Monday, June 8, 2009

Jubah Gaib Harry Potter Bakal Terwujud !

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxUqH1Funa9-c0_akrU3wd7IK-6eiSg-gcfJxvyz_HDjec5NyLJaOeZEiaqye2DXnl5A21s8R0fReCp62OsOwQgcvqz1f_oNps-0OVAXAu4lcaoVS8LrG_sJoC-p1qJWsSAn63iOuixkg/s400/6+invisibility_cloak.jpg



Meski sempat dibantah oleh beberapa ilmuwan mengenai mustahilnya pembuatan jubah tidak telihat Harry Potter. Namun, penggagas ide tersebut memastikan jubah itu bakal segera terwujud dalam waktu dekat.

Michal Lipson dari New yorks’s Cornell University dan Xiang Zhang dari University of California adalah dua ilmuwan yang berhasil membuat kain dengan bahan fungsinya mirip dengan jubah Harry Potter.

Seseorang akan bisa berlindung dalam jubah tersebut dan tak terlihat oleh orang lain.Namun pemakainya bisa melihat orang lain dan beraktivitas seperti biasa tanpa diketahui keberadaannya.

Jubah rancangan Lipson dan Zhang ini terbuat dari materi kaca yang sangat tipis dengan efek benturan yang sangat halus. Demikian yang dilansir Telegraph.

Materi ini kemudian membelokkan cahaya disekitar objek tiga dimensi, dan inilah yang menimbulkan efek pengguna jubah seakan “menghilang” dan tak terlihat oleh orang lain.

Adapun teknik yang digunakan jubah ini, yaitu dengan menggunakan efek pembelokan cahaya yang bergantung pada pembiasan berbalik. Efek ini sama dengan yang biasa kita temui pada sedotan yang terlihat bengkok ketika ditaruh dalam gelas bening berisi air.

Dengan menggunakan materi skala nano yang diukur dalam ukuran miliaran per meter, ilmuwan kemudian mengatur pembelokan cahaya disekitar objek tiga dimensi untuk membuat pengguna jubah “menghilang”.

Materi yang digunakan dalam pembuatan jubah ini biasa digunakan dalam panjang gelombang untuk kepentingan indutri telekomunikasi yang menjadi bagian dari spektrum.

Fakta unik angka-bilangan di Indonesia


Setiap negara bangsa, negara dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh. Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya.


Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah teman-teman masing-masing dari satu sampai sepuluh maka kadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia. Mungkin tergantung dari enaknya di lidah atau di telinga.


Langsung saja. Di sini saya bukan mengajarkan Anda berhitung tapi coba perhatikan deretan angka-angka di bawah ini.


1 = Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan


Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan.. Mempunyai huruf awal yaitu S dan bila diumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh.

Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Terurut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlah dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.


Tidak sampai disitu, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S.


Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).


Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada diantara Empat dan Enam (pembenaran lagi).


Sedangkan angka Lima huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).


Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.


Ternyata, tidak pake matematika. Cukup ditulis saja dikertas kosong kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat maka kamu bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama. Tulis huruf T besar di kertas pake font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Tada…. Kamu pasti bisa lihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung. (pembenaran yang juga dipakasakan sekali).


Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Lalu bagaimana dengan di Malaysia yang juga memakai bahasa yang sama? Ternyata di Malaysia angka 8 tidak disebut sebagai Delapan tapi Lapan. Jadi pola ini hanya milik Indonesia. Jangan sampai diklaim juga sama mereka.

sumber : Ikhsan

Puluhan Mummy Korban Suku Inca Ditemukan Di Peru

chotuna_pre_inca_tomb


Peneliti situs arkeologi di kompleks Chotuna Chornancap, bagian Utara Peru, menemukan peninggalan peradaban suku Inca berupa puluhan tubuh manusia yang dikorbankan 600 tahun lampau. Sebagian sisa-sisa tubuh tersebut menunjukkan leher korban dianiaya dengan senjata tajam sebelum dikorbankan. Demikian dikatakan kepala peneliti, Carlos Webster, baru-baru ini.


Kendati penemuan sejenis sudah sering diungkap, peneliti mengatakan bahwa penemuan 33 tubuh manusia dalam satu tempat ini adalah luar biasa. Kebanyakan tubuh-tubuh itu berjenis kelamin wanita muda berusia sekitar 15 tahun. Salah satunya diketahui sedang hamil empat bulan saat dikorbankan, tambah Webster.


Keadaan tubuh-tubuh mumi tersebut dalam kondisi baik karena telah diawetkan. Mereka ditemukan di daerah kering sedalam tujuh kaki dari permukaan tanah.(ANS/Reuters)LIPUAN6.COM


sumber gambar : http://gogeometry.com/incas//chotuna_pre_inca_tomb_lambayeque.htm

Sebatik, Wilayah Indonesia Serba Malaysia

TEMPO Interaktif, Sebatik: “Lebih enak pakai Ringgit timbang Rupiah,” kata Daeng Mallongi, petani Kakao di Desa Pancang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.


Ungkapan Mallongi hampir merata diungkapkan warga Sebatik yang merupakan wilayah Indonesia. Tapi mata uang Negara Malaysia biasa digunakan sebagai media transaksi di daerah perbatasan ini.


ringgit Bukan hanya mata uang, kebutuhan dapur warga Sebatik juga sangat bergantung barang dari Tawau Malaysia, seperti beras, gula pasir dan minyak makan. Barang itu sengaja didatangkan dari negeri seberang karena barang Indonesia yang beredar di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, tak bisa mencukupi.


“Kalau di rumah habis saya ke Tawau belanja, naik kapal cuma 40 menit,” kata Mallongi.


H. Abdul Kalap pemilik toko sembako di Sebatik menjual semua barang dari Malaysia. Mulai roti, tepung, bensin, gas, obat-obatan pertanian, susu kental. Tapi di toko ini juga menjual produk Indonesia, yakni rokok. “Kalau kita bawa rokok dari Malaysia, ditangkap,” kata Kalap.


Kecuali rokok, pembelian barang ditoko milik Kalap ini semua menggunakan Ringgit Malaysia (RM). Ini tampak jelas pada bandrol harga yang ditempel di barang yang dijual tertulis dengan ringgit. “Kalau mau bayar pakai rupiah, ya disesuaikan dengan ringgit, kalau harga barang 3 RM, kira-kira Rp10.000,” ujarnya.


Pembayaran dengan ringgit tak hanya di pertokoan dan jual beli barang. Di sekolah negeri di Sebatik sebagian juga bisa membayar menggunakan ringgit. Ini diakui Rani Riyanti (10), Hasni Maryam (10) yang duduk di bangku kelas 2 dan Iskandar Syahputra (14) yang duduk di kelas 4 SDN 009, Kampung Sinjai. “Bayar SPP 1 ringgit 50 sen,” kata Iskandar Syahputra.


Penggunaan ringgit oleh warga Indonesia di Sebatik bukan tanpa alasan. Menuju ke Tawau, Malaysia warga sebatik hanya perlu waktu 40 menit. Sedangkan menuju kota Tarakan atau Nunukan dari Pelabuhan Sungai Nyamuk, Sebatik memerlukan waktu perjalanan hingga 2 jam lebih. “Barang Malaysia lebih bagus dibanding barang Indonesia,” ungkap Mallongi.


Mallongi mengaku tak berniat untuk tidak menghargai mata uang negaranya sendiri. Jika saja Pemerintah memperhatikan warga di perbatasan dengan memberikan fasilitas seperti di kota, kejadian di Sebatik tak akan terjadi. “Kalau mau nunggu sembako dari Surabaya, kelamaan sampainya,” kata M Taher rekan Mallongi

Demi Bantu Ibu, Murid SD Jual Narkoba



Percut Sei Tuan-Perjalanan hidup AL(12) terbilang tragis. Sejak kecil, dia tak merasakan kasih sayang seorang ayah. Umur 1 tahun, AL (foto) dan ibunya, Ratna (40), ditinggal pergi. Demi membiayai putra semata wayangnya, Ratna harus banting tulang jadi tukang cuci.


Dibalik sifat pendiamnya, AL ternyata sosok bocah yang sadar bagaimana kerasnya hidup. AL sadar bagaimana ibunya tiap hari mendatangi rumah-rumah orang untuk mencuci pakaian. AL juga sadar semua itu dilakoni ibunya demi dia.


Melihat ibunya tiap hari berangkat pagi dari kediaman mereka di Percut Sei Tuan, AL merasa iba. Apalagi, penghasilan ibunya hanya cukup-cukup makan sementara mereka tinggal bertiga bersama Basiah (77), nenek AL.


Meski tak tahu caranya, AL bertekad membantu ibunya cari uang. Dia tak mau jadi beban ibunya. Sayangnya, kepolosan AL dimanfaatkan manusia tengik yang menghalalkan segala cara demi lembaran rupiah. Manusia tengik itu berinisial M. AL mengaku baru mengenalnya 3 minggu belakangan ini.


Tahu AL cari kerja demi bantu ibunya, Jumat (5/6) lalu, M menawarkan pekerjaan dengan penghasilan minimal Rp 50 ribu per hari. Jumlah duit itu terbilang lumayan buat AL. Dalam benaknya, ibunya akan terbantu dan tak perlu banting tulang demi dia. Tanpa memikirkan resiko, AL menyanggupi permintaan M untuk menjual ganja. Tiap ons ganja terjual, AL dapat upah Rp 50 ribu.


Niat suci AL harus dibayar mahal. Kemarin (7/6) siang, AL diboyong ke Polsek Percut Sei Tuan setelah polisi yang menyamar jadi pembeli, transaksi dengannya. 1 ons ganja yang disimpan AL di kandang ayam tetAL, ikut dibawa sebagai barang bukti. “Kita masih lakukan pengembangan untuk menangkap yang memberi barangnya (ganja-red),” ujar Kapolsekta Percut Sei Tuan, AKP Edy Bona Sinaga SH.


‘Aku Cuma Mau Bantu Ibu Karena Capek Nyuci’


Rumah semi permanen itu terlihat sunyi. Salam POSMETRO MEDAN disambut wanita lanjut usia. Dia adalah Basiah, nenek AL. Ratna sendiri masih bekerja. Dengan mata berkaca-kaca, Basiah berkata cucunya dimanfaatkan untuk menjual daun haram itu.


“Unyang ada duit?”ujar Basiah menirukan pertanyaan AL tiap kali minta jajan padanya. Bila memang punya duit, Basiah mengaku tak pernah menolak permintaan cucunya meski hanya memberi Rp 2 ribu. Kedatangan awak koran ini membuat tetAL berkerumun. Semua tetAL terlihat sedih dan iba mendengar AL ditangkap.


“Aduh dek, kek mana dia itu ya? Dipukuli nggak ya dia di situ (Polsek Percut sei Tuan-red)?”cemas para tetAL yang khawatir kepada bocah pendiam itu. Mereka juga merasa AL dijebak pemasok ganja itu. “Dia itu modelnya disuruh-suruh orangnya,”celoteh ibu-ibu yang berkumpul di belakang kediaman AL.


Beberapa menita kemudian, Ratna tiba di rumahnya. Dia ternyata sudah mendengar penangkapan putranya. Sambil terisak dan air mata mengucur, Ratna langsung memeluk Basiah. Ratna terlihat begitu shock. Hampir semua tetAL yang menyaksikan ikut menitikkan air mata.


“Aduh saya masih pening nak, nanti sajalah ya. Besok saya mau kerja lagi,”pinta Ratna saat mau diwawancarai. Terpisah, AL mengaku pasrah sebab niat dia hanya mau membantu ibunya. “Aku cuma mau bantu ibu karena capek nyuci,”tegas bocah berkulit gelap dan kurus itu.


Bocah penghobi bola kaki itu juga mengaku sudah 3 bulan tak masuk sekolah yang tak jauh dari kediamannya karena kerap diejek. “Udah tua kau, nggak cocok kau pakai celana merah,”terang bocah kelahiran 1996 itu mengulang ledekan teman-temannya. “Aku cuma mau bantu ibu aja bang, biar aku nggak minta-minta uang lagi,”paparnya sambil berjanji akan menyelesaikan sekolahnya setelah kasus yang membuatnya dipenjara itu berakhir.(reza)POSMETRO-MEDAN.COM

Bahaya Yang Terpendam Didalam Kenikmatan Soft Drink


Minuman bersoda atau soft drink menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan. Hampir setiap rumah makan atau restoran cepat saji menampilkan minuman bersoda di daftar menunya.


Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatan minuman berkarbonasi itu, ada bahaya yang mengancam kesehatan tubuh. Berikut sejumlah penyakit yang dapat terpicu akibat sering mengonsumsi minuman bersoda,


Obesitas


Kandungan gula artifisial dalam minuman bersoda memicu kegemukan atau obesitas. Kondisi ini meningkatkan risiko sejumlah penyakit seperti diabetes, jantung, stroke, kanker, hingga 85 persen.


Batu Ginjal


Tingkat keasaman minuman bersoda yang cukup tinggi ini meningkatkan ekskresi kalsium dalam urin. Luruhnya kalsium inilah yang kemudian mempengaruhi pembentukan batu ginjal. Kalsium yang terkonsentrasi dalam darah juga memicu risiko penyakit jantung.


Osteoporosis


Selain memiliki sifat candu, kandungan kafein dalam minuman bersoda juga menyebabkan asupan kalsium rendah. Kondisi ini sangat berperan mengakibatkan pengeroposan tulang atau osteoporosis. Bahkan pada anak-anak, terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda membuat tulang rapuh dan mudah patah.

Karies Gigi


Kandungan gula minuman bersoda dapat merusak struktur gigi dan mengakibatkan gigi berlubang. Para ahli kesehatan menyarankan untuk berkumur dengan air putih setelah mengonsumsi minuman bersoda untuk menghilangkan kandungan gula yang menempel pada email gigi.


Minuman bersoda merupakan minuman yang dibuat melalui proses karbonasi dengan penginjeksian gas-gas CO2. Proses inilah yang menciptakan gelembung-gelembung menyegarkan pelepas dahaga.


Minuman karbonasi terdiri dari 90 persen air. Sisanya kombinasi dari pemanis buatan, gas C02, pencita rasa, pewarna, asam fosfat, kafein, dan sejumlah mineral lain.(vvn) www.suaramedia.com

Waspadalah, Perkosaan Itu Bermula dari “Missed Call”


MAKASSAR, KOMPAS.com — MA (15), siswi salah satu sekolah menengah atas (SMA) negeri di Kabupaten Sinjai, nyaris menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) ke Nanggroe Aceh Darussalam oleh pria bernama Anwar asal Kabupaten Gowa.


MA bersama keluarganya, Akbar, mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar di Jl Serigala untuk meminta bantuan hukum, Sabtu (6/6). Di LBH, MA mengungkap kronologi yang dialaminya. Namun, dia tampak malu saat sejumlah wartawan dari berbagai media mengetahui keberadaannya di kantor tersebut. Dia selalu membelakangi wartawan meski tetap menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.


Korban yang bertubuh sintal ini mengaku, kejadian tersebut bermula saat Anwar mampir di toko di rumah korban di Sinjai sekitar pertengahan Mei lalu. Saat itu, Anwar membeli rokok. Setelah itu, Anwar kemudian minta tolong kepada korban agar meminjamkan ponselnya.


“Katanya ingin melakukan missed call ke ponselnya karena lupa di mana ia meletakkannya,” kata MA. Tanpa curiga dan bermaksud menolong, MA lalu menyerahkan ponselnya. Anwar lalu melakukan panggilan ke ponselnya. Setelah menemukan ponselnya, Anwar kemudian pamit. “Dia sempat menyatakan terima kasih,” kata gadis berambut ikal ini.


Tiba-tiba, pada malam harinya, Anwar menghubungi ponsel MA. “Awalnya saya kira orang salah sambung. Tapi, setelah memperkenalkan diri bahwa dia yang tadinya meminjam ponselku, saya lalu meladeninya tanpa curiga. Ternyata dia itu memang hanya mau tau nomor teleponku,” katanya.


Keduanya lalu berbincang akrab. Keakraban via ponsel ini berlangsung sekitar beberapa hari. Hingga suatu saat keduanya janjian bertemu di salah satu SPBU yang sedang dalam tahap perbaikan.


“Waktu ketemu saya dijanjikan akan disekolahkan dan diberi pekerjaan di Kota Makassar. Dia mengaku bisa mencarikan pekerjaan karena dia wartawan (menyebut salah satu media harian di Makassar),” katanya.


Tanpa pamit keluarga, dengan menggunakan sepeda motor, keduanya meninggalkan Sinjai, 27 Mei lalu dan bermalam di Bulukumba. “Awalnya saya bermalam di rumah keluarga Anwar. Besoknya saya pun diajak bermalam di salah satu wisma di Bulukumba. Di situlah saya dikerjai (berhubungan intim). Setelah itu, saya dibawa ke Makassar,” katanya.


Di Makassar, Anwar kembali “mengerjai” MA di salah satu wisma. Namun, MA mengaku tidak tahu di wisma mana dia menginap. Selama bersama Anwar, dia selalu berjanji akan memperistrikannya. Kecurigaan MA mulai timbul saat secara tidak sengaja mendengar kalau dirinya akan dipekerjakan di Aceh.


“Saya langsung panik,” katanya. Beruntung, MA yang dilarang membawa ponsel oleh Anwar, masih mengingat nomor telepon salah seorang keluarganya yang menetap Makassar. MA lalu meminjam ponsel Anwar dengan alasan ingin kirim pesan singkat ke rekannya. MA lalu menggunakan kesempatan itu untuk menghubungi keluarganya dan menyampaikan apa yang dialaminya. Dia lalu janjian akan ketemu di Terminal Regional Daya (TRD). Setelah itu, MA minta Anwar agar diantar ke TRD dengan alasan untuk bertemu dengan rekannya yang sudah di-SMS.


Sementara keluarga MA sudah menghubungi Polsek Biringkanaya dan menunggu di TRD. Tak lama kemudian, MA dibonceng Anwar betul-betul ke TRD. Polisi pun langsung membekuk Anwar. Hingga kemarin, Anwar masih meringkuk di tahanan Polres Sinjai.


Ketua Divisi Perempuan dan Anak LBH Makassar Fajriani Langgeng yang mendampingi korban mengatakan, dalam waktu yang dekat akan mempertanyakan langsung perkembangan kasus tersebut.


“Agaknya kasus ini seolah-olah dibiarkan berlarut-larut oleh polisi. Apalagi salah seorang keluarga korban mengaku pernah melihat keluarga tersangka dari polisi militer mendatangi Polres Sinjai,” jelas Fajriani.


Sementara Kapolres Sinjai AKBP Sugeng Riadi Rikolot belum berhasil dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus ini. Berkali-kali ponselnya dihubungi, tetapi tidak diangkat meski terdengar nada aktif. (cr3)