masing. Suamiku sudah meninggal. Walaupun anak-anak suka menjenguk, tapi aku tetap ingin punya kegiatan sendiri untuk mengisi masa tua,” ujarnya

“Bukan untuk kerja yang berat memang, tapi setidaknya, selain menambah penghasilan juga mengisi hari tua. Mungkin itu lebih baik daripada harus tinggal diam di panti jompo.” Ujarnya lagi dengan wajah sendu.
“Sedih juga kalau harus tinggal sendirian. Seperti seorang temanku. Dia juga dulu bekerja sebagai petugas laundry bersamaku. Sampai akhirnya, anak perempuan satu-satunya menikah. Namun setelah menikah, anak perempuannya itu tidak pernah menghubunginya,” bibi berkisah.

Bagi sang Bibi profesinya sebagai petugas laundry justeru membuatnya lebih dekat dengan sepak terjang, liku-liku penghuni asrama yang rata-rata adalah mahasiswa dari luar Inggris. Sang Bibi paham betul kebiasaan para mahasiswa yang tinggal di asrama ini selain belajar sehari-hari, adalah pergi clubbing sekedar “having fun”. Banyak asrama memiliki bar, cafĂ©, ruang duduk untuk menonton televisi, ruang musik dan fasilitas olahraga sendiri.

Dan salah satu sisi negatif pergaulan dengan orang Inggris adalah bila mereka sudah dekat botol miras, biasalah mereka sampai benar-benar mabuk. Dan dapat dibayangkan kekacauan yang terjadi. Muntah merata di sebarang tempat, kencing dalam celana dan sebagainya. Inilah perbuatan paling bodoh yang pernah dilakukan oleh manusia sejak terciptanya minuman beralkohol. Bukan saja menghilangkan akal sehat, tetapi juga si pemabuk akan merasa kelelahan dan sakit kepala yang teramat sangat (hangover).

Saat para penghuni asrama masih dibuai mimpi karena kelelahan habis clubbing semalaman suntuk. Tinggalah sang Bibi memunguti pakaian kotor itu setiap hari. Dan terkadang harus diangkut dari kamar, jauh sebelum mereka bangun dari tidur. Kemudian disortir dengan teliti satu persatu berdasarkan jenis bahan, ukuran, warna dan yang lebih spesifik lagi dipisahkankannya pakaian dalam dari yang lain. Begitu pekerjaan rutin itu dilakukan dengan penuh dedikasi tinggi walau diujung usianya yang semakin menua.

Waktu terus berjalan, sementara sang Bibi tanpa putus asa terus bergelut dengan ‘dunia kotor’nya. Idealnya di penghujung usianya itu seharusnya masa bagi seseorang menuai hasil kerja payahnya di masa muda. Namun situasilah yang menyebabkan dia harus menanggung berbagai persoalan hidup, maka sungguh itu merupakan masa tua yang tidak membahagiakan. Di dalam kondisi yang sudah tidak mampu banyak berbuat, dia justru dituntut harus banyak berbuat. Dalam kondisi produktivitas menurun ia justru dituntut untuk berproduksi tinggi.
Entah sampai kapan dia harus melakoni pekerjaan itu. Maka sampailah suatu saat asramanya kedatangan penghuni baru yaitu beberapa mahasiswa muslim dari Timur Tengah yang mendapat tugas belajar dari negaranya. Mereka sudah terdaftar akan menempati salah satu kamar di asrama tempat sang Bibi bekerja.
Bagi kebanyakan pelajar timur tengah sangat langka memilih tinggal di asrama. Mereka biasanya membeli rumah atau flat yang sudah disesuaikan untuk menampung kelompok kecil siswa, pasangan atau keluarga. Ada juga beberapa pemilik tempat perorangan mengijinkan rumah-rumah mereka dikelola dan disewakan.
Tinggal di asrama merupakan cara terbaik untuk bertemu orang-orang baru dan menjalin persahabatan yang langgeng. Inilah salah satu pertimbangan mereka memilih tinggal di asrama. Kesadaran inilah yang menepis kekhawatiran akan terjadinya gegar budaya atau “cultural shock“.

Hidup dalam komunitas non muslimlah justeru kita dituntut untuk membuktikan nilai-nilai Islam yang tinggi ini sebagai sebuah solusi bagi manusia. Tentunya ini adalah pekerjaan dakwah yang merupakan tanggungjawab setiap muslim dimana saja berada. Dengan tetap menjaga keistimewaan kita sebagai muslim yaitu kesalehan.

Hari-hari terus berlalu, tampaknya si Bibi ini betul-betul perhatian dengan apa yang dicucinya. Sampai-sampai dia tahu ini pakaian si A, ini si B dan seterusya. Tidak terkecuali dengan pakaian kotor milik mahasiswa dari Timur Tengah tadi. Namun saat dilakukan sortir pakaian dalam, si Bibi merasa ada sesuatu yang tidak biasa, karena dari semua pakaian yang dicucinya, hanya pakaian muslim arab saja yang terlihat tidak kotor, tidak berbau, tidak kumuh dan tidak banyak noda dipakaiannya.

Kejadian langka ini semakin mendorong rasa penasaran si Bibi. Lagi-lagi pencuci pakaian di asrama ini selalu merasa aneh saat mencuci celana dalam mereka. Berbeda dengan yang lain, kedua pakaian dalam mereka selalu tak berbau.

Maka masih dalam keadaan penasaran, si Bibi memutuskan bertanya langsung dengan ‘pemilik celana dalam’ itu. Saat ditanya kenapa. Dua orang ini menjawab, ”Kami selalu istinja setiap kali kencing.” Pencuci baju ini bertanya lagi, ”Apakah itu diajarkan dalam agamamu?”
“Ya!” Jawab dua orang pelajar muslim tadi.

Merasa belum yakin 100 persen dengan jawaban itu, akhirnya si Bibi datang menemui salah seorang tokoh muslim yaitu Doktor Sholeh– Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi, saat ditugaskan ke Inggris– Wanita tua ini menceritakan keheranannya selama bertugas perihal adanya pakaian dalam yang ‘aneh’.

Ada beberapa pakaian dalam yang tidak berbau seperti kebanyakan mahasiswa umumnya, apa sebabnya? Maka ustadz ini menceritakan karena pemiliknya adalah muslim, agama kami mengajarkan bersuci setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar, tidak seperti mereka yang tidak perhatian dalam masalah seperti ini.

Betapa terkesan ibu tua ini jika untuk hal yang kecil saja Islam memperhatikan apatah lagi untuk hal yang besar, pikir pencuci baju itu. Dan tidak lama kemudian ia mengikrarkan syahadat, masuk Islam dengan perantaraan pakaian dalam!

Tidak disangka ternyata diam-diam si tukang cuci masuk Islam, gemparlah para mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut, yang kebanyakan adalah non muslim. Mereka berusaha ingin tahu sebab musabab si Bibi masuk islam. Dia menjawab dengan yakin bahwa dirinya sangat kagum dengan kawan muslim Arab ini, karena dari semua pakaian yang dicucinya, hanya pakaiannya sajalah yang terlihat tidak macam-macam. Dan dengan hidayah Allah Swt, dirinya dapat membedakan antara pakaian seorang muslim dan non muslim.

Hidayah memang bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar masuk Islamnya seorang non muslim ke dalam Islam lebih disebabkan pada hal-hal luar biasa dan penting. Tapi yang ini benar-benar tidak biasa. Mendapat hidayah di penghujung usia gara-gara pakaian dalam!Sungguh takdir Allah benar-benar telah jatuh berketepatan dengan kegigihannya selama ini mengisi hari-hari di sisa hidupnya sebagai petugas laundry. Disinilah letak rahasia nikmat Allah yang agung yang mempertemukan antara takdirNya dan ikhtiar manusia. Sungguh Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal seorang hambaNya.

(Di kutip dari: Majalah Al-Qawwam edisi 15, dzul qa’dah 1427 H Badiah, Riyadh )





Sumber : reportaseterkini.com

Saturday, September 5, 2015

Begini Jadinya Jika Sales Bank Riba Salah Telpon Ustadz

9Trendingtopic - Terkadang, sales mencari calon customer dengan menghubungi nomor telepon yang ia dapat dari Yellow Pages atau database lainnya. Bagaimana jika seorang sales kartu kredit riba salah menelepon seorang ustadz?


Mulanya sales tersebut menawarkan produk kartu kredit terbaru Bank tempatnya bekerja. Namun bukannya mendapatkan customer, sales tersebut malah mendapatkan pencerahan tentang bahaya riba. Dahsyatnya bahaya riba di dunia dan akhirat yang disampaikan sang ustadz membuat sales tersebut sampai tidak bisa bicara. Wajahnya seperti dihantui ketakutan. Ia yang tadinya menelpon kini ingin segera memencet tombol untuk mengakhirinya. Namun ia juga ragu-ragu hingga akhirnya mendengarkan seluruh penjelasan Ustadz.

Dalam video itu juga diilustrasikan bahwa beberapa waktu kemudian si sales mendapatkan hidayah. Ia bertanya kepada ustadz apakah ada pekerjaan untuknya. Alhamdulillah… dia tidak mendapatkan customer tapi mendapatkan hidayah.


Semoga bermanfaat...




Sumber : bersamadakwah.net

Sebuah Pesan Bagi Suami Istri yang telah Menikah Lebih dari 5 Tahun

9Trendingtopic - Ini bukanlah khotbah atau ceramah rumah tangga, hanya sebuah pesan untuk pasutri yang telah menikah lebih dari 5 tahun. Semoga bermanfaat.

Sama seperti sekolah atau perkuliahan yang selalu ada evaluasi belajar tahap akhir berupa lembar pertanyaan, maka ada berbagai pertanyaan soal yang harus dijawab, untukmu duhai pasangan yang telah mengikat akad suci lebih dari lima tahun lamanya... untuk mengevaluasi pernikahan yang telah berjalan.


1.Soal yang pertama, sejauh mana rumah tanggamu mendekatkan dirimu kepada Allah?
Bukankah sia-sia merajut cinta dalam bingkai pernikahan jika tak semakin membuatmu dekat pada Sang Pemilik Cinta? Selama lima tahun lebih ini, adakah hatimu semakin mendekat pada sang Rabbi? Adakah kau membuat pasangan hidupmu makin mencintai Allah, atau justru semakin mengabaikan-Nya?

2.Soal kedua, bisakah engkau pastikan kehalalan makanan dan segala barang yang dipergunakan keluargamu?

Apakah makanan yang pasangan hidup dan anak-anakmu makan berasal dari pendapatan yang halal? Dengan bahan buatan yang halal pula? Ataukah kau tak mempedulilan halal atau haram yang mengisi perut dan rumahmu semenjak berumah tangga?

3.Soal ketiga, masihkah pasangan hidupmu menjadi satu-satunya yang terbaik di hatimu?

Atau, mungkinkah kesetiaan sudah tak lagi kau kenali atau kau anggap sesuatu yang berarti dalam menjalankan rumah tanggamu? Saat badannya sudah mekar, perutnya bergelayutan di pinggang, wajahnya melebar, engkau tak lagi memiliki ketertarikan hati untuk mencintai dan setia padanya, padahal... engkaulah salah satu penyebab perubahan bentuk badannya itu.

Atau, adakah wanita dan pria lain menawan hatimu, dan perasaan menyesal membuatmu selalu merutuki pasangan hidupmu dari hari ke hari, padahal ia adalah seseorang yang telah engkau pilih untuk bersanding denganmu secara sadar?

Atau, jangan-jangan... rasa hambar sudah menjadi kabut tebal dalam ruang kamar dan tidak ada lagi cinta tersisa untuk sekadar bertanya kabar, memberi pesan cinta, maupun berfoto selfie mesra dengan pasangan hidupmu? Engkau lebih menyenangi berjalan-jalan dengan rekan kerja di kantor atau sahabat lama daripada dengan kekasihmu itu?

4.Soal keempat, sudahkah engkau mempersiapkan keturunan yang kuat secara keimanan, karakter, maupun finansial?

Sudahkah engkau tanamkan dalam-dalam kecintaan pada Allah, Rasul, dan Islam dalam diri buah hatimu, atau sekadar engkau tanamkan makanan 4 sehat 5 sempurna di tubuhnya?

Sudahkah memberi waktu berkualitas untuk si kecil atau hanya waktu sisa kelelahan bekerja yang kau hadirkan untuknya? Sudahkah mempersiapkan karakter mandiri untuk putra-putri atau hanya sekadar mengajarkan mereka rajin berbelanja di warung sebelah rumah?

khususnya untukmu yang telah 5 tahun lebih arungi bahtera rumah tangga, ada banyak pesan dan pertanyaan yang rasanya ingin terlontarkan untuk saling mengingatkan, betapa rumah tangga hanyalah batu loncatan di dunia ini, bukan tujuan! Maka, jangan sampai kita melupakan tujuan kehidupan yang sebenarnya...

Semoga rumah tangga kita mampu mengantarkan kita menjadi pribadi yang semakin baik dan mendekat pada Allah dari hari ke hari...

Read and SHARE ya....



Sumber : ummi-online.com

KISAH INSPIRATIF : "Kisah Suami Bimbing Istri yang Menolak untuk Salat"

9Trendingtopic - Sudah kewajiban Suami untuk selalu mengingatkan Istrinya apabila melakukan kesalahan. Demikian pula istrinya. 

Seorang wanita di Malaysia menceritakan kisahnya saat ditegur suaminya karena dirinya menolak melaksanakan solat saat masa haidnya usai.


Dilansir Siakapkeli.my, Jumat (28/8/2015), Wanita bernama Cik Atenn Azlan mengaku terharu dan bangga memiliki suami yang yang tak pernah lelah membimbingnya untuk selalu dekat dengan Allah.

Saat itu pukul 01.00 dini hari waktu setempat, Azlan mengaku masa datang bulannya sudah usai sehingga kewajiban untuk melaksanakan ibadah wajib, seperti solat harus ditunaikan.

Sang suami yang mengetahui kalau Azlan telah usai datang bulannya bangun dan mengingatkan Azlan untuk segera melaksanakan solat Isya. Karena waktu solat Isya belum habis.

"Aku berulang kali memberikan alasan, untuk tidak mandi wajib dan mengerjakan solat, salah satunya karena udara sangat dingin dan bawaan ingin tidur," ungkap Azlan.

Mendengar keluhan Azlan, suaminya langsung memberikan nasihat untuknya. Sang suami berkata, dirinya tidak mau langkah kakinya ke surga terhalang oleh istrinya yang lalai dengan kewajiban beribadah.

"Aku terdiam saat ia melantarkan kata-kata itu, kemudian suamiku duduk dan membelaiku, sambil berkata, tidak ada manusia yang sempurna dan tidak ada rumah tangga yang baik kalau suami membiarkan istri melanggar perintah Allah, sebagai suami diriku ingin membimbingmu menuju Allah," kata Azlan menirukan ucapan suaminya.

Sejak saat itu Azlan yang biasanya telat melaksanakan solat dan jarang membaca al Quran, mulai berubah dan lebih rajin dalam beribadah.

"Aku berterima kasih pada Allah yang telah mengirimkan ku seorang pria seperti suamiku yang tak bosan membimbingku untuk meraih ridho Allah," pungkas Azlan.

Masya Allah...



Sumber : sumsel.tribunnews.com

KISAH INSPIRATIF :"Andai Aku Tidak Menikah Dengannya"

9Trendingtopic - Saat menikah, wanita memiliki harapan bahwa pernikahannya akan menjadi surga dunia, penuh kebahagiaan dan keindahan, rumahku surgaku. Namun terkadang kenyataan tak seindah harapan. Ternyata sifat suaminya tak sebaik yang diperkirakan. Atau seiring berjalannya waktu, sikap sang suami kepada sang istri menjadi semakin buruk. Keras, kasar, egois, pemarah, tidak romantis, tidak bertanggungjawab, suka memukul, tidak punya waktu untuk istri, dan sifat-sifat buruk lain. Maka akhirnya bisa terbetik penyesalan mengapa dulu mau menikah dengannya, dan berkata dalam hati: “ANDAI AKU DAHULU TIDAK MENIKAH DENGANNYA”.


Begitu juga sebaliknya bisa terjadi pada sang suami. Setelah sekian lama menikah, dan ternyata sikap sang istri tidak sebaik yg diharapkan, atau sikap istri berubah menjadi buruk seiring berjalannya waktu, bisa terbetik penyesalan mengapa dulu mau menikah dengannya, dan berkata dalam hati: “ANDAI AKU DAHULU TIDAK MENIKAH DENGANNYA”.

Maka saat menikah hendaknya benar-benar selektif dalam memilih calon pendamping hidup, carilah yang benar-benar baik akhlak dan agamanya. Dan mintalah pertimbangan kepada orang-orang bijak, orang-orang yg paham agama, bertakwa, serta terpercaya (ustadz, orang tua, tokoh agama setempat, dll) mengenai sang calon tersebut, agar didapatkan kesimpulan yang obyektif, bukan hanya subyektif, dan bisa jadi mereka mengetahui apa yang tidak kita ketahui.

===============================
Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik sikapnya kepada istrinya

Berikut ini artikel ringkasan ceramah dari Ustadz Syafiq Basalamah, doktor lulusan Universitas Islam madinah, saudi arabia, terutama nasehat untuk para suami agar bersikap baik kepada para istri, sebagaimana yg dilakukan rasulullah kepada para istrinya:

Pernikahan adalah suatu perjanjian yang besar, suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki-laki, yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersamanya dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya.

Istri adalah suatu amanat bagi suami. Suami karena menjadi qowwam (pemimpin) bagi wanita.

Pemimpin (qowwam) ini harus memenuhi 3 fungsi, yaitu:
1) – Mengarahkan istrinya;
2) – Mengayomi istrinya;
3) – Melindungi istrinya.

Suatu penikahan yang merupakan suatu ibadah itu kuat sekali digoda oleh syaitan agar rumah tangganya karam. Oleh karena itu, sangat-sangat penting bagi seorang suami untuk memahami tabiat wanita. Karena wanita itu bukan diciptakan dari baja yang bisa meleleh, bukan pula dari batu yang bisa hancur berkeping-keping jadi kerikil, tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok, yang jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok, oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-pun tidak menyuruh lelaki untuk mengubahnya,

Namun Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat: “Jagalah wanita-wanita itu..! Pelan-pelan dan berlemahlembutlah pada wanita! Sehingga setelah memahami tabiatnya, kemudian memperlakukannya dengan ma’ruf, dengan sebaik-baiknya, seperti firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS. An-Nisaa (4): 19]

Pada saat seorang suami mendapati hal yang tidak disukainya dari seorang istri, maka harus bersabar, dan berpikir baik-baik tentang firman Allah yang menyatakan, bahwa boleh jadi dalam keburukan istri kita itu terdapat kebaikan-kebaikan lainnya yang banyak. Jangan sampai keburukan akhlak dari suami menyampaikan sang istri pada satu situasi dimana ia sangat menyesal dan berkata: “Andai aku tak menikah dengannya..”.

Padahal suatu pengandaian itu hanya akan membuka pintu syaithan.

Tabiat-tabiat Wanita diantaranya adalah:

1) – Pencemburu.

Baik kepada ibu sang suami, saudara/saudari sang suami, wanita-wanita lain, dll.

2) – Perasa.

Perasaannya melebihi akalnya sehingga kadang-kadang mudah marah.

3) – Suka Perhiasan.
4) – Istri membutuhkan pujian/sanjungan dari suami.

Hargai pendapatnya, jangan egois.

5) – Sempatkan waktu untuk bermain-main dengan istri.

Suami berhias atau bersolek untuk istri.

6) – Memberi istri hadiah.
7) – Main tarik ulur.

Bersabar, jangan tergesa-gesa!

Setelah istri menunaikan kewajiban, penuhilah hak-haknya, karena kalau tidak, dia akan mencari haknya di tempat lain.

Istri itu seperti wadah yang akan kekeringan, jika tidak terus diisi air. Karena, jika ia kekeringan, ia akan mencari di tempat lain yang bisa menghapus dahaganya. Ia akan mencari tempat curhat lain selain suami.

Firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kau terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. At-Taghabun (64): 14]

Merupakan nasihat bagi suami, apabila ada masalah dengan istri, maka:

1) – Maafkan dia (tidak memberikan sanksi atas kesalahan);
2) – Tidak menjelek-jelekkan dengan perkataan;
3) – Lupakan dan buka lembaran baru;
4) – Seorang wanita menikah untuk mendapatkan kebahagiaan, sakinah, ketenangan, bukan hanya kebutuhan biologis, bukan pula hanya uang.

Hidup ini sangat singkat, jangan sampai di akhirat datang dengan keadaan tulang rusuk yang terjatuh.

Wasiat untuk suami dan istri:

“Jadilah manusia terbaik! Dimana manusia yang terbaik adalah yang terbaik kepada istri dan keluarganya..”

Wasiat untuk istri:

“Jadilah wanita yang terbaik! Yang bila dipandang menyenangkan dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suami. Suami adalah Surga dan Neraka kita..”

Syarat kriteria seorang lelaki yang baik untuk dipilih ~menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam~ untuk menjadi suami ada 2, yaitu: Agamanya dan Akhlaqnya. Tidak hanya salah satunya, namun harus keduanya.

| Wallahu’alam.
| Semoga yang sederhana ini bermanfaat untukku dan untukmu (saudara-saudara ku seiman)..


Sumber : | Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

via Abu Layla Supry

Friday, September 4, 2015

[MENGHARUKAN] Ribuan Orang Menangis karena Cerita ini


Kita tidak akan tahu rezeki yang datang pada kita dari mana, apakah itu dari pekerjaan kita sehari-hati ataukah dari hal yang tidak terduka. Yang jelas, Tuhan menyuruh kita untuk kerja dan berusaha.
Seperti kisah di bawah ini, mungkin kita akan merasa malu pada diri sendiri jika membaca kisah ini:
REJEKI BANYAK BENTUKNYA
Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya ( Yeti Haryati) .
Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti.
Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang.
Saya keluar memberikan air minum.
“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” .. “Mana masih banyak banget.”
Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.
“Aamiin,” kataku.
“Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku.
“Kalau gak abis ya risiko, Bu.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.
“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum.
“Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…”
“kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.
“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan.
“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.
“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan ..Makasih yaa ,Bu…”
Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.
Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh…jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan…
***
MANUSIA dan BOTOL
1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…
2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…
3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusanribu…
4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.
5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.
Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…
Begitu juga kita…kita semua sama…kita semua manusia…yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…
“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti”
***
Silahkan share cerita singkat ini kepada semua temanmu jika kamu rasa cerita ini bermanfaat.
- See more at: http://www.reportaseterkini.com/2015/08/baca-kalau-berani-ribuan-orang-menangis.html#sthash.ZdsnDhT8.dpuf

KISAH INSPIRATIF Suami Istri yang Menyetuh sekali, Baca kalau berani!


9Trendingtopic - Suamiku berprofesi sebagai insinyur mesin, Aku mencintainya karena sifatnya yang tegar, dan perasaan hangat dan nyaman saat Aku bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun berhubungan, dan sekarang sudah dua tahun kami menikah, aku harus mengakui, aku mulai lelah dengan semua ini. Alasan-alasanku mencintainya, sekarang telah berubah menjadi penyebab kelelahanku.

Aku perempuan yang sangat sentimental, dan sangat, sangat sensitif tentang hubungan cinta dan perasaanku, aku sangat mendambakan momen-momen romantis dalam hidupku. Suamiku, adalah orang yang sangat berlawanan sifatnya denganku, dan ketidakmampuannya membuat momen romantis dalam pernikahan kami telah menghancurkan perasaan cintaku kepadanya.

Suatu hari, akhirnya aku memutuskan untuk menyatakan keputusanku kepadanya. Aku ingin bercerai.

“Kenapa?” tanyanya, kaget.

“Aku lelah. Gak semua hal di dunia ini harus ada alasannya kan?!” Jawabku.

Suamiku hanya diam semalaman, sepertinya ia tenggelam dalam pikirannya, dan merokok sepanjang malam. Perasaan kecewaku hanya bertambah besar melihatnya seperti itu. Disana terlihat laki-laki yang bahkan tidak dapat mengekspresikan kekecewaannya, apa lagi yang aku harapkan dari dia? Akhirnya suamiku bertanya kepadaku.

“Apa yang bisa Aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?”

Sepertinya yang orang-orang bilang itu benar, susah untuk mengubah kepribadian seseorang, dan kurasa, aku telah kehilangan kepercayaan dan cintaku kepadanya.

Aku melihat dalam ke matanya, dan perlahan ku jawab: “Aku punya pertanyaan, kalau Kamu bisa menjawabnya, dan meyakinkanku, Aku mungkin mengubah pikiranku. Seandainya ada bunga yang terletak di tepi jurang, dan mengambilnya bisa membahayakan nyawamu, maukah Kamu mengambilnya untukku?”

“Akan Aku jawab besok” Jawabnya, singkat.

Harapanku hancur mendengar jawabannya.

Keesokan harinya aku terbangun, dan dia sudah tidak ada. Kutemukan sepucuk surat dengan tulisan tangannya yang jelek, dibawah segelas susu di meja makan dekat pintu depan. Aku baca perlahan kata-katanya.

.....

“Sayangku, Aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi biarkan Aku menjelaskan alasanku..”

Baru kalimat pertama, tapi kekecewaanku semakin bertambah padanya. Kulanjutkan membaca.

“... Ketika kamu menggunakan komputer, kamu selalu bermasalah dengan program-programnya, kemudian Kamu menangis di depan monitor. Aku harus menjaga jariku, jadi aku bisa tetap membantumu memperbaiki programnya. Kamu selalu lupa membawa kunci pintu kalau keluar rumah, jadi Aku harus menjaga kakiku untuk berlari pulang agar Kamu bisa segera masuk ke dalam rumah. Kamu suka jalan-jalan, tapi Kamu selalu tersasar di tempat yang baru, jadi Aku harus menjaga mataku agar bisa memberitahu jalan yang benar. Kamu selalu keram setiap bulan saat “teman baikmu” datang, jadi Aku harus menjaga tanganku untuk mengelus perutmu dan meredakan rasa keram itu...”

“.....”

“... Kamu selalu suka untuk tetap di rumah, dan Aku khawatir Kamu tidak memiliki teman. Jadi Aku harus menjaga mulutku, agar bisa terus menceritakan cerita-cerita lucu untuk menghilangkan kebosananmu. Kau selalu suka menatap komputer, dan itu buruk untuk matamu. Jadi Aku harus smenjaga mataku, agar kalau kita tua nanti, aku bisa membantu memotong kukumu, dan membantumu menyibak ubanmu yang mengganggu, jadi Aku bisa memegang tanganmu, sambil memandang pantai berdua. Jadi kamu bisa menikmati sinar matahari, dan pasir yang indah... Jadi Aku bisa menceritakan kepadamu warna dari bunga-bunga, seperti rona wajahmu saat Kamu masih muda... Jadi, Sayangku, kecuali aku yakin ada orang lain yang mencintaimu lebih dari Aku... Aku tidak bisa memetik bunga itu, dan mati...”

Air mataku mengalir membasahi suratnya, dan merusak tinta di tulisannya sepanjang aku membaca...

“... Sekarang Kamu sudah selesai membaca jawabanku. Kalau kamu puas dengan jawabanku, tolong buka pintu depan, karena aku sedang berdiri menunggumu sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu...”

Aku bergegas menarik pintu, dan melihat wajahnya yang penasaran, memeluk erat botol susu dan roti dengan tangannya.
Sekarang aku sangat yakin, tidak ada orang yang bisa mencintaiku sebesar cintanya kepadaku, dan aku memilih untuk tetap bersamanya, meninggalkan bunga-bunga yang aku inginkan di belakang...

Begitulah hidup. Ketika seseorang dikelilingi oleh cinta, lama-lama perasaan bahagia itu pudar, dan dia tidak merasakan cinta sesungguhnya karena tertutup oleh kebosanan.

Cinta hadir dalam berbagai bentuk, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan tidak terasa. Bisa jadi, cinta hadir dalam bentuk yang sangat membosankan. Bunga-bunga dan momen romantis hanya hal yang bisa dilihat dari kekuatan cinta. Namun dibalik itu semua, ada cinta yang sebenarnya..

Pandangi wajah pasanganmu jika Kau mulai merasa bosan. Pikirkan hal-hal yang membuatmu jatuh cinta kepadanya dulu..



#Like dan #Share kisah ini, karena bisa jadi ada keluarga yang Bunda selamatkan karena membaca kisah ini. 



Sumber : detiksiana.com


Thursday, September 3, 2015

Sosok Inspiratif : Lhie Dharmawan, Si Dokter Dermawan, SAHABAT kaum Miskin

"Tuhan, aku mau jadi dokter yang kuliah di Jerman"

9Trendingtopic - Dokter Lie Dharmawan sosok seorang dokter yang mungkin bagi penulis sendiri bisa dikatakan sebagai 'malaikat' bagi kaum miskin. Perjalanan hidupnya sangat menginspirasi dan menarik untuk disimak. Bernama lengkap Dr. Lie Augustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV dengan nama kecil yakni Lie Tek Bie. Beliau lahir di Kota Padang pada tanggal 16 april 1946. Dr. Lie Dharmawan ini terlahir dalam keluarga yang amat miskin dan serba kekurangan. Lie Dharmawan mempunyai saudara berjumlah enam orang, ketika ia berumur sepuluh tahun, ayahnya meninggal dunia jadi hanya ibunyalah seorang diri yang hanya tamatan Sekolah Dasar berjuang keras menyekolahkan ketujuh anaknya yang masih sangat kecil termasuk dr. Lie Dharmawan sendiri. Semua perkerjaan ia lakoni demi bertahan hidup dan demi anak-anaknya termasuk mencuci baju, memasak, membuat kue, hingga menjadi pencuci piring.

Kehidupan Lie Dharmawan ketika Kecil
Demi kelangsungan hidup keluarganya, Lie Dharmawan kecil sempat membantu ibunya berjualan kue, ia kagum terhadap perjuangan keras ibunya yang ia anggap tak pernah menyerah dan putus asa dalam menghadapi sesuatu juga sering mengasihi oranm-orang miskin di sekitarnya. Ia sendiri tidak mengerti kenapa ibunya mempunyai filosofi seperti itu. Tekad Lie Dharmawan untuk menjadi dokter datang ketika ia melihat masyarakat disekitarnya sulit untuk pergi ke dokter di rumah sakit yang disebabkan karena faktor kemiskinan. Hal ini kemudian menyebabkan masyarakat terpaksa untuk pergi berobat ke dukun karena biayanya yang murah dan juga sebagai alternatif pengobatan. Sebab lain mengapa Lie Dharmawan ingin menjadi dokter karena ia melihat sendiri adiknya meninggal karena penyakit diare aku dan telambat ditangani oleh dokter. kedua hal itulah yang membuat lie darmawan bertekad kuat untuk menjadi dokter. Namun apadaya ketika di sekolah ia menyampaikan cita-citanya ingin menjadi dokter, ia hanya mendapatkan tertawaan dari teman temannya seisi kelas, disebabkan karena ia miskin sehingga tidak bisa masuk ke jurusan kedokteran. Namun kelak, ia benar benar membuktikan cita citanya itu.

Jalan Panjang Menjadi Seorang Dokter
Lie Dharmawan pun sadar bahwa cita citanya untuk menjadi dokter bisa dikatakan sangat berat, namun seberapa berat masalah jika dengan tekad kuat dan kerja keras pasti akan tercapai karena yang namanya kerja keras tak pernah menghianati pengorbanan, selalu ada hasil manis dari pengorbanan itu. Selain belajar dengan keras, setiap pukul enam pagi hari, ia selalu pergi ke gereja yang berada didekat sekolahnya dan kemudian berdoa dengan doa yang sama yang selalu ia ulang-ulang selama bertahun-tahun.
"Tuhan, aku mau jadi dokter yang kuliah di Jerman"
Di tahun 1965, Lie Dharmawan kemudian lulus SMA dengan prestasi yang cemerlang, berkali-kali ia mendaftar di fakultas kedokteran yang ada dipulau Jawa namun ia tidak pernah diterima. Kesempatan kuliah akhirnya ada ketika ia diterima masuk di fakultas Kodekteran di Universitas Res Publica (URECA) dimana universitas ini didirikan oleh para petinggi organisasi Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia tahun 1958 namun baru bebrapa hari kuliah, kampusnya dibakar oleh massa. Akhirnya ia tidak dapat melanjutkan kuliuahnya, dan Lie Dharmawan kemudian memutuskan untuk menjadi pekerja serabutan untuk mengupulkan uangnya membeli tiket ke Jerman untuk melanjutkan cita-citanya.

Kuliah Kedokteran DI Jerman
Di usianya yang ke 21 tahun, Lie Dharmawan pun mendaftarkan diri ke sekolah kedokteran di Berlin Barat, Jerman namun tanpa dukungan beasiswa. Dengan tekad yang kuat ia akhirnya diteriman di fakultas Kedokteran Free University, Berlin Barat. Dan untuk memenuhi biaya kuliah dan kehidupan sehari-harinya, Lie Dharmawan kemudian bekerja sebagai kuli bongkar muat barang. pada kesempatan lain, Lie juga bekerja di sebuah panti jompo yang salah satu tugasnya adalah membersihkan kotoran orang tua berusia 80 tahunan.

Lie Dharmawan tetap berprestasi sekalipun sibuk bekerja, sehingga ia mendapat beasiswa, itu semua ia gunakan untuk biaya sekolah adik-adiknya. Tahun 1974, Lie berhasil menyelesaikan pendidikannya dan mendapat gelar M.D. (Medical Doctor). Empat tahun setelahnya, Lie sukses menyandang gelar Ph.D. Melalui perjuangan tanpa kenal lelah selama sepuluh tahun, Lie akhirnya lulus dengan membanggakan diaman ia lulus empat spesialisasi yakni ahli bedah umum, ahli bedah toraks, ahli bedah jantung dan ahli bedah pembuluh darah. Cita cita semasa kecilnya akhirnya tercapai.

dr. Lie Dharmawan Kembali Ke Indonesia
Selama enam bulan Lie di Semarang kemudian ke RS Rajawali, Bandung. Tahun 1988, Lie berkarir di RS Husada, Jakarta hingga saat ini. Kegiatan sosial pertama Lie sebagai seorang dokter bedah di Indonesia dilakukan saat mengoperasi secara cuma-cuma seorang pembantu rumah tangga tahun 1988. Selanjutnya, Lie juga terus mengupayakan bedah jantung terbuka (bedah di mana jantung dihentikan dari pekerjaannya untuk dibuka untuk diperbaiki). Bedah semacam ini melawan arus karena butuh peralatan yang lebih canggih dan mahal, namun harus dilakukan dalam operasi skala besar. Tahun 1992, Lie akhirnya sukses melangsungkan bedah jantung terbuka untuk pertama kalinya di rumah sakit swasta di Jakarta.

Mendirikan yayasan DoctorSHARE dan Rumah Sakit Apung
Jangankan berobat, jika makan sehari-hari pun sulit. Kesadaran ini menerpa batin Lie begitu kuat hingga akhirnya bersama Lisa Suroso (yang juga aktivis Mei 1998) mendirikan sebuah organisasi nirlaba di bidang kemanusiaan dengan nama doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli—sebuah organisasi kemanusiaan nirlaba yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan medis dan bantuan kemanusiaan. DoctorSHARE bekerja didasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan dan etika medis. DoctorSHARE memberikan pelayanan medis secara cuma-cuma di berbagai wilayah Indonesia. Selain pengobatan umum di berbagai sudut Indonesia, program awal DoctorSHARE adalah pendirian Panti Rawat Gizi) di Pulau Kei, Maluku Tenggara.

Lie Darmawan tidak pernah lupa kata-kata Ibunya sejak kecil yang ia pegang terus sampai ia berhasil menjadi dokter dengan keahlian empat spesialis bedah.

"Lie, kalau kamu jadi dokter, jangan memeras orang kecil atau orang miskin. Mungkin mereka akan membayar kamu berapapun tetapi diam-diam mereka menangis di rumah karena tidak punya uang untuk membeli beras".

Inspirasi ini melekat kuat dalam benak Lie. Bersama DoctorSHARE, Lie mendirikan Rumah Sakit Apung (RSA) Swasta, yang diberi nama KM RSA DR. LIE DHARMAWAN. Pelayanan medis dalam RSA dilakukan dengan cuma-cuma. Dari koceknya, ia mewujudkan mimpi yang muskil, membangun rumah sakit apung. Kemudian berlayarlah Lie Dharmawan mengunjungi pulau-pulau kecil di Nusantara, mengobati ribuan warga miskin yang tak memiliki akses pada pelayanan medis. Tujuan didirikannya RSA ini adalah untuk melayani masyarakat yang selama ini kesulitan mendapat bantuan medis dengan segera karena kendala geografis dan finansial, terutama untuk kondisi darurat, khususnya bagi masyarakat prasejahtera yang tersebar di kepulauan di Indonesia. Rumah Sakit Apung milik dr. Lie hanyalah sebuah kapal sederhana yang terbuat dari kayu, yang di dalamnya disekat-sekat menjadi bilik-bilik yang diperuntukkan untuk merawat pasien-pasien inap ataupun pasien-pasien pasca operasi. Sehingga dr. Lie dianggap sebagai dokter gila, karena keberaniannya menggunakan kapal kayu mengarungi pelosok negeri ini untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu tetapi memerlukan pelayanan kesehatan segera.

Itulah sekilas biografi singkat mengenai dr. Lie Dharmawan, semoga dengan membaca biografi dr. Lie Dharmawan kita semua memperoleh inspirasi atau informasi yang bermanfaat...




Sumber : facebook

Friday, August 28, 2015

INSPIRATIF : "Suaminya Buta, Isteri Cacat.. Suami Kayuh, Isteri Kawal Arah"

9Trendingtopic - Masya Allah .... Sungguh terharu melihat gambar ini. Pasangan suami istri yang saling melengkapi kekurangan pasangannya, saling menghargai pasangannya, saling bersyukur atas hidup yang diberikan oleh Allah SWT, saling bersabar di atas kesetiaan.

Kami kutip dari Timeline di sosial media facebook milik Ustadz Felix Siauw...
Ketika sepasang suami istri saling melengkapi akan kekurangannya, dan tetap bersabar diatas kesetiaan... Suaminya buta dan istrinya cacat. Suami yg menggowes, istri yg mengemudi. Masyaa Allah...
(Sumber : Sepeda Indonesia)


Semoga dapat bermanfaat dan dapat memberikan inspirasi kepada kita yang telah menikah, hargai pasangan kita, lengkapi kekurangannya, dan bersabarlah di atas kesetiaan....


INSPIRATIF : "Belajar dari Tumpukan Batu"


9Trendingtopic - Setelah tamat dari universitas tidak beberapa lama, aku ditugaskan di sebuah kota kecil kawasan hutan terpencil sebagai guru, gajinya sangat kecil. Sebenarnya aku mempunyai kelebihan yang tidak sedikit, keterampilan dasar mengajar cukup baik, dan mempunyai keahlian khusus menulis karangan. 

Kemudian, di satu sisi aku mengeluh pada takdir yang tidak adil, dan pada sisi lainnya merasa iri dengan orang-orang yang memiliki pekerjaan terhormat, menerima gaji yang tinggi. Jika demikian, bukan hanya sudah tidak bergairah terhadap pekerjaan, bahkan untuk menulis karangan juga sudah tidak berminat lagi. Seharian penuh, aku terus memperindah karangan, membayangkan bisa mempunyai kesempatan untuk memilih sebuah lingkungan kerja yang baik, dan juga menerima imbalan yang besar.

Begitulah waktu dua tahun telah berlalu dengan cepat, pekerjaan yang kulakukan sendiri tidak keruan, dalam karang-mengarang juga tidak ada hasil apa-apa. Sementara itu, aku telah mencoba memadukan beberapa bagian yang kusukai sendiri, namun pada akhirnya tidak ada satu pun yang menerimaku.
Lalu, muncullah tanpa sengaja sebuah masalah kecil yang sepele, tapi mampu mengubah nasib yang selama ini memang ingin kuubah.

Pada hari itu, sekolah menyelenggarakan pekan olahraga, di kota kecil yang sangat kekurangan aktivitas kebudayaan ini, sudah pasti merupakan suatu hal yang besar, oleh karenanya, orang yang datang untuk melihat sangat banyak. Sekeliling lapangan olahraga yang tidak begitu luas dengan cepat telah membentuk lingkaran tembok manusia hingga angin tak bisa berembus.

Aku datang terlambat, berdiri di balik tembok manusia, menjungkitkan kaki juga tidak bisa melihat suasana yang ramai di dalamnya. Pada saat demikian, seorang bocah lelaki pendek yang berada di samping telah menarik perhatianku. Hanya melihat dia sekali demi sekali memindahkan batu bata dari tempat yang tidak jauh, di balik tembok manusia yang tebal itu, dengan sabar membangun sebuah pijakan, setingkat demi setingkat, tak kurang dari setengah meter tingginya. Aku tidak tahu sudah berapa banyak waktu yang digunakannya untuk membangun "panggung" ini, dan juga tidak tahu sudah berapa banyak pertandingan seru yang terlewatkan, namun saat dia naik ke atas pijakan yang dibangunnya, ia mengarah kepadaku sambil tersenyum berseri-seri. Kegirangan dan rasa bangga atas keberhasilan itu, tampak demikian jelas di wajahnya.

Sekilas, hatiku terguncang sejenak, masalah yang demikian sederhananya: "jika ingin melintasi tembok manusia yang padat untuk dapat melihat pertandingan yang seru, cukup ganjalkan saja batu bata yang agak banyak di bawah kaki."

Sejak saat itu, dengan penuh semangat aku mulai bekerja dengan sungguh-sungguh, selangkah demi selangkah. Dan dalam waktu yang singkat, aku telah menjadi juru didik terkenal.

Berbagai jenis susunan bahan pelajaran terbit terus-menerus, dan berbagai macam kehormatan yang membuat orang iri berturut-turut jatuh ke tanganku. Di waktu luang, aku tidak berhenti menulis karangan, berbagai macam karya sastra kerap kali dimuat di surat kabar, menjadi orang yang secara khusus menyumbangkan karangan ke banyak penerbitan. Kini, aku telah bertugas di sekolah menengah kejuruan dan dimutasi ke tempat yang kusukai sendiri.

Sebenarnya, seseorang yang memiliki cita-cita asal saja tidak takut susah, secara diam-diam "mengganjal batu bata yang agak banyak di bawah kaki sendiri", maka pasti bisa melihat pemandangan yang ingin dilihat sendiri, memetik buah hasil kesuksesan itu yang digantungkan ke tempat yang tinggi.


Sumber : inspirasidaily.com

Tuesday, August 25, 2015

KISAH INSPIRATIF : "Suami Setia Penjaga Bidadari Surga"


9Trendingtopic - Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Namun ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya-- karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- - Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu 'agar semua anaknya dapat berhasil'.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Sambil air mata si sulung berlinang.

"Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi,
kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak,
dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak,
kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Si Sulung melanjutkan permohonannya.


”Anak-anakku. ..Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit." Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.


Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa....disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkimpoiannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...” Sambil menangis.


"Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya...BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".


(Semoga Allah memberkahi para suami yang sholeh dan istri yang sholehah)

Demikian KISAH Inspiratif kali ini, semoga bermanfaat...

Sumber : imampriestian.blogspot.com