Tuesday, November 8, 2011

Patung - patung Hidup Disepanjang Jalan LaRambla Barcelona

Quote:
Las Rambla adalah salah satu jalan di Barcelona. Sekitar 1,3 km , di zona pejalan yang menghubungkan Plaça Catalunya di pusat dengan monumen Christopher Columbus di Port Vell mungkin adalah pusat transportasi utama di Barcelona ke pelabuhan. Selama musim turis , La Rambla menjadi sangat ramai karena itu juga salah satu atraksi utama dari kota.
Spoiler for :


Quote:
Berjalan menyusuri jalan utama Barcelona dapat kita temui sejumlah artis jalanan yang menyamar sebagai 'patung manusia'. fitur- fitur ini adalah kreasi seniman jalanan imajinatif yang mereka bisa, dari figur selebriti dan makhluk mitologis sampai karakter imajiner. Mereka juga membawa di depannya kotak-kotak kecil, turis - turis yang lewat banyak yang berfoto bersama mereka, dan tak lupa anda bisa meminta pose yang sesuai kepada sang patung hidup dengan yang anda inginkan.
Jika Anda kebetulan mengunjungi La Rambla, jangan lupa membawa banyak uang receh , tapi hati-hati terhadap barang-barang Anda, karena jalan ini telah menjadi target utama bagi banyak pencopet.
Spoiler for 1:

Spoiler for 2:

Spoiler for 3:

Spoiler for 4:

Spoiler for 5:

Spoiler for 6:

Spoiler for 7:

Spoiler for 8:

Spoiler for 9:

Spoiler for 10:

Spoiler for 11:

Spoiler for 12:

Spoiler for 13:

Spoiler for 14:

Spoiler for 15:

Ini dia sepeda yang terbuat dari kaca

Ini dia sepeda yang terbuat dari kaca gan ,Mungkin ide orang ini dianggap gila, namun penampakannya di jalanan umum pasti sangat menarik perhatian, cekidot gaan

Spoiler for Sepeda kaca 1


Spoiler for sepeda kaca 2


Spoiler for sepeda kaca 3



Spoiler for sepeda kaca 4


Spoiler for sepeda kaca 5



Spoiler for sepeda kaca 6




sumber : kaskus

Peneliti Temukan ''Garuda'' Spesies Tawon Menakutkan Di Hutan Sulawesi


ini dia gan Temuan Peneliti, Spesies Tawon Baru di Hutan Sulawesi, cekidot

Quote:
Seperti serangga dari mimpi buruk, Tawon ini mempunyai rahang yang lebih panjang dari kaki depannya
Spoiler for Tawon garuda

Spesies Tawon baru ini ditemukan di hutan sulawesi, dengan ukuran raksasa yakni dua setengah inci.
Lynn Kimsey, Entomologi dari University of California, menemukan tawon ini dalam ekspedisi baru-baru ini ke pulau Sulawesi.

Kimsey, yang juga direktur di Museum Entomologi Bohart, mengatakan “rahang nya begitu besar sehingga saling membungkus pada kedua sisi kepala ketika tertutup. Dan saat terbuka rahang tersebut terlihat lebih panjang dari kaki depan.”
Quote:
Spoiler for tawon garuda 2

Untungnya spesies ini lebih memilih untuk makan serangga, tetapi jika merasa terancam ia bisa bekas luka yang cukup besar pada tubuh manusia.
giant wasp of borneoTawon ditemukan di Pegunungan Mekongga Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Kimsey berencana untuk menamai Tawon ini ‘Garuda’ yang merupakan simbol nasional negara Indonesia.
Kimsey dan tim peneliti telah menerima 2.500.000 pound dana hibah untuk mempelajari keanekaragaman hayati yang kaya di pulau Sulawesi selama lima tahun. Selama tiga perjalanan ke Sulawesi, ia memperkirakan bahwa ratusan bahkan mungkin ribuan spesies baru dapat ditemuan di Sulawesi.
Spoiler for tawon garuda


sumber : kaskus

10 Serangga Tercantik Sekaligus Paling Menakutkan Sejagad

1. Lymantrid Moth (Dasychira Pudibunda)
Spoiler for 1


2. Devil's Flower Mantis (Idolomantis Diabolica)
Spoiler for 2


3. Damselfly (Ischnura Heterosticta)
Spoiler for 3


4. Cecropia Moth (Hyalophora Cecropia)
Spoiler for 4


5. Calleta Silkmoth (Eupackardia Calleta)
Spoiler for 5


6. Orchid Mantis (Hymenopus Coronatu)
Spoiler for 6


7. Hercules Beetle (Dynastes Hercules)
Spoiler for 7


8. Giant Camel Spider (Arachnid Solifugae)
Spoiler for 8


9. Giant Water Bug (Belostomatidae)
Spoiler for 9


10. Leopard Moth (Hypercompe scribonia)
Spoiler for 10



sumber : kaskus

7 Pahlawan Nasional Baru Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyematkan penganugerahan gelar kepada tujuh Pahlawan Nasional dan 11 Tanda Kehormatan RI di Istana Negara Jakarta, Selasa (8/11/2011), siang. Pemberan gelar ini dua hari menjelang Hari Pahlawan 10 November 2011, lusa.

Adapun tujuh pahlawan nasional baru itu adalah :
1. Syafruddin Prawiranegara (Alm) Tokoh Pejuang dari Jawa Barat
2. KH Idham Chalid (Alm)Tokoh Pejuang dari Kalimantan Selatan
3. Prof Dr Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) (Alm)Tokoh Pejuang dari Sumatera Barat
4. Ki Sarmidi Mangunsarkoro (Alm) Tokoh Pejuang dari DIY Yogyakarta
5. I Gusti Ketut Pudja (Alm) Tokoh Pejuang Bali
6. Sri Susuhanan Pakubuwono X (Alm) Tokoh Pejuang Jawa Tengah
7. Ignatius Josep Kasimo Hendrowahoyono (Alm) Tokoh Pejuang asal Yogjakarta.

Selain itu Presiden juga memberikan penghargaan Tanda Kehormatan RI yakni :
Bintang Mahaputera Adipradana kepada Sultan Sulaiman Syariful Alamshah (Alm)

Serta Bintang Budaya Parama Dharma kepada :
1. Benyamin Suaeb (Alm)
2. Hasbullah Parindurie (Alm)
3. Gondo Durasim (Alm)
4. Huriah Adam (Almh)
5. Idrus Tintin (Alm)
6. Kwee Tek Hoay (Alm)
7. Sigit Sukasman (Alm)
8. Go Tik Swan (Alm)
9. Gedong Bagus Oka (Ni Wayan Gedong) (Almh)

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto mengatakan penghargaan diberikan kepada mereka yang memiliki integritas moral dan keteladanan tinggi.
 

sumber

Jakarta - Pemerintah menetapkan 7 pahlawan nasional baru. Mereka datang dari berbagai latar belakang dengan aneka jasa dan sumbangsih bagi bumi pertiwi. Mulai dari tokoh kunci pergerakan nasional, ulama, pionir pendidikan, sampai sultan.

Berikut kiprah para pahlawan ini yang dihimpun detikcom dari berbagai sumber, Selasa (8/11/2011):

1. Sjafruddin Prawiranegara (28 Februari 1911-15 Februari 1989)
Peran Sjafruddin Prawiranegara sangat besar pada saat Indonesia dilanda agresi militer Belanda II. Saat itu Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, Soekarno-Hatta ditawan Belanda. Sjafruddin-lah yang ditugasi membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 22 Desember 1948 di Sumatera. Selama 6 bulan, Sjafruddin menjalankan pemerintahan RI dari dalam belantara hutan. Mereka terus mempropagandakan pemerintahan Indonesia masih ada. Aksi Sjafruddin berhasil, dunia internasional akhirnya memaksa Belanda menghentikan agresi militer mereka. Tanpa PDRI, belum tentu Belanda mau maju ke meja perundingan. Sjafruddin menyelamatkan republik, tapi selama puluhan tahun jasanya seolah terlupakan.

2. Idham Chalid (27 Agustus 1921-11 Juli 2010)
Idham Chalid merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Idham menjabat Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama dari tahun 1956 hingga 1984. Dia pernah menjabat menteri saat Orde Lama dan Orde Baru. Pada saat Kabinet Ali Sastroamidjojo II, Idham menjabat sebagai wakil Perdana Menteri. Saat Orde Baru, Idham pernah menjadi Ketua DPR (1968-1977), serta Ketua MPR (1971-1977). Idham sering dijuluki guru politik orang NU.

3. Buya Hamka (17 Februari 1908-24 Juli 1981)
Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau disingkat Hamka. Sedangkan buya, adalah panggilan kehormatan dalam bahasa Minangkabau yang berarti ayah. Buya Hamka dikenal sebagai penulis besar Indonesia lewat karya-karyanya seperti Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, dan Di Bawah Lindungan Ka'bah. Tapi Hamka bukan hanya seorang penulis, dia juga politisi dan pejuang. Kiprahnya di dunia politik dimulai tahun 1925 saat menjadi anggota Sarikat Islam kemudian bergabung dengan Masyumi. Presiden Soekarno akhirnya membubarkan Masyumi dan memenjarakan Hamka.

4. Ki Sarmidi Mangunsarkoro (23 Mei 1904-8 Juni 1957)
Ki Sarmidi Mangunsarkoro adalah salah satu tokoh pendidikan nasional. Dia mendirikan Perguruan Tamansiswa di Jakarta, atas restu Ki Hajar Dewantara. Tidak hanya itu, dia juga ditugasi memodernisasi Taman Siswa dan menyusun kurikulum Taman Siswa. Mangunsarkoro juga berpolitik menentang kolonialisme. Pada Kongres Sumpah pemuda tahun 1928, dia ikut berpidato menekankan pentingnya pendidikan nasional. Dia menentang politik kompromi dengan Belanda saat perjanjian Renville dan Linggarjati. Dia juga beberapa kali menjabat sebagai menteri pendidikan era Soekarno. Jasanya yang lain adalah turut membidani berdirinya Universitas Gajah Mada.

5. I Gusti Ketut Pudja (19 Mei 1908-4 Mei 1977)
I Gusti Ketut Pudja merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dia mewakili Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara). Pudja ikut hadir di Rumah Laksamana Maeda 16 Agustus 1945 saat persiapan kemerdekaan RI. Kemudian dia diangkat Soekarno menjadi Gubernur Sunda Kecil. Saat itu walau Jepang sudah menyerah, tetap saja mereka masih berkuasa di sejumlah daerah di Bali. Pudja sempat ditangkap tentara Jepang saat para pemuda gagal melucuti senjata Jepang akhir tahun 1945. Pudja juga ditugasi Soekarno menjadi pejabat di Departemen Dalam Negeri.

6. Sri Susuhunan Pakubuwono X (29 November 1866-1 Februari 1939)
Sri Susuhunan Pakubuwono X bernama asli Raden Mas Malikul Kusno. Malikul Kusno naik takhta sebagai Pakubuwono X pada tanggal 30 Maret 1893 menggantikan ayahnya. Kepemimpinannya merupakan penanda babak baru bagi Kasunanan Surakarta dari kerajaan tradisional menuju era modern. Pakubuwono X cukup memiliki arti penting bagi pergerakan nasional. Dia mendukung organisasi Sarekat Islam cabang Solo.

7. Ignatius Joseph Kasimo (1900-1 Agustus 1986)
Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono adalah pendiri Partai Politik Katolik Indonesia (PPKI). Dia juga merupakan salah satu pelopor kemerdekaan Indonesia. Kasimo anggota Volksraad antara tahun 1931-1942. Ia ikut menandatangani petisi Soetardjo yang menginginkan kemerdekaan Hindia-Belanda. Pada masa kemerdekaan awal, PPKI yang dilarang oleh Jepang dihidupkan kembali atas gagasan Kasimo dan berubah nama menjadi Partai Katolik Republik Indonesia. Antara tahun 1947-1949 ia duduk sebagai Menteri Muda Kemakmuran dalam Kabinet Amir Sjarifuddin, Menteri Persediaan Makanan Rakyat dalam Kabinet Hatta I dan Hatta II. Dalam kabinet peralihan atau Kabinet Soesanto Tirtoprodjo ia juga menjabat sebagai menteri. Kasimo pun juga pernah ikut menjadi anggota Delegasi Perundingan Republik Indonesia. Di masa orde baru, Kasimo sempat menjadi Ketua DPA.

(rdf/fay)

sumber

Saturday, September 17, 2011

Membalas Keburukan dengan Kebaikan

Rabu, 24 Agustus 2011 05:28 WIB
Oleh Salahuddin El Ayyubi MA

Suatu ketika pelayan Imam Hasan Al-Bashri menyampaikan bahwa seseorang telah menjelek-jelekkan namanya. Mendengar hal tersebut, sang Imam kemudian memanggil pelayan dan memintanya untuk memberikan kurma pada orang tersebut. Pelayan berkata, “wahai imam, bukankah dia telah menjelekkanmu di hadapan orang banyak. Tapi kenapa engkau malah memberinya kurma?” Sang imam pun menjawab, “Bukankah sudah sepantasnya aku memberikan hadiah bagi orang yang telah membuat diriku di sisi Allah SWT”.

“Apa maksud semua ini wahai Jibril?” Tanya Rasul SAW pun ketika turun ayat: “Jadilah engkau pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” (Al-A’raf: 199). Jibril pun menjawab, “Wahai Rasul Allah, sesungguhnya Allah SWT memerintahkanmu untuk memaafkan orang yang menzalimimu, memberi kepada orang yang pelit kepadamu, dan menyambung silaturahim kepada orang yang memutuskannya denganmu”.

Jadilah pribadi yang tenang dan menenangkan. Bukan pribadi yang gelisah dan penuh amarah. Tenang bukan berarti tidak mampu, tenang bukan berarti kalah, tenang bukan berarti lambat. Tenang adalah seni menyampaikan kritikan dengan bahasa yang lembut, tenang adalah penyampaian fakta keras dengan cara yang lembut, tenang adalah penolakan berat dengan cara yang ringan. Itulah yang ditunjukkan oleh Rasul SAW ketika penduduk Thaif melempari beliau dengan batu. Beliau malah berdoa, “Allahummahdii qawmii fainnahum laa ya’lamuun” (Ya Allah berilah hidayah kepada kaumku ini, karena sesungguhnya mereka tidak tahu apa-apa).

Memang bukan perkara yang mudah untuk menahan marah atau emosi. Apalagi kemudian membalasnya dengan hal yang sebaliknya. Tidak semua orang mampu melakukannya. Sehingga ketika Abdullah bin Amr menanyakan hal apakah yang bisa menjauhkannya dari murka Allah? Rasulullah menjawab: “Laa taghdhab (Janganlah kau marah)” (HR Imam Ahmad)

Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang keutamaan puasa, Rasulullah SAW bersabda: “…Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah, “Saya sedang berpuasa. Demi Zat yang jiwaku berada di genggaman Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi….”. (HR Bukhari).
Mulut yang senantiasa mengucapkan kata-kata indah bukan kata-kata kotor, kata-kata yang menyejukkan bukan yang menyakiti, kata-kata yang menenangkan bukan yang menggelisahkan, kata-kata yang memaafkan bukan yang mendendam, kata-kata yang memuliakan bukan yang menghinakan.

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar” (Surah Fussilat: 34-35).

Wednesday, September 14, 2011

Ku titipkan bunga ini


Ketika aku dalam antrian tak sengaja kulemparkan ke selayang pandang, Ku terhenti pada kerudung hitam berbalut kain putih. Tak sengaja tertaut pandang kuliat sekelumit senyum tersungging. Saat itu aku mulai menundukkan pandanganku, dan termangu dalam dia. Teringat akan sekelumit pesan petiklah bunga ditaman.

Kucoba untuk sekali lagi mencoba memastikan apakah benar dia melempar pandang dan melukis senyum padaku. Astaghfirullah ternyata benar, aku menjadi gusar. Sedang aku dalam membatas diri untuk menjaga pandangan. Ketika itu aku mulai menyadarkan hati untuk tenang, Dan mulai ku lukis kata, Ya rob jika itu memang bunga yang kau tunjukkan padaku cukupkan aku dengan pertemuan berikutnya ketika aku sudah dalam kesiapan. Jadikan pertemuan ini hanya sebatas pengenal walau hanya sekelumit saja.

Ku titipkan bunga ini untuk Engkau jaga Ya Rob dan Engkau lindungi dalam keridhoan-Mu sampai ku petik ketika memang telah siap taman hatiku.