Showing posts with label tugas MTI. Show all posts
Showing posts with label tugas MTI. Show all posts

Tuesday, January 3, 2017

Fungsi Alat Bantu Copy-Paste Membunuh Kreativitas

Fungsi Alat Bantu Copy-Paste Membunuh Kreativitas

Apa itu fungsi alat bantu copy-paste? Anda pasti pernah atau sering mengcopy-paste suatu file dalam bentuk teks dari sebuah website atau blog di internet. Namun apakah Anda tahu dan sadar bahwa Anda secara perlahan telah membunuh kreativitas Anda dalam menulis?



Perkembangan teknologi informasi khususnya komputer saat ini memang sudah sangat cepat. Para developer atau pengembang aplikasi perangkat lunak komputer telah membuat berbagai macam fungsi dan alat bantu untuk memudahkan user atau pengguna dalam menggunakan komputer. Saya pribadi sebagai salah seorang pengguna alat elektronik ini merasa sangat terbantu dengan adanya komputer.

Seperti yang kita tahu, dahulu komputer adalah alat elektronik yang sangat sederhana. Komputer ketika pertama kali diciptakan hanyalah sebagai alat bantu hitung dalam perhitungan aritmatika. Baru kemudian setelah mengalami perkembangan dan peningkatan komputer digunakan sebagai alat bantu untuk melakukan hal-hal yang tdak berhubungan dengan matematika.

Banyaknya perkembangan atau peningkatan fungsi alat bantu pada sebuah komputer masa kini seringkali membuat para pengguna terbuai dan manja. Para pengguna senantiasa menggunakan fungsi dan alat bantu tersebut secara berlebihan dan menurut saya telah menyalahi tujuan.

Tujuan diciptakannya fungsi dan alat bantu pada sebuah komputer adalah untuk membantu pengguna dalam mengolah data, menyimpan data, dan menjadikannya sebuah informasi. Namun, apa jadinya jika para pengguna komputer menggunakan fungsi dan alat bantu tersebut untuk hal-hal yang melanggar hukum hak cipta.

Pengertian Fungsi Alat Bantu Copy-Paste

Copy-paste adalah sebuah fungsi alat bantu editor dalam komputer yang terdiri dari dua kata dalam Bahasa Inggris, yaitu; “copy” dan “paste” yang berarti “menyalin” dan “menempel”. Copy-paste (biasa disingkat: copas) adalah salah satu fungsi alat bantu atau tool editor dalam sebuah perangkat elektronik seperti; komputer, ponsel pintar dan sebagainya. Copy-paste digunakan untuk menggandakan suatu file (teks, gambar, suara, video, dsb) secara instan dan identik tanpa harus mengubah atau menghapus file asli.

Penggunaan Fungsi Alat Bantu Copy-Paste

Fungsi copy-paste biasanya digunakan untuk menyalin sebuah data atau file sebagai backup atau cadangan dari file asli. Seseorang yang membutuhkan cadangan file seperti teks atau dokumen akan menggunakan tool editor ini untuk melakukan perintah tersebut karena mudah, cepat, dan instan.

Copy-paste digunakan dengan cara memilih suatu file yang akan digandakan kemudian disalin dan selanjutnya ditempel atau ditempatkan ke tempat lain. Sebagai contoh, ketika kita berniat hendak menyalin atau menggandakan suatu file dalam bentuk teks dari sebuah website/blog di internet, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Buka website/blog yang berisi file teks yang akan digandakan.
  2. Arahkan “mouse-pointer” pada karakter pertama teks yang akan digandakan, “hold-click” dan “drag” sampai karakter terakhir teks yang akan digandakan kemudian “release-click”.
  3. Teks yang telah Anda drag akan ter-block dan berwarna, Kemudian tekan tombol CTRL+C .
  4. Teks yang Anda block sudah ter-copy, selanjutnya tinggal menempel teks tersebut.
  5. Buat sebuah file baru dalam bentuk teks (.doc/.txt). Buka file tersebut, lalu tekan tombol CTRL+V.
  6. Teks yang Anda copy sudah tertempel, selanjutnya simpan file tersebut.

Kelebihan Fungsi Alat Bantu Copy-Paste dan Kekurangannya

Fungsi alat bantu copy-paste memiliki beberapa kelebihan ketika digunakan untuk menyalin sebuah file atau teks, antara lain:
  • Mudah. Sesuai namanya, copy-paste. Kita hanya perlu mengcopy sebuah file dan mem-paste nya.
  • Tidak terbatas. Artinya kita bisa mengcopy-paste teks atau file sebanyak-banyaknya.
Ada kelebihan, ada juga kekurangan. Disamping dua kelebihan copy-paste diatas, ternyata ada kekurangan jika kita sering mengcopy-paste teks atau tulisan orang lain:
  • Manja. Kita akan terbiasa menggunakan copy-paste dalam membuat sebuah tulisan.
  • Menghilangkan kreativitas menulis. Karena kita sudah terbiasa mengcopy-paste tulisan hasil karya orang lain.

Pengaruh Fungsi Alat Bantu Copy-Paste Terhadap Kreativitas Menulis

Setelah Anda melakukan percobaan menggunakan alat bantu copy-paste seperti langkah yang saya tulis diatas, bagaimana tanggapan Anda? Mudah dan cepat bukan? Tentu saja. Para pengembang perangkat lunak memang menciptakan fungsi alat bantu copy-paste untuk memudahkan user atau pengguna agar lebih mudah dalam menyalin atau menggandakan suatu file. Anda tidak perlu lagi repot menulis atau mengetik ulang teks yang Anda perlukan.

Namun, bagaimana jika suatu waktu fungsi alat bantu copy-paste tersebut tidak lagi berfungsi atau rusak? Bagaimana cara Anda menyalin teks atau file yang Anda butuhkan? Repot bukan? Belum lagi jika Anda diminta menulis sebuah dokumen dalam bentuk teks dengan cara mengetik di komputer atau laptop Anda, Anda pasti akan langsung panik setengah mati!

Itulah yang saya rasakan saat ini, saya sedang panik dan bingung. Saya diminta oleh salah seorang dosen saya untuk menulis sebuah artikel blog (asli tanpa fungsi alat bantu copy-paste) sebanyak 1500 kata. Ampun Pak! Apa yang harus saya tulis? Bagaimana cara saya menulis dengan baik dan benar? Mampukah saya mengetik dengan lancar dan benar?

Kepanikan saya berlapis ganda, selain karena saya pernah (jika tidak dikatakan sering) mengcopy-paste tulisan orang lain dari internet, saya sebenarnya juga jarang menulis. Artikel ini adalah tulisan asli pertama saya setelah sekian lama tidak menulis. Rasanya seperti orang yang terlalu lama tidur dan bangun secara tiba-tiba. Pusing.

Kebiasaan Copy-Paste Baik atau Buruk?

Ternyata sebuah kebiasaan menggunakan fungsi alat bantu copy-paste itu membuat kita terlena dan manja dengan kebiasaan tersebut. Ketika kita terbiasa hidup atau bekerja dengan suatu alat atau bantuan yang memudahkan hidup kita, kita akan tidak siap ketika alat atau bantuan itu tidak ada atau dilarang digunakan dalam pekerjaan kita.

Dengan kebiasaan kita memakai atau menggunakan alat bantu dalam pekerjaan kita, secara perlahan dan tidak sadar kita juga telah mengikis sedikit-demi sedikit kemampuan dan kreativitas kita (dalam hal ini) untuk menulis dan mengetik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “menulis” berarti melahirkan pikiran/gagasan atau perasaan dalam bentuk tulisan. Pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan yang ada dan terlintas di pikiran kita adalah bahan pokok untuk membuat sebuah tulisan. Masalahnya, bagaimana cara kita menuangkan pikiran dan gagasan tersebut?

Pertama, kita harus menentukan dahulu tema atau ide pokok dari tulisan kita. Selanjutnya, kita membuat kerangka tulisan tentang poin-poin apa saja yang akan ditulis atau disampaikan dalam tulisan kita. Yang terakhir, kita kembangkan kerangka atau poin-poin tersebut.

Menulis memang tidak mudah. Namun jika dicoba dan dilatih secara terus-menerus kita pasti akan bisa dan terbiasa. Kita bisa menulis dengan baik dan benar bahkan bisa juga menjadi penulis professional. Itu semua tidak akan terjadi jika kita sudah manja dan terbuai dengan “alat bantu tulis” yang sebenarnya diciptakan untuk membantu, namun digunakan sebagai kebutuhan pokok dalam pekerjaan kita sehari-hari.

Nah, jika Anda sering menggunakan tools alat bantu copy-paste dalam membuat sebuah karya tulis, sebaiknya Anda mulai mengurangi (jika tidak bisa menghilangkan) kebiasaan tersebut. Karena tools alat bantu copy-paste itu tidak bagus bagi kreativitas dan kemampuan menulis Anda.
Sekian postingan saya pada kesempatan ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Amiin.

Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Pecundang Cari Sensasi, Pemenang Kejar Prestasi

Pecundang Cari Sensasi, Pemenang Kejar Prestasi

Pecundang cari sensasi? Apa itu sensasi? Pernahkah Anda membuat sebuah sensasi? Bagaimana perasaan Anda? Apa itu prestasi? Apakah Anda punya prestasi yang bisa Anda banggakan?

Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dan menjalin hubungan dengan manusia-manusia lain. Seorang manusia tidak bisa hidup tanpa berkomunikasi dan bantuan dari manusia yang lain. Dalam kehidupannya, manusia senantiasa akan selalu membutuhkan bantuan dari manusia lain. Di saat seorang manusia sedang merasa senang dan bahagia, dia membutuhkan manusia lain untuk berbagi kebahagiaannya. Begitu juga sebaliknya, ketika seorang manusia merasa sedih dan gelisah, dia membutuhkan manusia lain untuk mencurahkan kesedihan yang sedang dirasakannya.

Seorang bijak pernah berkata, "Everyone wants to be seen". Setiap orang ingin dilihat. Dilihat oleh dunia, dianggap, dan diakui keberadaannya. Mungkin sudah sifatnya, karena manusia adalah makhluk sosial, bukan antisosial. Mungkin juga karena sifat dasar itulah, manusia mencari sensasi. Karena menurut mereka, dengan sebuah sensasi, mereka akan dilihat, dianggap, dan diakui keberadaannya oleh manusia-manusia lainnya.

Pengertian Sensasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sensasi berarti sesuatu hal yang merangsang emosi, menggemparkan, juga bisa berarti keonaran. Sensasi juga bisa berarti sesuatu hal baru, unik, dan nyentrik yang dilakukan oleh seseorang dan mendapat respon dengan sebuah perasaan tak terbayangkan dan membuat orang lain penasaran. Sebagai contoh, seorang artis wanita membuat sensasi dengan melakukan sesuatu hal dianggap “gila” oleh orang lain. Misalnya mencukur habis rambutnya sampai botak. Atau seorang pejabat yang membuat sensasi dengan mengeluarkan sebuah pernyataan yang kontroversial dan asing bagi masyarakat sehingga menimbulkan pro dan kontra dalam kehidupan masyarakat. Pertanyaannya, kenapa mereka membuat sensasi? Apa gunanya sebuah sensasi? Sensasi dilakukan atau dibuat untuk mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Seseorang yang membuat sebuah sensasi biasanya akan merasa senang, terkenal, hebat, dan berharga ketika sensasi yang dia buat di respon atau ditanggapi oleh orang lain. Terlebih jika sebuah sensasi yang dibuat tersebut terkenal dan menjadi bahan bincang banyak orang, si pembuat sensasi pasti akan merasa sangat senang dan puas. Semuanya dilakukan hanya untuk tujuan mendapat kesenangan dan kepuasan diri si pembuat sensasi.

Pengertian Prestasi

Menurut Wikipedia, kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yang berarti hasil usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Prestasi bisa dicapai dengan kemampuan intelektual, emosional,dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi segala aspek kehidupan. Prestasi terbagi kedalam dua jenis, yaitu:

Prestasi akademik. prestasi akademik adalah prestasi resmi yang mendapat pengakuan dari lembaga atau organisasi terkait yang dicapai dalam dunia akademik. Misalnya, prestasi mendapat peringkat pertama di kelas atau di sekolah, atau mendapat gelar sarjana dengan peringkat cumlaude.
Prestasi non akademik. Prestasi non akademik adalah prestasi tidak resmi yang dicapai selain atau bukan dalam bidang akademik. Misalnya, juara lomba menulis di blog, atau juara lomba azan dan mengaji antar desa.

Sensasi dan Prestasi, Apa Bedanya?

Seperti yang telah saya paparkan diatas, sensasi adalah suatu hal yang dilakukan untuk kesenangan dan kepuasan ketika mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Sensasi tidak bersifat resmi atau akademik. Sensasi dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk ekspresi diri si pembuat sensasi.

Lain halnya dengan prestasi, prestasi adalah hasil yang diakui yang dicapai setelah melakukan sesuatu kegiatan atau perlombaan. Prestasi bersifat historis dan resmi, artinya seseorang yang mendapat prestasi akan dikenang karena kehebatannya dalam membuat prestasi tersebut.

Yang paling penting, prestasi bisa atau patut dibanggakan. Karena prestasi adalah hasil dari sebuah kerja keras. Tidak seperti sensasi yang hanya dianggap cari perhatian semata.

Apa itu Pecundang?

Menurut arti kata, pecundang adalah orang yang kalah dalam sebuah pertandingan atau perlombaan. Pecundang dalam arti luas adalah orang yang kalah dalam sesuatu hal yang dia lakukan dalam hidupnya. Pecundang adalah orang yang lemah. Pecundang tidak mampu bangkit, mereka hanya bisa menggerutu, menyesali, mengumpat, dan terpuruk dalam kekalahannya.

Pecundang Cari Sensasi

Mencari sensasi adalah pecundang? Tentu saja. Kembali ke awal, kenapa saya menulis "pecundang yang hanya mencari sensasi"? Karena menurut saya, memang hanya seorang pecundang yang hanya mencari sensasi. Mungkin Anda tidak setuju dengan pendapat saya, namun tak mengapa, saya terima ketidaksetujuan Anda.
Pecundang akan malu dan menutupi kekalahannya. Mereka tidak ingin orang lain tahu bahwa mereka telah kalah dalam hidup. Pecundang akan membuat tameng pelindung untuk mengalihkan perhatian orang lain terhadap kekalahannya dengan sesuatu hal lain yang instan, menghebohkan, tanpa memerlukan kemampuan khusus yang membuat dia terlihat "hebat" dan "membanggakan". Jalan satu-satunya adalah sensasi. Ya, sensasi bisa membuat pecundang terlihat hebat dan membanggakan.

Apa itu Pemenang?

Pemenang adalah orang yang menang. Lain halnya dengan pecundang, pemenang tidak seperti pecundang. Pemenang memenangi aksi dan reaksi dalam setiap kesempatan dan peluang yang datang dalam hidupnya.

Seorang pemenang bukan yang tidak pernah kalah. Namun dia tahu bagaimana mengambil sikap atas kekalahannya. Pemenang tidak mudah terpuruk dalam kekalahan, mereka mau bangkit, mencoba lagi, lagi, dan lagi. Tanpa menyesal, tanpa menggerutu, atau bahkan mengumpat menyalahi keadaan dan meratapi nasib.

Pemenang Kejar Prestasi

Mengejar prestasi adalah tujuan para pemenang. Seseorang yang berprestasi layak disebut pemenang. Kenapa? karena prestasi didapat dari hasil kerja keras dan pengorbanan. Kerja keras dan pengorabanan adalah ciri-ciri seorang pemenang. Pemenang akan dan terus mengejar prestasi, bukan hanya sekedar mencari sensasi. Pemenang mengganggap sensasi adalah hal yang tidak berguna dan tidak bisa dibanggakan.

Prestasi atau Sensasi?

Pilih sensasi? Boleh saja. Semua orang mungkin akan ingat bahwa seseorang pernah membuat sebuah sensasi. Namun itu tidak bertahan lama, hanya sebatas hiburan semata. Orang akan lupa dengan sendirinya, karena menurut saya itu adalah hal percuma dan tidak berharga. Lain halnya dengan prestasi yang diraih atau diukir oleh seseorang. Orang-orang akan mengingat dan mengenang prestasi yang diukir oleh para pemenang.

Ada sebuah cerita, seorang pelajar atau mahasiswa membuat sebuah prestasi dengan melakukan sebuah percobaan atau penelitian. Seringkali mahasiswa tersebut mengalami kegagalan dalam riset atau percobaannya. Berbagai komentar dan tanggapan muncul dari teman-teman serta dari para dosen.

Ada sebagian teman yang mendukung dan menyarankan mahasiswa tersebut untuk terus melakukan riset dan percobaannya, namun ada sebagian “teman” lainnya yang berkomentar miring terhadap penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah hal yang sia-sia dan buang-buang waktu. Namun, si mahasiswa yang berjiwa pemenang tersebut tetap bersikukuh dan melanjutkan penelitiannya tersebut.

Akhirnya, setelah melakukan beberapa pengkajian ulang dan perbaikan mahasiswa tersebut berhasil menemukan sebuah inovasi baru yang berguna untuk bidang pendidikan dari hasil penelitiannya. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada para pejabat kampus hingga mendapat pengakuan serta meraih penghargaan dari pemerintah.

Lucunya, setelah apa yang dilakukan dan dicapai dan diraih oleh mahasiswa “sang pemenang” itu, beberapa teman “pecundang” yang tadinya berkomentar miring terhadap dia datang kepadanya sambil berkata, “Kami meremehkan kamu dulu untuk memotivasi kamu”.

***

Sekian opini dan pembahasan saya tentang pecundang dan pemenang dalam artikel saya pada kesempatan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Amiin. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Cari Sensasi atau Kejar Prestasi?

Cari Sensasi atau Kejar Prestasi?

Cari sensasi atau prestasi? Apa itu sensasi? Pernahkah Anda membuat sensasi? Bagaimana perasaan Anda ketika membuat sensasi? Apa itu prestasi? Apakah Anda punya prestasi yang bisa Anda banggakan?

Apa itu Sensasi?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sensasi berarti sesuatu hal yang merangsang emosi, menggemparkan, juga bisa berarti keonaran. Sensasi juga bisa berarti sesuatu hal baru, unik, dan nyentrik yang dilakukan oleh seseorang dan mendapat respon dengan sebuah perasaan tak terbayangkan dan membuat orang lain penasaran. Sebagai contoh, seorang artis wanita membuat sensasi dengan melakukan sesuatu hal dianggap “gila” oleh orang lain. Misalnya mencukur habis rambutnya sampai botak. Atau seorang pejabat yang membuat sensasi dengan mengeluarkan sebuah pernyataan yang kontroversial dan asing bagi masyarakat sehingga menimbulkan pro dan kontra dalam kehidupan masyarakat. Pertanyaannya, kenapa mereka membuat sensasi? Apa gunanya sebuah sensasi? Sensasi dilakukan atau dibuat untuk mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Seseorang yang membuat sebuah sensasi biasanya akan merasa senang, terkenal, hebat, dan berharga ketika sensasi yang dia buat di respon atau ditanggapi oleh orang lain. Terlebih jika sebuah sensasi yang dibuat tersebut terkenal dan menjadi bahan bincang banyak orang, si pembuat sensasi pasti akan merasa sangat senang dan puas. Semuanya dilakukan hanya untuk tujuan mendapat kesenangan dan kepuasan diri si pembuat sensasi.


Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dan menjalin hubungan dengan manusia-manusia lain. Seorang manusia tidak bisa hidup tanpa berkomunikasi dan bantuan dari manusia yang lain. Dalam kehidupannya, manusia senantiasa akan selalu membutuhkan bantuan dari manusia lain.

Seorang bijak pernah berkata, "Everyone wants to be seen". Setiap orang ingin dilihat. Dilihat oleh dunia, dianggap, dan diakui keberadaannya. Mungkin sudah sifatnya, karena manusia adalah makhluk sosial, bukan antisosial. Mungkin juga karena sifat dasar itulah, manusia mencari sensasi. Karena menurut mereka, dengan sebuah sensasi, mereka akan dilihat, dianggap, dan diakui keberadaannya oleh manusia-manusia lainnya.

Apa itu Prestasi?

Menurut Wikipedia, kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yang berarti hasil usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Prestasi bisa dicapai dengan kemampuan intelektual, emosional,dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi segala aspek kehidupan. Prestasi terbagi kedalam dua jenis, yaitu:

Prestasi akademik. prestasi akademik adalah prestasi resmi yang mendapat pengakuan dari lembaga atau organisasi terkait yang dicapai dalam dunia akademik. Misalnya, prestasi mendapat peringkat pertama di kelas atau di sekolah, atau mendapat gelar sarjana dengan peringkat cumlaude.
Prestasi non akademik. Prestasi non akademik adalah prestasi tidak resmi yang dicapai selain atau bukan dalam bidang akademik. Misalnya, juara lomba menulis di blog, atau juara lomba azan dan mengaji antar desa.

Sensasi dan Prestasi, Apa Bedanya?

Seperti yang telah saya paparkan diatas, sensasi adalah suatu hal yang dilakukan untuk kesenangan dan kepuasan ketika mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Sensasi tidak bersifat resmi atau akademik. Sensasi dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk ekspresi diri si pembuat sensasi.

Lain halnya dengan prestasi, prestasi adalah hasil yang diakui yang dicapai setelah melakukan sesuatu kegiatan atau perlombaan. Prestasi bersifat historis dan resmi, artinya seseorang yang mendapat prestasi akan dikenang karena kehebatannya dalam membuat prestasi tersebut.

Yang paling penting, prestasi bisa atau patut dibanggakan. Karena prestasi adalah hasil dari sebuah kerja keras. Tidak seperti sensasi yang hanya dianggap cari perhatian semata.

Apa itu Pecundang?

Menurut arti kata, pecundang adalah orang yang kalah dalam sebuah pertandingan atau perlombaan. Pecundang dalam arti luas adalah orang yang kalah dalam sesuatu hal yang dia lakukan dalam hidupnya. Pecundang adalah orang yang lemah. Pecundang tidak mampu bangkit, mereka hanya bisa menggerutu, menyesali, mengumpat, dan terpuruk dalam kekalahannya.

Cari Sensasi adalah Pecundang?

Mencari sensasi adalah pecundang? Tentu saja. Kembali ke awal, kenapa saya menulis "pecundang yang hanya mencari sensasi"? Karena menurut saya, memang hanya seorang pecundang yang hanya mencari sensasi. Mungkin Anda tidak setuju dengan pendapat saya, namun tak mengapa, saya terima ketidaksetujuan Anda.
Pecundang akan malu dan menutupi kekalahannya. Mereka tidak ingin orang lain tahu bahwa mereka telah kalah dalam hidup. Pecundang akan membuat tameng pelindung untuk mengalihkan perhatian orang lain terhadap kekalahannya dengan sesuatu hal lain yang instan, menghebohkan, tanpa memerlukan kemampuan khusus yang membuat dia terlihat "hebat" dan "membanggakan". Jalan satu-satunya adalah sensasi. Ya, sensasi bisa membuat pecundang terlihat hebat dan membanggakan.

Apa itu Pemenang?

Pemenang adalah orang yang menang. Lain halnya dengan pecundang, pemenang tidak seperti pecundang. Pemenang memenangi aksi dan reaksi dalam setiap kesempatan dan peluang yang datang dalam hidupnya.

Seorang pemenang bukan yang tidak pernah kalah. Namun dia tahu bagaimana mengambil sikap atas kekalahannya. Pemenang tidak mudah terpuruk dalam kekalahan, mereka mau bangkit, mencoba lagi, lagi, dan lagi. Tanpa menyesal, tanpa menggerutu, atau bahkan mengumpat menyalahi keadaan dan meratapi nasib.

Kejar Prestasi adalah Pemenang?

Mengejar prestasi adalah tujuan para pemenang. Seseorang yang berprestasi layak disebut pemenang. Kenapa? karena prestasi didapat dari hasil kerja keras dan pengorbanan. Kerja keras dan pengorabanan adalah ciri-ciri seorang pemenang. Pemenang akan dan terus mengejar prestasi, bukan hanya sekedar mencari sensasi. Pemenang mengganggap sensasi adalah hal yang tidak berguna dan tidak bisa dibanggakan.

Pilih Prestasi atau Sensasi?

Pilih sensasi? Boleh saja. Semua orang mungkin akan ingat bahwa seseorang pernah membuat sebuah sensasi. Namun itu tidak bertahan lama, hanya sebatas hiburan semata. Orang akan lupa dengan sendirinya, karena menurut saya itu adalah hal percuma dan tidak berharga. Lain halnya dengan prestasi yang diraih atau diukir oleh seseorang. Orang-orang akan mengingat dan mengenang prestasi yang diukir oleh para pemenang.

Ada sebuah cerita, seorang pelajar atau mahasiswa membuat sebuah prestasi dengan melakukan sebuah percobaan atau penelitian. Seringkali mahasiswa tersebut mengalami kegagalan dalam riset atau percobaannya. Berbagai komentar dan tanggapan muncul dari teman-teman serta dari para dosen.

Ada sebagian teman yang mendukung dan menyarankan mahasiswa tersebut untuk terus melakukan riset dan percobaannya, namun ada sebagian “teman” lainnya yang berkomentar miring terhadap penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah hal yang sia-sia dan buang-buang waktu. Namun, si mahasiswa yang berjiwa pemenang tersebut tetap bersikukuh dan melanjutkan penelitiannya tersebut.

Akhirnya, setelah melakukan beberapa pengkajian ulang dan perbaikan mahasiswa tersebut berhasil menemukan sebuah inovasi baru yang berguna untuk bidang pendidikan dari hasil penelitiannya. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada para pejabat kampus hingga mendapat pengakuan serta meraih penghargaan dari pemerintah.

Lucunya, setelah apa yang dilakukan dan dicapai dan diraih oleh “sang pemenang” tersebut, beberapa “pecundang” yang tadinya berkomentar miring datang kepadanya sambil berkata, “Kami meremehkan kamu dulu untuk memotivasi kamu”.

***

Sekian pembahasan saya tentang  pecundang dan pemenang dalam artikel saya pada kesemapatan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Amiin. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Artikel SEO pada Website atau Blog (Review)

Roman SEO dalam Website / Blog (Review)
Apa tersebut SEO? Berkaitan kegunaan SEARCH ENGINE OPTIMIZATION pada suatu website ataupun blog? Tips pengaruh SEARCH ENGINE OPTIMISATION terhadap web site atau weblog? Baik, sebelumnya saya maka akan menjelaskan via singkat atas apa ini SEO.

Pengertian SEOSEARCH ENGINE MARKETING adalah singkatan dari Seo yang memiliki artiese Optimasi Mesin Pencari. WEB OPTIMIZATION adalah sebuah usaha mengoptimasi sebuah site atau website agar dikenali oleh mesin pencari (Google, Bing, Google, dll) serta disukai dengan pengunjung dan mendapat rangking bagus dalam halaman search engine. Untuk mengindex atau mengoptimasi sebuah internet site atau blog site agar dikenali oleh mesin pencari lalu disukai akibat pengunjung, WEBSITE POSITIONING adalah salah satu langkahnya.

SEO terbagi kedalam two jenis, ialah:
SEO on-pageSEO on-page adalah optimasi website maupun blog melalui internal. Perkara yang termasuk SEO on-page adalah:Pengaturan website/blogPemilihan templatePemahaman website/blog di mesin pencariMembuat konten bagus kemudian asli

WEBSITE SEO off Web pageSEO away Page merupakan optimasi web page atau site secara eksternal. Hal-hal dimana termasuk SEARCH ENGINE RANKING OPTIMIZATION off Webpage adalah:Menempatkan backlink di dalam website/blog yang lainPromosi website/blog di press sosial

Kegunaan SEO untuk Website/Blog

SEARCH ENGINE OPTIMIZATION sangat bermanfaat bagi Kamu seorang tumblr yang memiliki salahsatu website / blog. Oleh menerapkan SEARCH ENGINE OPTIMISATION, website ataupun blog Kita akan enteng dikenali dari mesin pencari dan meraih peringkat pada hasil search engine sehingga harapan para kandidat pengunjung web-site atau web site Anda makin besar.
Suatu website maupun blog bukan akan bertanda tanpa traffic, pengunjung ialah faktor bernilai dari seorang website. Sebagus apapun desain dan konten sebuah webpage atau web log, tidak bertanda apa-apa minus pengunjung. Traffic website / blog jadi lebih mulus didapat andai sebuah blog atau blog page menerapkan SEARCH ENGINE MARKETING. Website ataupun blog dalam menerapkan WEB OPTIMIZATION biasa dianggap SEO Pleasant.

Bagaimana Teknik Mengetahui Apa Sebuah Website/Blog Termasuk WEBSITE POSITIONING Friendly?
Trik caranya mengenal apakah suatu artikel maupun website/blog WEBSITE SEO apa gak? Caranya patut mudah, Member tinggal dicoba melakukan search engine di mesin pencari, misalnya Google. Player bisa mengetikkan alamat website/blog Anda, / apapun sesuatu yang berhubungan dengan web site atau weblog Anda misalnya judul salahsatu artikel ataupun postingan.

Mulailah, saya ditest mengetikkan judul lengkap salah satu roman di website saya. Judul artikelnya yaitu: Fungsi Oru?e Bantu Copy-Paste yang Membunuh Kreativitas. Skor pencarian contohnya gambar kurang dari ini:
Sebelumnya saya sudah mencoba mengaplikasikan SEO on-page pada salah satu guide di blog site saya, selanjutnya Alhamdulillah, rupanya usaha aku mendapat skor. Setelah aku mengikuti langkah-langkah menulis skrift SEO on-page dari seorang website, penjelasan saya menghasilkan peringkat mulailah di score pencarian mesin pencari Search engines.
Selanjutnya, aku mencoba mengetikkan keyword maupun kata kunci melalui artikel ini. Kata kunci dimana saya pakai adalah: duplicate paste membunuh kreativitas. Score pencarian seolah-olah gambar berikut ini:
Rupanya artikel aku masih di dalam peringkat perdana. Mungkin dikarenakan keyword / kata kuncinya tidak dalam beda ora? atau aku salah memutuskan keyword? haha. Namun ngakl mengapa, tersebut adalah perkara lumrah dalam terjadi kepada blogger yang belajar seperti aku.

Sekian postingan saya dalam kesempatan sekarang, semoga roman ini menguntungkan bagi aku pribadi setelah itu bagi anda semua, amiin. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Sunday, December 20, 2015

Copy Paste yang Membunuh Kreativitas Anda

Copy Paste yang Membunuh Kreativitas Anda

Apa itu copy paste? Anda pasti pernah atau sering meng copy paste suatu file dalam bentuk teks dari sebuah website atau blog di internet. Namun apakah Anda tahu dan sadar bahwa Anda secara perlahan telah membunuh kreativitas Anda dalam menulis?


pengaruh copy paste terhadap kreativitas menulis

Pengertian Copy Paste

Copy paste adalah sebuah istilah yang terdiri dari dua kata dalam Bahasa Inggris, yaitu; “copy” dan “paste” yang berarti “menyalin” dan “menempel”. Copy paste (biasa disingkat: copas) adalah salah satu fitur alat bantu atau tool editor dalam sebuah perangkat elektronik seperti; komputer, ponsel pintar dan sebagainya. Copy paste digunakan untuk menggandakan suatu file (teks, gambar, suara, video, dsb) secara instan dan identik tanpa harus mengubah atau menghapus file asli.

Penggunaan Copy Paste

Copy paste biasanya digunakan untuk menyalin sebuah data atau file sebagai backup atau cadangan dari file asli. Seseorang yang membutuhkan cadangan file seperti teks atau dokumen akan menggunakan tool editor ini untuk melakukan perintah tersebut karena mudah, cepat, dan instan.

Copy Paste digunakan dengan cara memilih suatu file yang akan digandakan kemudian disalin dan selanjutnya ditempel atau ditempatkan ke tempat lain. Sebagai contoh, ketika kita berniat hendak menyalin atau menggandakan suatu file dalam bentuk teks dari sebuah website/blog di internet, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Buka website/blog yang berisi file teks yang akan digandakan.
  2. Arahkan “mouse-pointer” pada karakter pertama teks yang akan digandakan, “hold-click” dan “drag” sampai karakter terakhir teks yang akan digandakan kemudian “release-click”.
  3. Teks yang telah Anda drag akan ter-block dan berwarna, Kemudian tekan tombol CTRL+C .
  4. Teks yang Anda block sudah ter-copy, selanjutnya tinggal menempel teks tersebut.
  5. Buat sebuah file baru dalam bentuk teks (.doc/.txt). Buka file tersebut, lalu tekan tombol CTRL+V.
  6. Teks yang Anda copy sudah tertempel, selanjutnya simpan file tersebut.

Kelebihan Copy Paste dan Kekurangannya

Copy paste memiliki beberapa kelebihan ketika digunakan untuk menyalin sebuah file atau teks, antara lain:
  • Mudah. Sesuai namanya, copy paste. Kita hanya perlu meng-copy sebuah file dan mem-paste nya.
  • Tidak terbatas. Artinya kita bisa meng-copy paste teks atau file sebanyak-banyaknya.
Ada kelebihan, ada juga kekurangan. Disamping dua kelebihan copy paste diatas, ternyata ada kekurangan jika kita sering meng-copy paste teks atau tulisan orang lain:
  • Manja. Kita akan terbiasa menggunakan copy paste dalam membuat sebuah tulisan.
  • Menghilangkan kreativitas menulis. Karena kita sudah terbiasa meng-copy paste tulisan hasil karya orang lain.

Pengaruh Copy Paste Terhadap Kreativitas Menulis

Setelah Anda melakukan percobaan copy paste seperti langkah yang saya tulis diatas, bagaimana tanggapan Anda? Mudah dan cepat bukan? Tentu saja. Para pengembang perangkat lunak memang menciptakan fitur alat bantu copy paste untuk memudahkan user atau pengguna agar lebih mudah dalam menyalin atau menggandakan suatu file. Anda tidak perlu lagi repot menulis atau mengetik ulang teks yang Anda perlukan.

Namun, bagaimana jika suatu waktu fitur alat bantu copy paste tersebut tidak lagi berfungsi atau rusak? Bagaimana cara Anda menyalin teks atau file yang Anda butuhkan? Repot bukan? Belum lagi jika Anda diminta menulis sebuah dokumen dalam bentuk teks dengan cara mengetik di komputer atau laptop Anda, Anda pasti akan langsung panik setengah mati!

Itulah yang saya rasakan saat ini, saya sedang panik dan bingung. Saya diminta oleh salah seorang dosen saya untuk menulis sebuah artikel blog (asli tanpa copy paste) sebanyak 1500 kata. Ampun Pak! Apa yang harus saya tulis? Bagaimana cara saya menulis dengan baik dan benar? Mampukah saya mengetik dengan lancar dan benar?

Kepanikan saya berlapis ganda, selain karena saya pernah (jika tidak dikatakan sering) meng-copy paste tulisan orang lain dari internet, saya sebenarnya juga jarang menulis. Artikel ini adalah tulisan asli pertama saya setelah sekian lama tidak menulis. Rasanya seperti orang yang terlalu lama tidur dan bangun secara tiba-tiba. Pusing.

Kebiasaan Copy Paste Baik atau Buruk?

Ternyata sebuah kebiasaan menggunakan alat bantu copy paste itu membuat kita terlena dan manja dengan kebiasaan tersebut. Ketika kita terbiasa hidup atau bekerja dengan suatu alat atau bantuan yang memudahkan hidup kita, kita akan tidak siap ketika alat atau bantuan itu tidak ada atau dilarang digunakan dalam pekerjaan kita.

Dengan kebiasaan kita memakai atau menggunakan alat bantu dalam pekerjaan kita, secara perlahan dan tidak sadar kita juga telah mengikis sedikit-demi sedikit kemampuan dan kreativitas kita (dalam hal ini) untuk menulis dan mengetik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “menulis” berarti melahirkan pikiran/gagasan atau perasaan dalam bentuk tulisan. Pikiran-pikiran atau gagasan-gagasan yang ada dan terlintas di pikiran kita adalah bahan pokok untuk membuat sebuah tulisan. Masalahnya, bagaimana cara kita menuangkan pikiran dan gagasan tersebut?

Pertama, kita harus menentukan dahulu tema atau ide pokok dari tulisan kita. Selanjutnya, kita membuat kerangka tulisan tentang poin-poin apa saja yang akan ditulis atau disampaikan dalam tulisan kita. Yang terakhir, kita kembangkan kerangka atau poin-poin tersebut.

Menulis memang tidak mudah. Namun jika dicoba dan dilatih secara terus-menerus kita pasti akan bisa dan terbiasa. Kita bisa menulis dengan baik dan benar bahkan bisa juga menjadi penulis professional. Itu semua tidak akan terjadi jika kita sudah manja dan terbuai dengan “alat bantu tulis” yang sebenarnya diciptakan untuk membantu, namun digunakan sebagai kebutuhan pokok dalam pekerjaan kita sehari-hari.

Nah, jika Anda sering menggunakan tools alat bantu copy paste dalam membuat sebuah karya tulis, sebaiknya Anda mulai mengurangi (jika tidak bisa menghilangkan) kebiasaan tersebut. Karena copy paste itu tidak bagus bagi kreativitas dan kemampuan menulis Anda.
Sekian postingan saya pada kesempatan ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Amiin.

Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Monday, November 23, 2015

Review: Aplikasi Kompas.com dan Versi Mobile Web

Anda pasti pernah bahkan sering mengakses sebuah aplikasi web atau website menggunakan perangkat mobile seperti smartphone atau komputer tablet. Namun, pernahkah Anda mencoba melihat perbedaan tampilan antara aplikasi web yang diakses langsung dari menu dan mobile web yang diakses melalui mobile browser?

review aplikasi dan website kompascom


Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba me-review sebuah aplikasi web yaitu Kompas.com untuk melihat dan menilai perbedaan tampilan dan kemudahan akses ketika dibuka melalui menu dan melalui browser. Sebelumnya saya telah mendownload aplikasi web Kompas.com langsung dari Android PlayStore untuk komputer tablet, saya sengaja memilih Kompas.com karena aplikasi web atau website tersebut juga termasuk kedalam kategori mobile web, artinya bisa diakses langsung menggunakan menu aplikasi dan bisa juga diakses melalui mobile browser.

Sebelumnya saya akan menjelaskan secara singkat tentang website/aplikasi web Kompas.com. Kompas.com adalah sebuah situs portal berita digital yang cukup populer di Indonesia. Kompas.com dimulai pada tahun 1995 dengan nama Kompas Online. Kompas Online pada awalnya hanya berperan sebagai edisi internet dari Harian Kompas. Kemudian tahun 1998 Kompas Online ber-transformasi menjadi Kompas.com dengan berfokus pada pengembangan isi, desain, dan strategi pemasaran yang baru. Kompas.com pun memulai langkahnya sebagai portal berita terpercaya di Indonesia.

Baiklah, tidak perlu panjang lebar disini saya akan me-review website Kompas.com berdasarkan kategori, yaitu:

  • Kemudahan pengguna
  • Penyajian konten



Kemudahan Pengguna (User Experience)

Saat pertama membuka Kompas.com melalui aplikasi web saya langsung disuguhi sebuah artikel headline berita. Saya suka dengan tampilannya, simple dan sederhana. Tampilan list berita yang berurutan menjadi satu poin plus bagi pengunjung. Mata saya tidak terganggu dengan banner atau iklan, karena iklan yang terpasang di halaman utama tidak mencolok/mengganggu tampilan karena berwarna senada. Pada sisi kiri atas terdapat sebuah ikon 3 strip, yang bila kita "tap" akan menampilkan daftar menu dengan sub kategori seperti berita terbaru, terpopuler, topik pilihan, ekonomi, bola, livescore, bola, teknologi, dan lain-lain.


beranda kompasmenu bar


Kemudian saya mencoba membuka sebuah artikel headline di halaman tersebut. Lumayan rapi, dengan ukuran dan jenis font artikel yang sesuai serta kualitas gambar pendukung artikel yang baik. Pada pojok kanan kiri atas terdapat ikon prev dan next serta option untuk share artikel atau bookmark.



artikel read
artikel share



Pada pojok kanan bawah terdapat ikon berwarna biru untuk memberi komentar pada artikel tersebut, lanjut kebawah menggunakan finger scroll saya menemukan iklan dan daftar artikel terkait.


iklan artikelkomentar artikel

Sampai disini, selanjutnya saya akan membuka website Kompas.com melalui mobile browser.

Saya sempat "melongo" ketika saya membuka Kompas.com versi browser. Bukan karena kecepatan akses yang agak lambat, tapi karena tampilan yang menurut saya "terlalu sederhana" karena hanya menampilkan headline tanpa gambar serta daftar judul-judul artikel yang tidak dilengkapi gambar thumbnail.


home
beranda
























Kemudian saya scroll kebawah dan menemukan daftar menu artikel yang terkesan kurang rapi. Lalu saya mencoba men-tap sebuah artikel berita, dan kemudian sekali lagi saya "melongo". Artikel yang ditampilkan terasa hambar karena tanpa disertai gambar/ilustrasi. Diatas judul artikel hanya terpampang banner berwarna merah menampilkan kumpulan hashtag (#) trending topic berita. Tampilan yang kurang menarik menurut saya.


artikel
label
























Ketidakpuasan saya juga didukung oleh format tampilan yang tidak sesuai dimensi layar komputer tablet saya. Saya harus menyesuaikan sendiri tampilan dengan cara zoom-in dan zoom outKetika saya zoom out, ternyata saya menemukan daftar peringkat artikel terpopuler disamping artikel yang saya baca.


artikel zoom out


Penyajian Konten

Dalam hal penyajian konten/isi artikel, saya merasa lebih nyaman ketika mengakses Kompas.com melalui aplikasi, karena tampilan yang "hidup" dengan gambar/ilustrasi setiap artikel serta didukung kemudahan akses menu kategori artikel dan dimensi tampilan yang pas dan lebih jelas.

Berbeda ketika saya mengakses melalui browser, gairah membaca dan rasa ingin tahu saya hilang karena hampir semua artikel tidak didukung gambar/ilustrasi. Kadang saya harus men-zoom in and out beberapa kali karena tampilan yang tidak pas dengan dimensi layar perangkat serta penulisannya yang kecil. Belum lagi saya harus scoll down sampai kebawah untuk memilih menu kategori artikel yang ingin saya baca.

Kesimpulan

Setelah saya mengakses Kompas.com dengan 2 versi berbeda diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa Kompas.com versi aplikasi lebih baik daripada versi mobile browser. Baik dalam hal kemudahan pengguna ataupun penyajian konten. Hal ini tidak terlepas dari jenis aplikasi web yang memang diciptakan untuk memudahkan dan meningkatkan kepuasan user dalam penggunaannya.

Sekian pembahasan saya tentang review aplikasi Kompas.com, semoga artikel ini berguna dan bisa menjadi tambahan pengetahuan tentang website bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

***

Perbedaan Native Apps, Mobile Web, dan Hybrid Apps

Apakah Anda tahu apa itu aplikasi web? kenapa disebut aplikasi web ? adakah persamaan aplikasi web dengan website? Bingung? Tidak perlu bingung, berikut ini saya akan menjelaskan pengertian dan jenis-jenis aplikasi web.



Perbedaan Native Apps, Mobile Web, dan Hybrid Apps



Pengertian Aplikasi Web (Web Application)

Menurut Remick, (2011) aplikasi web merupakan sebuah aplikasi yang mengunakan teknologi browser untuk menjalankan aplikasi dan diakses melalui jaringan komputer. Sedangkan menurut Rouse, (2011) aplikasi web adalah sebuah program yang disimpan di Server dan dikirim melalui internet dan diakses melalui antarmuka browser.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan aplikasi web merupakan aplikasi yang diakses mengunakan web browser melalui jaringan internet atau intranet. Aplikasi web juga merupakan suatu perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa pemrograman yang mendukung perangkat lunak berbasis web seperti HTML, JavaScript, CSS, Ruby, Python, Php, Java dan bahasa pemrograman lainnya. Adapun Gambaran rincian aplikasi web adalah sebagai berikut :

Ada 2 bagian pokok dalam aplikasi web, yang pertama adalah sisi client dan yang kedua adalah sisi server, sisi client dalam hal ini adalah PC atau bisa juga Perangkat mobile yang terhubung kejaringan internet, Client dapat mengakses aplikasi web melalui web browser seperti internet explorer, mozila fire fox, google crome, opera dan lain-lain, sedangkan server adalah perangkat komputer dengan spesifikasi yang bagus digunakan untuk menyimpan aplikasi web beserta database server yang siap untuk diakses oleh client, Client bertugas meminta halaman web server melalui Web Browser, Web browser akan meneruskannya ke Server dimana Aplikasi Web berada, Komputer Server akan mengolah permintaan dari client, ketika halaman web yang diminta ditemukan maka computer server akan mengirimkannya ke computer client dan halaman web yang diminta akan ditampilkan pada web browser di computer client.

Native Apps

Aplikasi jenis ini berjalan pada perangkat mobile anda, dan diakses melalui ikon yang ada pada layar perangkat anda. Aplikasi ini biasanya dikembangkan secara khusus untuk 1 platform, dan dapat menggunakan semua fitur yang ada pada masing-masing perangkat seperti kamera, GPS, accelerometer , kompas , daftar kontak , dan sebagainya. Mereka juga dapat menggunakan sensor gerak (baik yang sudah disediakan sistem operasi, atau yang disesuaikan oleh pembuat aplikasi). Aplikasi ini dapat menggunakan sistem notifikasi (pemberitahuan) perangkat, dan dapat bekerja secara offline (tanpa koneksi internet).

Mobile Web

Aplikasi ini berbeda dengan Native Apps, ini adalah website yang terlihat dan terasa seperti Native Apps. Web Apps dijalankan menggunakan browser yang ada pada perangkat dan biasanya ditulis menggunakan HTML5. Pengguna mengakses URL khusus kemudian pada halaman tersebut terdapat pilihan instalasi pada home screen di perangkat, dengan kata lain membuat bookmark ke halaman tersebut.

Pada fitur yang tersedia pada HTML5, Web Apps dapat mengakses GPS, tap-to-call, dan mulai dikembangkan untuk dapat mengakses kamera pada perangkat secara langsung. Meskipun saya belum melihat adanya aplikasi web (atau halaman web) yang menggunakan fitur HTML5 sepenuhnya. Aplikasi ini menjadi sangat populer ketika HTML5 mulai diperkenalkan dan orang-orang menyadari bahwa mereka dapat memperoleh fungsi yang menyerupai Native Apps dalam browser mereka. Dan kini semakin banyak situs yang menggunakan HTML5, sehingga perbedaan Native App dengan Web App mulai tidak terlihat.

Hybrid Apps

Aplikasi ini sebagian terdiri dari Native Apps dan Web Apps. Seperti Native Apps, aplikasi ini juga tersedia di AppStore dan menggunakan fitur yang tersedia pada setiap perangkat seperti yang dilakukan Native Apps. Seperti Web Apps, aplikasi ini menggunakan kode HTML yang berjalan pada browser yang ditanamkan pada perangkat.

Seringkali, perusahaan membangun aplikasi jenis ini sebagai pembungkus halaman web yang ada, dengan cara itu, mereka berharap bisa tersedia di AppStore, tanpa terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengembangkan aplikasi yang berbeda. Aplikasi jenis ini juga sangat populer, karena memungkinkan pengembangan multi-platform : yaitu, komponen kode yang sama digunakan untuk beberapa sistem operasi yang berbeda. Dengan cara ini dapat secara signifikan mengurangi biaya pengembangan.

Sekian pembahasan saya tentang jenis-jenis aplikasi mobile berdasarkan aksesibilitas. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan Anda. Wassalam.

***

Baca juga: Review: Aplikasi Web Kompas.com