Showing posts with label investigasi. Show all posts
Showing posts with label investigasi. Show all posts

Thursday, September 10, 2015

Wanita China Ajak Ibunya yang Lumpuh Keliling Dunia Ini Hebohkan Netizen


9Trendingtopic - Serangkaian foto, yang menampilkan seorang perempuan China mengajak ibunya yang lumpuh berkeliling dunia untuk memulihkan kesehatannya, menjadi #trendingtopic di "Negeri Tirai Bambu" itu.

An Rong (42) mulai mengajak ibunya berkeliling dunia pada 2009, ditemani saudara perempuan dan keponakannya. Jalan-jalan keliling dunia itu dilakukan setelah sang ibu mengalami kecelakaan yang kemudian membuatnya depresi.

Kondisi kesehatan sang ibu yang berusia 87 tahun itu bahkan terus memburuk sehingga harus menggunakan kursi roda.

"Wajahnya menunjukkan bahwa dia sangat menderita saat itu. Dia mulai enggan makan dan minum seperti biasa. Dia juga hanya berbaring seharian di ranjang dan semakin pikun," kata An Rong.

"Saya dan kakak harus terus mengingatkannya agar menyantap makanan dan membawakannya kunci setiap kali dia pergi keluar rumah," tambah Rong.

Melihat kondisi ibunya yang memilukan itu, An Rong memutuskan untuk mengajak sang ibu berjalan-jalan saat dia mengambil cuti tahunan. Perjalanan pertama An Rong dan ibunya adalah ke Hainan pada 2006.

"Itulah kali pertama ibu naik pesawat terbang. Saat itu, dia terlihat sedikit cemas. Dia bahkan berpikir jalan-jalan hanyalah membuang-buang uang," kata An Rong.

Namun, ternyata perjalanan di dalam negeri itu mulai membuka pikiran sang ibu. Mereka memutuskan untuk melanjutkan jalan-jalan itu ke luar negeri dan pilihan pertama adalah ke Asia Tenggara.

Sejauh ini, mereka sudah mengunjungi Thailand, Jepang, Korea, dan Maladewa serta lebih dari 10 negara lainnya. Mereka juga sempat mengunjungi AS dan An Rong mengajak ibunya naik helikopter di atas Grand Canyon.

"Sudah sembilan tahun sejak ibu pertama kali naik pesawat terbang. Kini, dia bisa tersenyum dan tak merasa takut lagi," kata An Rong.

Setelah mengunjungi lebih dari 10 negara, ternyata kesehatan sang ibu membaik meski dalam perjalanan itu ibu An Rong harus mengganti kursi rodanya sebanyak lima kali.





Sumber : internasional.kompas.com

Monday, September 7, 2015

Kisah Mengharukan : "Akibat Residu Asap Rokok Ayahnya, Bayi Ini Meninggal terkena Pneumonia"


9Trendingtopic - Jangankan menghirup asap rokok, menghirup residu atau endapan racun dari asap rokok juga berbahaya bagi anak.

Seorang mantan perokok aktif mengaku telah mengalaminya sendiri, sang anak meninggal meski ia selalu merokok di luar rumah.

Pengakuan tersebut disampaikan seorang pria di sebuah forum online. Pria yang menggunakan akun 05072013 tersebut mengisahkan, anaknya meninggal akibat pneumonia atau radang paru-paru akut di usia yang masih sangat muda, yakni 1 tahun. Sama seperti kisah tentang Keanu, pengakuan pria ini juga tersebar luas di jejaring sosial.
Gua mantan perokok gan (perokok aktif selama 18 thn). Anak gua cewek hanya bisa genap usianya 1 tahun 10 hari, wafat di vonis radang paru-paru akut (pneumonia) krn ayahnya ngerokok. bukan ngerokok di sebelah anaknya (gua klo ngerokok pasti keluar rumah), tetapi menghirup racun-racun nikotin dari baju ayahnya saat kondisi menggendongnya setelah barusan merokok :sedih,” demikian kutipan pengakuan sang ayah, yang  tidak bersedia mengungkapkan identitas aslinya.

Kisah-kisah semacam ini dinilai tidak terlalu mengejutkan bagi dokter yang juga penulis buku kesehatan anak, dr Arifianto, SpA. Menurut dokter yang akrab disapa dr Apin ini, orang tua yang merokok tetap membuat anak berisiko terkena penyakit paru-paru meski sudah membatasi untuk tidak merokok di dalam rumah.

“Asap rokok itu efeknya sampai 10 meter. Jadi walaupun di luar rumah tetap ada risiko asap masuk ke dalam,” kata dr Apin, seperti ditulis Senin (24/3/2014).

Risiko tersebut merupakan efek dari residu racun rokok, yang menempel di baju maupun benda, gorden, seprai, dan sebagainya. Seseorang yang terpapar racun rokok dengan cara demikian disebut sebagai third hand smoker. Bahayanya sama seperti second hand smoker, yang oleh orang awam sering disebut perokok pasif.



“Tetap saja (berisiko) biar merokok di kantor atau di perjalanan tetapi baru masuk rumah langsung peluk, gendong, atau cium anak tanpa mandi, bersih-bersih dan sikat gigi dahulu,” ungkap dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan prevalensi perokok pada tahun 2007, 2010, dan 2013 berturut-turut meningkat dari 34,2%; 34,7% dan akhirnya 36,3%. Tak hanya itu, dari 92 juta orang perokok pasif, 43 juta di antaranya anak-anak dan yang paling menyedihkan dan memprihatinkan adalah 11,4 juta dari anak-anak ini masih berusia balita. [Sumber: DetikHealth]




Sumber artikel : sebarkanlah.com

Kata-kata Terakhir Aylan Kurdi: Ayah, Jangan Mati

Foto tubuhnya yang terdampar di sebuah pantai di Bodrum, Turki, memicu gelombang simpati di seluruh dunia.

9Trendingtopic - Kata-kata tragis terakhir dari Aylan Kurdi sebelum tenggelam adalah 'Ayah, jangan mati'.

Aylan, bocah Suriah berusia tiga tahun tewas tenggelam ketika berusaha mencapai Eropa. Foto tubuhnya yang terdampar di sebuah pantai di Bodrum, Turki, memicu gelombang simpati di seluruh dunia.

Foto itu menjadi titik balik tentang perdebatan yang memungkinkan para pencari suaka Suriah bisa tinggal di Eropa.

Abdullah, ayah Aylan, mencoba untuk menyelamatkan anggota keluarganya saat perahu yang ditumpangi terombang-ambing di Laut Aegean.

Namun usaha Abdullah sia-sia. Selain Aylan, Abdullah juga kehilangan Galip, 5 tahun, dan istrinya, Rehan, saat perahu mereka mendapat masalah dan akhirnya terbalik.

Abdullah adalah satu-satunya yang selamat dari musibah yang menimpa keluarganya di Laut Aegean.

"Ketika perahu terbalik dan gelombang terus datang, dua anak laki-laki itu dalam pelukan ayahnya," kata Fatima Kurdi, bibi Aylan yang tinggal di Kanada, sambil menangis dikutip Dream dari laman Daily Mail, Senin 7 September 2015.

"Dia mencoba dengan segala kekuatannya untuk mendorong anak-anaknya agar tetap di atas air dan mereka berteriak, 'Ayah, jangan mati'."

Sesaat kemudian Abdullah baru menyadari bahwa Galip telah meninggal jadi membiarkannya pergi terseret gelombang.

Wanita berusia 44 tahun ini kemudian melanjutkan adiknya Abdullah mencoba untuk menyelamatkan anak keduanya, Aylan. Dia menatap putranya itu dan ada darah keluar dari matanya. Abdullah tahu, Aylan pun sudah meninggal, jadi dia menutup matanya dan membiarkannya pergi.

Abdullah kemudian mencari-cari istrinya yang terlihat mengambang di atas air. Saat itu, lanjut Fatima, Abdullah berkata, "Saya telah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan mereka tetapi saya tidak bisa."

Kini jasad Aylan dan kakaknya, Galip, serta ibunya telah dimakamkan di wilayah Kobane, Suriah.

Dunia langsung bereaksi dengan memberikan simpati yang besar terhadap pengungsi Suriah sejak foto tubuh bocah tiga tahun Aylan terdampar di sebuah pantai di Bodrum, Turki beredar pada hari Rabu pekan kemarin.

Fatima mengatakan meski Abdullah tetap ingin tinggal di Kobane namun dia berharap adiknya itu bisa tinggal bersamanya di British Columbia, Kanada.

"Dia tidak ingin datang ke sini setelah kehilangan keluarganya. Dia akan datang ke Eropa untuk masa depannya. Dia tidak peduli sekarang, tapi saya akan berbicara dengannya agar suatu hari ia mungkin berubah pikiran. Aku ingin dia di sini," kata Fatima.




Sumber : dream.co.id