Showing posts with label psikologi. Show all posts
Showing posts with label psikologi. Show all posts

Tuesday, January 3, 2017

Pecundang Cari Sensasi, Pemenang Kejar Prestasi

Pecundang Cari Sensasi, Pemenang Kejar Prestasi

Pecundang cari sensasi? Apa itu sensasi? Pernahkah Anda membuat sebuah sensasi? Bagaimana perasaan Anda? Apa itu prestasi? Apakah Anda punya prestasi yang bisa Anda banggakan?

Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dan menjalin hubungan dengan manusia-manusia lain. Seorang manusia tidak bisa hidup tanpa berkomunikasi dan bantuan dari manusia yang lain. Dalam kehidupannya, manusia senantiasa akan selalu membutuhkan bantuan dari manusia lain. Di saat seorang manusia sedang merasa senang dan bahagia, dia membutuhkan manusia lain untuk berbagi kebahagiaannya. Begitu juga sebaliknya, ketika seorang manusia merasa sedih dan gelisah, dia membutuhkan manusia lain untuk mencurahkan kesedihan yang sedang dirasakannya.

Seorang bijak pernah berkata, "Everyone wants to be seen". Setiap orang ingin dilihat. Dilihat oleh dunia, dianggap, dan diakui keberadaannya. Mungkin sudah sifatnya, karena manusia adalah makhluk sosial, bukan antisosial. Mungkin juga karena sifat dasar itulah, manusia mencari sensasi. Karena menurut mereka, dengan sebuah sensasi, mereka akan dilihat, dianggap, dan diakui keberadaannya oleh manusia-manusia lainnya.

Pengertian Sensasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sensasi berarti sesuatu hal yang merangsang emosi, menggemparkan, juga bisa berarti keonaran. Sensasi juga bisa berarti sesuatu hal baru, unik, dan nyentrik yang dilakukan oleh seseorang dan mendapat respon dengan sebuah perasaan tak terbayangkan dan membuat orang lain penasaran. Sebagai contoh, seorang artis wanita membuat sensasi dengan melakukan sesuatu hal dianggap “gila” oleh orang lain. Misalnya mencukur habis rambutnya sampai botak. Atau seorang pejabat yang membuat sensasi dengan mengeluarkan sebuah pernyataan yang kontroversial dan asing bagi masyarakat sehingga menimbulkan pro dan kontra dalam kehidupan masyarakat. Pertanyaannya, kenapa mereka membuat sensasi? Apa gunanya sebuah sensasi? Sensasi dilakukan atau dibuat untuk mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Seseorang yang membuat sebuah sensasi biasanya akan merasa senang, terkenal, hebat, dan berharga ketika sensasi yang dia buat di respon atau ditanggapi oleh orang lain. Terlebih jika sebuah sensasi yang dibuat tersebut terkenal dan menjadi bahan bincang banyak orang, si pembuat sensasi pasti akan merasa sangat senang dan puas. Semuanya dilakukan hanya untuk tujuan mendapat kesenangan dan kepuasan diri si pembuat sensasi.

Pengertian Prestasi

Menurut Wikipedia, kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yang berarti hasil usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Prestasi bisa dicapai dengan kemampuan intelektual, emosional,dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi segala aspek kehidupan. Prestasi terbagi kedalam dua jenis, yaitu:

Prestasi akademik. prestasi akademik adalah prestasi resmi yang mendapat pengakuan dari lembaga atau organisasi terkait yang dicapai dalam dunia akademik. Misalnya, prestasi mendapat peringkat pertama di kelas atau di sekolah, atau mendapat gelar sarjana dengan peringkat cumlaude.
Prestasi non akademik. Prestasi non akademik adalah prestasi tidak resmi yang dicapai selain atau bukan dalam bidang akademik. Misalnya, juara lomba menulis di blog, atau juara lomba azan dan mengaji antar desa.

Sensasi dan Prestasi, Apa Bedanya?

Seperti yang telah saya paparkan diatas, sensasi adalah suatu hal yang dilakukan untuk kesenangan dan kepuasan ketika mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Sensasi tidak bersifat resmi atau akademik. Sensasi dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk ekspresi diri si pembuat sensasi.

Lain halnya dengan prestasi, prestasi adalah hasil yang diakui yang dicapai setelah melakukan sesuatu kegiatan atau perlombaan. Prestasi bersifat historis dan resmi, artinya seseorang yang mendapat prestasi akan dikenang karena kehebatannya dalam membuat prestasi tersebut.

Yang paling penting, prestasi bisa atau patut dibanggakan. Karena prestasi adalah hasil dari sebuah kerja keras. Tidak seperti sensasi yang hanya dianggap cari perhatian semata.

Apa itu Pecundang?

Menurut arti kata, pecundang adalah orang yang kalah dalam sebuah pertandingan atau perlombaan. Pecundang dalam arti luas adalah orang yang kalah dalam sesuatu hal yang dia lakukan dalam hidupnya. Pecundang adalah orang yang lemah. Pecundang tidak mampu bangkit, mereka hanya bisa menggerutu, menyesali, mengumpat, dan terpuruk dalam kekalahannya.

Pecundang Cari Sensasi

Mencari sensasi adalah pecundang? Tentu saja. Kembali ke awal, kenapa saya menulis "pecundang yang hanya mencari sensasi"? Karena menurut saya, memang hanya seorang pecundang yang hanya mencari sensasi. Mungkin Anda tidak setuju dengan pendapat saya, namun tak mengapa, saya terima ketidaksetujuan Anda.
Pecundang akan malu dan menutupi kekalahannya. Mereka tidak ingin orang lain tahu bahwa mereka telah kalah dalam hidup. Pecundang akan membuat tameng pelindung untuk mengalihkan perhatian orang lain terhadap kekalahannya dengan sesuatu hal lain yang instan, menghebohkan, tanpa memerlukan kemampuan khusus yang membuat dia terlihat "hebat" dan "membanggakan". Jalan satu-satunya adalah sensasi. Ya, sensasi bisa membuat pecundang terlihat hebat dan membanggakan.

Apa itu Pemenang?

Pemenang adalah orang yang menang. Lain halnya dengan pecundang, pemenang tidak seperti pecundang. Pemenang memenangi aksi dan reaksi dalam setiap kesempatan dan peluang yang datang dalam hidupnya.

Seorang pemenang bukan yang tidak pernah kalah. Namun dia tahu bagaimana mengambil sikap atas kekalahannya. Pemenang tidak mudah terpuruk dalam kekalahan, mereka mau bangkit, mencoba lagi, lagi, dan lagi. Tanpa menyesal, tanpa menggerutu, atau bahkan mengumpat menyalahi keadaan dan meratapi nasib.

Pemenang Kejar Prestasi

Mengejar prestasi adalah tujuan para pemenang. Seseorang yang berprestasi layak disebut pemenang. Kenapa? karena prestasi didapat dari hasil kerja keras dan pengorbanan. Kerja keras dan pengorabanan adalah ciri-ciri seorang pemenang. Pemenang akan dan terus mengejar prestasi, bukan hanya sekedar mencari sensasi. Pemenang mengganggap sensasi adalah hal yang tidak berguna dan tidak bisa dibanggakan.

Prestasi atau Sensasi?

Pilih sensasi? Boleh saja. Semua orang mungkin akan ingat bahwa seseorang pernah membuat sebuah sensasi. Namun itu tidak bertahan lama, hanya sebatas hiburan semata. Orang akan lupa dengan sendirinya, karena menurut saya itu adalah hal percuma dan tidak berharga. Lain halnya dengan prestasi yang diraih atau diukir oleh seseorang. Orang-orang akan mengingat dan mengenang prestasi yang diukir oleh para pemenang.

Ada sebuah cerita, seorang pelajar atau mahasiswa membuat sebuah prestasi dengan melakukan sebuah percobaan atau penelitian. Seringkali mahasiswa tersebut mengalami kegagalan dalam riset atau percobaannya. Berbagai komentar dan tanggapan muncul dari teman-teman serta dari para dosen.

Ada sebagian teman yang mendukung dan menyarankan mahasiswa tersebut untuk terus melakukan riset dan percobaannya, namun ada sebagian “teman” lainnya yang berkomentar miring terhadap penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah hal yang sia-sia dan buang-buang waktu. Namun, si mahasiswa yang berjiwa pemenang tersebut tetap bersikukuh dan melanjutkan penelitiannya tersebut.

Akhirnya, setelah melakukan beberapa pengkajian ulang dan perbaikan mahasiswa tersebut berhasil menemukan sebuah inovasi baru yang berguna untuk bidang pendidikan dari hasil penelitiannya. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada para pejabat kampus hingga mendapat pengakuan serta meraih penghargaan dari pemerintah.

Lucunya, setelah apa yang dilakukan dan dicapai dan diraih oleh mahasiswa “sang pemenang” itu, beberapa teman “pecundang” yang tadinya berkomentar miring terhadap dia datang kepadanya sambil berkata, “Kami meremehkan kamu dulu untuk memotivasi kamu”.

***

Sekian opini dan pembahasan saya tentang pecundang dan pemenang dalam artikel saya pada kesempatan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Amiin. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Cari Sensasi atau Kejar Prestasi?

Cari Sensasi atau Kejar Prestasi?

Cari sensasi atau prestasi? Apa itu sensasi? Pernahkah Anda membuat sensasi? Bagaimana perasaan Anda ketika membuat sensasi? Apa itu prestasi? Apakah Anda punya prestasi yang bisa Anda banggakan?

Apa itu Sensasi?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sensasi berarti sesuatu hal yang merangsang emosi, menggemparkan, juga bisa berarti keonaran. Sensasi juga bisa berarti sesuatu hal baru, unik, dan nyentrik yang dilakukan oleh seseorang dan mendapat respon dengan sebuah perasaan tak terbayangkan dan membuat orang lain penasaran. Sebagai contoh, seorang artis wanita membuat sensasi dengan melakukan sesuatu hal dianggap “gila” oleh orang lain. Misalnya mencukur habis rambutnya sampai botak. Atau seorang pejabat yang membuat sensasi dengan mengeluarkan sebuah pernyataan yang kontroversial dan asing bagi masyarakat sehingga menimbulkan pro dan kontra dalam kehidupan masyarakat. Pertanyaannya, kenapa mereka membuat sensasi? Apa gunanya sebuah sensasi? Sensasi dilakukan atau dibuat untuk mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Seseorang yang membuat sebuah sensasi biasanya akan merasa senang, terkenal, hebat, dan berharga ketika sensasi yang dia buat di respon atau ditanggapi oleh orang lain. Terlebih jika sebuah sensasi yang dibuat tersebut terkenal dan menjadi bahan bincang banyak orang, si pembuat sensasi pasti akan merasa sangat senang dan puas. Semuanya dilakukan hanya untuk tujuan mendapat kesenangan dan kepuasan diri si pembuat sensasi.


Manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dan menjalin hubungan dengan manusia-manusia lain. Seorang manusia tidak bisa hidup tanpa berkomunikasi dan bantuan dari manusia yang lain. Dalam kehidupannya, manusia senantiasa akan selalu membutuhkan bantuan dari manusia lain.

Seorang bijak pernah berkata, "Everyone wants to be seen". Setiap orang ingin dilihat. Dilihat oleh dunia, dianggap, dan diakui keberadaannya. Mungkin sudah sifatnya, karena manusia adalah makhluk sosial, bukan antisosial. Mungkin juga karena sifat dasar itulah, manusia mencari sensasi. Karena menurut mereka, dengan sebuah sensasi, mereka akan dilihat, dianggap, dan diakui keberadaannya oleh manusia-manusia lainnya.

Apa itu Prestasi?

Menurut Wikipedia, kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yang berarti hasil usaha. Prestasi diperoleh dari usaha yang telah dikerjakan. Prestasi bisa dicapai dengan kemampuan intelektual, emosional,dan spiritual, serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi segala aspek kehidupan. Prestasi terbagi kedalam dua jenis, yaitu:

Prestasi akademik. prestasi akademik adalah prestasi resmi yang mendapat pengakuan dari lembaga atau organisasi terkait yang dicapai dalam dunia akademik. Misalnya, prestasi mendapat peringkat pertama di kelas atau di sekolah, atau mendapat gelar sarjana dengan peringkat cumlaude.
Prestasi non akademik. Prestasi non akademik adalah prestasi tidak resmi yang dicapai selain atau bukan dalam bidang akademik. Misalnya, juara lomba menulis di blog, atau juara lomba azan dan mengaji antar desa.

Sensasi dan Prestasi, Apa Bedanya?

Seperti yang telah saya paparkan diatas, sensasi adalah suatu hal yang dilakukan untuk kesenangan dan kepuasan ketika mendapat respon atau tanggapan dari orang lain. Sensasi tidak bersifat resmi atau akademik. Sensasi dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk ekspresi diri si pembuat sensasi.

Lain halnya dengan prestasi, prestasi adalah hasil yang diakui yang dicapai setelah melakukan sesuatu kegiatan atau perlombaan. Prestasi bersifat historis dan resmi, artinya seseorang yang mendapat prestasi akan dikenang karena kehebatannya dalam membuat prestasi tersebut.

Yang paling penting, prestasi bisa atau patut dibanggakan. Karena prestasi adalah hasil dari sebuah kerja keras. Tidak seperti sensasi yang hanya dianggap cari perhatian semata.

Apa itu Pecundang?

Menurut arti kata, pecundang adalah orang yang kalah dalam sebuah pertandingan atau perlombaan. Pecundang dalam arti luas adalah orang yang kalah dalam sesuatu hal yang dia lakukan dalam hidupnya. Pecundang adalah orang yang lemah. Pecundang tidak mampu bangkit, mereka hanya bisa menggerutu, menyesali, mengumpat, dan terpuruk dalam kekalahannya.

Cari Sensasi adalah Pecundang?

Mencari sensasi adalah pecundang? Tentu saja. Kembali ke awal, kenapa saya menulis "pecundang yang hanya mencari sensasi"? Karena menurut saya, memang hanya seorang pecundang yang hanya mencari sensasi. Mungkin Anda tidak setuju dengan pendapat saya, namun tak mengapa, saya terima ketidaksetujuan Anda.
Pecundang akan malu dan menutupi kekalahannya. Mereka tidak ingin orang lain tahu bahwa mereka telah kalah dalam hidup. Pecundang akan membuat tameng pelindung untuk mengalihkan perhatian orang lain terhadap kekalahannya dengan sesuatu hal lain yang instan, menghebohkan, tanpa memerlukan kemampuan khusus yang membuat dia terlihat "hebat" dan "membanggakan". Jalan satu-satunya adalah sensasi. Ya, sensasi bisa membuat pecundang terlihat hebat dan membanggakan.

Apa itu Pemenang?

Pemenang adalah orang yang menang. Lain halnya dengan pecundang, pemenang tidak seperti pecundang. Pemenang memenangi aksi dan reaksi dalam setiap kesempatan dan peluang yang datang dalam hidupnya.

Seorang pemenang bukan yang tidak pernah kalah. Namun dia tahu bagaimana mengambil sikap atas kekalahannya. Pemenang tidak mudah terpuruk dalam kekalahan, mereka mau bangkit, mencoba lagi, lagi, dan lagi. Tanpa menyesal, tanpa menggerutu, atau bahkan mengumpat menyalahi keadaan dan meratapi nasib.

Kejar Prestasi adalah Pemenang?

Mengejar prestasi adalah tujuan para pemenang. Seseorang yang berprestasi layak disebut pemenang. Kenapa? karena prestasi didapat dari hasil kerja keras dan pengorbanan. Kerja keras dan pengorabanan adalah ciri-ciri seorang pemenang. Pemenang akan dan terus mengejar prestasi, bukan hanya sekedar mencari sensasi. Pemenang mengganggap sensasi adalah hal yang tidak berguna dan tidak bisa dibanggakan.

Pilih Prestasi atau Sensasi?

Pilih sensasi? Boleh saja. Semua orang mungkin akan ingat bahwa seseorang pernah membuat sebuah sensasi. Namun itu tidak bertahan lama, hanya sebatas hiburan semata. Orang akan lupa dengan sendirinya, karena menurut saya itu adalah hal percuma dan tidak berharga. Lain halnya dengan prestasi yang diraih atau diukir oleh seseorang. Orang-orang akan mengingat dan mengenang prestasi yang diukir oleh para pemenang.

Ada sebuah cerita, seorang pelajar atau mahasiswa membuat sebuah prestasi dengan melakukan sebuah percobaan atau penelitian. Seringkali mahasiswa tersebut mengalami kegagalan dalam riset atau percobaannya. Berbagai komentar dan tanggapan muncul dari teman-teman serta dari para dosen.

Ada sebagian teman yang mendukung dan menyarankan mahasiswa tersebut untuk terus melakukan riset dan percobaannya, namun ada sebagian “teman” lainnya yang berkomentar miring terhadap penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah hal yang sia-sia dan buang-buang waktu. Namun, si mahasiswa yang berjiwa pemenang tersebut tetap bersikukuh dan melanjutkan penelitiannya tersebut.

Akhirnya, setelah melakukan beberapa pengkajian ulang dan perbaikan mahasiswa tersebut berhasil menemukan sebuah inovasi baru yang berguna untuk bidang pendidikan dari hasil penelitiannya. Inovasi tersebut diperkenalkan kepada para pejabat kampus hingga mendapat pengakuan serta meraih penghargaan dari pemerintah.

Lucunya, setelah apa yang dilakukan dan dicapai dan diraih oleh “sang pemenang” tersebut, beberapa “pecundang” yang tadinya berkomentar miring datang kepadanya sambil berkata, “Kami meremehkan kamu dulu untuk memotivasi kamu”.

***

Sekian pembahasan saya tentang  pecundang dan pemenang dalam artikel saya pada kesemapatan kali ini, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Amiin. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Monday, December 14, 2015

Pengertian dan Ciri-ciri Orang Antisosial

Apa itu antisosial? Mengapa seseorang bersikap antisosial? Bagaimana cara menilai apakah seseorang anti sosial atau tidak? Baik. Semua pertanyaan itu akan saya coba jawab dan jelaskan berikut ini.

pengertian dan ciri-ciri orang antisosial

Anti sosial adalah sikap atau perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain di sekitarnya. seseorang menarik diri/menutup diri dari pergaulan. Orang yang anti sosial sangat jarang bahkan tidak mau berkomunikasi/interaksi sosial dengan orang lain. Sikap anti-sosial tidak dipengaruhi oleh keturunan atau gen. Sikap anti sosial terjadi karena pengaruh luar dari hidup seseorang.

Sikap anti sosial bisa dimiliki seseorang karena beberapa sebab, diantaranya:
  • Karena merasa tidak percaya diri dengan keadaan/nasibnya yang dia rasa sangat jauh dibawah orang-orang di sekitarnya.
  • Karena pernah melakukan suatu kesalahan di masa lalu yang diingat oleh orang lain, sehingga dia merasa bersalah dan malu.
  • Trauma dengan sebuah hubungan buruk di masa lalu, sehingga tidak mudah percaya dengan orang-orang di sekitarnya.

Kita bisa menilai apakah seseorang anti-sosial atau tidak dengan beberapa ciri berikut:

1. Menolak dan Memilih Pekerjaan Tertentu

Orang yang anti-sosial cenderung menolak berhubungan dengan banyak orang. Namun bukan berarti orang yang anti sosial tidak bekerja, dia memilih bekerja di belakang layar atau memilih pekerjaan yang jarang berhubungan dengan banyak orang. Misalnya: juru masak, pustakawan, penjaga counter, dan sebagainya.

2. Senang Menghindar

Orang yang anti sosial sangat menghindari respon dari orang lain terhadap gerak gerik atau aktivitas yang dilakukannya. Maka dia cenderung memisahkan diri agar tidak menarik perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Orang anti sosial tidak suka berinteraksi, karena mereka menganggap berkomunikasi dengan orang lain hanya buang-buang waktu dan tidak berguna.

3. Menyembunyikan Masalah

Orang yang anti sosial bukan tidak punya masalah, malah lebih parah. Namun dia memilih menyembunyikan masalahnya, serta berusaha untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Dia tidak ingin urusan hidupnya dicampuri oleh orang lain.

4. Pemikir Tentang Pro dan Kontra

Orang yang anti sosial akan memikirkan pro dan kontra ketika akan melakukan sesuatu. Ia akan memikirkan betul-betul  keputusan yang akan diambilnya dan apa akibatnya jika dia mengambil keputusan tersebut. Keputusan yang diambilnya juga pastinya tidak akan melibatkan banyak orang.

5. Menghindari Kontak Mata

Orang yang anti sosial cenderung menghindari kontak mata dan tersenyum dalam waktu lama kepada orang lain, apalagi jika bertemu orang baru. Ia cenderung malas untuk mengawali perbincangan, karena takut akan memicu keingintahuan orang lain tentang hidupnya.

6. Hidup dalam Masa Lalu

Tidak semua orang yang anti sosial dahulunya adalah seorang yang seperti itu, bisa jadi karena seorang tersebut mengalami trauma di masa lalu yang membuat ia ketakutan dan enggan berinteraksi dengan orang lain.

Seorang yang anti sosial yang dialami karena trauma masa lalu, artinya sepanjang hidupnya ia akan hidup bersama masa lalunya.Ia takut mengenal orang baru karena dirasa akan mengingatkan atau akan menimbulkan trauma yang serupa dengan kejadian buruknya di masa lalu.

7. Hidup dengan Hewan Peliharaan

Ketahuilah seorang yang anti sosial juga mempunyai teman. Namun rata-rata dari mereka lebih senang bergaul dengan hewan peliharaan atau boneka-boneka yang mereka ajak bicara ketika sedang ingin berbagi kebahagiaan atau keterpurukan.

Bagi mereka hewan peliharaan atau benda-benda mati tersebut memang tidak akan membantunya menyelesaikan masalah, namun mereka beranggapan bahwa hewan peliharaan atau benda-benda tersebut adalah tempat mencurahkan perasaan tanpa menyusahkan dirinya. Ia bebas bercerita tanpa harus menjawab pertanyaan umpan balik, karena telah kita ketahui bersama bahwa hewan peliharaan atau benda-benda tersebut tidak bisa bicara apa lagi memberikan komentar atau solusi.

8. Tidak Peduli dengan Omongan Orang

Seorang yang anti sosial cenderung tidak memperdulikan apa yang dibicarakan orang lain tentang dirinya. Baginya omongan orang hanya akan melintas kemudian pergi tanpa singgah sebentar saja dalam otak atau hatinya.

Bagi seorang yang anti sosial kebenaran mutlak adaa pada dirinya sendiri, bukan omongan orang lain. Oleh karena itu seorang yang anti sosial tidak mudah percaya dengan orang, jika ia menemukan satu saja seorang yang dipercaya, artinya dia menaruh suatu harapan besar seperti menjadi pendengar curhatnya yang baik, atau tempat meminta bantuan saat mengalami kesulitan dalam hidup.

9. Tidak Dominan

Seorang yang anti sosial tidak ingin menjadi dominan dalam suatu kelompok. Ia tidak akan menunjukan bakat yang ada dalam dirinya sendiri apalagi memamerkan karya yang ia ciptakan kepada orang lain.

Hal itu karena seorang yang anti sosial berfikir bahwa jika ia terlihat atau terkesan dominan, akan mengundang seseorang untuk berinteraksi dengannya, entah itu bertanya, memberi komentar atau sekedar menyemangati. Hal itu sangat mengganggu bagi seorang yang anti sosial.

10. Egois (Hanya Ingin Dimengerti)

Seorang yang anti sosial hanya ingin dimengerti oleh orang lain. hal ini dapat di buktikan oleh beberapa ciri di atas. Simak baik-baik beberapa ciri di atas kemudian Anda dapat menyimpulkan sendiri.

Seperti halnya mereka akan meminta bantuan orang lain saat terdesak, namun saat orang lain mencoba berinteraksipun seorang yang anti sosial akan buru-buru meng “cut” pembicaraan mereka dengan berbagai cara.

Sungguh sikap tersebut adalah cerminan dari sikap egois. Mereka seperti tidak mau merubah sikap, dan seolah-olah menyuruh orang lain memahami keadaan yang ia alami.

11. Tidak Peduli Dikatakan Sombong

Seorang yang anti sosial pasti adalah orang yang asik dan sibuk dengan dunianya sendiri. Ia tidak perduli dengan orang lain, karena ia marasa bisa untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri. Apapun yang ia inginkan akan ia penuhi bagaimanapun caranya. Ketika seseorang merasa sudah dipenuhi oleh hal-hal yang ia inginkan pasti ada perubahan sikap yang mencolok darinya.

Hal itu akan menimbulkan asumsi orang lain terhadap seorang tersebut. ia bisa di katakan sombong, tapi entah karena tidak peka atau pura-pura tidak peka seorang yang anti sosial sama sekali tidak memperdulikan orang yang mengatakan ia sombong.

12. Tidak Peduli Orang Lain Unjuk Gigi

Seorang yang anti sosial selain ia tidak minat untuk pamer apapun yang ia miliki karena ditakutkan akan memicu komentar orang lain dan berujung pada interaksi yang aktif, ia juga tidak perduli ketika orang lain sedang unjuk gigi di depannya. 

Ia akan acuh dengan apa yang orang lain lakukan. Baginya ketika permasalahannya selesai, dan ia mempunyai kebahagiaan yang cukup dalam hidupnya seorang yang anti sosial tidak akan menyempatkan diri untuk peduli dengan orang lain, sekalipun orang lain tersebut sedang pamer atau menunjukkan sesuatu pada dirinya.

13. Mengunci Diri dalam Kamar

Seorang yang anti sosial lebih nyaman tinggal dalam rumah atau kamarnya sendiri. Mengapa? Karena seorang yang anti sosial sebisa mungkin menghadirkan apa yang ia inginkan dan apa yang ia butuhkan dalam rumah atau kamarnya sendiri.

Apalagi jika bukan kerena untuk meminimalisir interaksi atau minta bantuan terhadap orang lain. Saat dalam kamar atau rumahnya sendiri, seorang yang anti sosial merasa bebas melakukan apapun yang ia suka.

Saat mengurung diri di rumah atau di kamar seorang yang anti sosial juga akan terhindar dari komentar atau omongan-omongan miring dari orang lain.

Namun, sepandai-pandainya sorang yang anti sosial menyembunyikan diri, toh suatu saat ia akan keluar dari persembunyannya, dan saat itulah ia kesulitan menata hidupnya.

14. Memiliki Perkumpulan dengan Masalah Sejenis

Seorang yang anti sosial biasanya akan nyaman dengan seorang yang juga anti sosial. Di jepang ada istilah untuk seseorang yang mengalami anti sosial, yaitu Hikikomori. Seorang Hikikomori biasanya akan mengurung diri di rumah dan menarik diri dari pergaulan selama 6 bulan lamanya. Saat itu seorang yang Hikikomori benar-benar tidak melakukan interkasi dengan orang lain.

Di Jepang rata-rata seorang yang Hikikomori adalah berusia 20-29 tahun. Kebanyakan dari mereka adalah seorang laki-laki.Yang membahayakan adalah jika Hikikomori dilakukan oleh pemuda atau pemudi yang masih berusia produktif, ia akan kehilangan masa-masa dimana seharusnya ia memperoleh pengalaman yang banyak dan menakjubkan dalam hidupnya.

15. Bagaimana Hikikomori ?

Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya tanya bagaimana cara seorang Hikikomori tetap hidup. Seorang Hikikomori tetap akan makan, minum, mandi, dan buang air. Semua peralatan untuk itu akan di siapkan sebelumnya dengan sangat lengkap, agar menyamankan seorang Hikikomori menjalani proses penarikan diri dari lingkungannya.

Secara makanan mungkin seorang Hikikomori bisa terpenuhi, secara nutrisipun bisa, tapi entahlah untuk kesehatan mentalnya. Apakah seorang yang seperti “terisolir” itu mampu mendapatkan kesehatan jiwa yang cukup. Karena tanpa berkomunikasi dengan dunia luar seorang benar-benar akan menjadi terbelakang.

16. Fantasi

Seorang yang anti sosial akan berfantasi untuk pindah ke negara lain atau bahkan menciptakan wilayah untuk di jadikan sebuah negara, yang aturannya adalah menjunjung tinggi ketenangan. Seorang anti sosial mengartikan sebuah ketenangan adalah bebas dari interaksi dengan orang lain.

Untuk Anda yang mungkin adalah seorang yang anti sosial, apakah kelak Anda akan melahirkan bayimu sendiri, dan apakah Anda akan menguburkan mayatmu sendiri tanpa bantuan orang lain. Bahkan di indonnesia baru baru ini gemar tentang seorang yang meninggal tanpa didatangi untuk dikuburkan oleh orang lain karena semasa hidupnya tidak pernah bergaul dengan orang lain.

17. Investasi

Seorang yang anti sosial juga memikirkan kemapanan hidupnya. Mungkin sebagian dari mereka melakukan investasi jangka panjang atau bergabung dengan sebuah club MLM. Namun, seorang yang anti sosial hanya akan berkontribusi uang, dan bukan ikut berinteraksi di dalamnya.

Mereka akan menerima hasil saat sudah waktunya, dan mengenai syarat-syarat yang berhubungan dengan interaksi kepada orang lain, mungkin mereka cenderung mewakilkannya kepada orang lain.

Mungkin seorang yang anti sosial bergabung dengan koperasi di daerah tempat ia tinggal. Jika Anda perhatikan mungkin ia akan muncul saat melakukan registrasi dan pembayaran simpanan pokok atau wajibnya saja. Untuk kegiatan yang dilakukan sesama anggota, ia tidak akan muncul.

18. Tidak Banyak Bicara

Seorang anti sosial ketika terjebak dalam interaksi dengan orang lain, mungkin pertama ia akan mengucapkan kalimat yang agak panjang. Kedua kalinya kalimat itu akan di persingkat dan berusaha membuat kata-kata yang tidak menimbulkan pertanyaan yang lain, dan ketiga kalinya ia akan diam dan hanya mengisyaratkan bahasa tubuh.

Biasanya seorang yang anti sosial hanya tersenyum, mengangguk atau mengeluarkan kata “ummh” untuk tahap ketiga tersebut. Bahkan mereka tidak segam mengutarakan kata tidak tahu untuk sesuatu yang sebenarnya ia ketahui, demi meng “cut” interaksinya dengan orang lain.

19. Jarang Menyapa

Seorang yang anti sosial mungkin bisa untuk sekedar menyapa orang lain, tapi dalam benaknya ia ingin sekali dibalas lalu di abaikan begitu saja. Seorang yang anti sosial menyapa orang lain rata-rata dengan berlalu atau berjalan melewatinya tanpa berhenti untuk memberi pertanyaan lebih lanjut.

20. Lelah

Ketika seorang yang anti sosial benar-benar merasa lelah, ia cenderung lebih keras terhadap orang lain. Misalnya ketika ia pulang dari aktivitas yang padat, dan saat itu ada seorang teman atau tetangga yang menghadangnya di pintu masuk rumahnya untuk menanyakan suatu hal atau mengomentari sesuatu tentang orang tersebut, maka seorang yang anti sosial akan berucap cenderung kasar untuk menghentikan penghadangan tersebut.

Jika dalam keadaan normal, menghadapi penghadangan seperti itu cukup dengan pengurangan kata atau jawaban bahasa tubuh yang mngisyaratkan ketidak tertarikan dengan obrolan tersebut. Namun demikian saat dalam keadaan lelah, sorang yang anti sosial tidak segan untuk membentak bahkan memarahi orang yang menghadangnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut dia tidak begitu penting.

Itulah paparan saya tentang pengertian dan beberapa ciri-ciri orang antisosial. Sekian postingan saya pada kesempatan ini, semoga artikel ini berguna bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Saturday, November 28, 2015

Pengaruh Modernisasi dalam Kehidupan Manusia

Apakah Anda pernah menilai gaya hidup Anda? Apakah Anda termasuk orang dengan gaya hidup modern? Bagaimana interaksi sosial Anda dengan orang-orang di sekitar Anda? Bagaimana pula pengaruh gaya hidup Anda terhadap lingkungan Anda?

era modernisasi

Latar Belakang Modernisasi

Modernisasi merupakan gejala sosial yang terjadi akibat adanya berbagai pengaruh yang muncul dalam masyarakat. Modernisasi sangat mempengaruhi nilai-nilai yang sudah tertanam dan melekat dalam kehidupan manusia sehingga mau tidak mau manusia dihadapkan dengan nilai-nilai tersebut, yang pada akhirnya harus menentukan sikap, apakah mau menerima atau menolaknya. Munculnya nilai/norma dari luar yang bersifat asing dan baru itu membuat seorang manusia mengetahui nilai-nilai yang berbeda. Akibatnya manusia mengalami berbagai problematika terhadap nilai tersebut.

modernisasi informasi

Bukan hanya para pakar yang membahas secara ilmiah, tetapi para pemuka agama juga membahasnya secara seksama dengan berbagai sudut pandang. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan jalan keluar atas berbagai masalah kehidupan manusia. Dengan itu modernisasi mencakup proses perubahan yang luas. Bukan hanya kemajuan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, namun yang terpenting adalah sikap dan pemikiran manusia yang akan dijelaskan berikut ini.

Modernisasi di bidang Komunikasi dan Informasi

Teknologi memegang peranan penting di era modernisasi saat ini, dimana teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Teknologi mendorong manusia untuk menciptakan suatu alat yang bekerja secara otomatis untuk membantu, memudahkan serta mempercepat manusia dalam mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan dengan hasil sebaik-baiknya. Dalam hal ini kita bisa mengambil contoh di bidang komunikasi.

modernisasi komunikasi

Komunikasi merupakan cara untuk mengungkapkan serta menyampaikan informasi kepada orang lain. Apa yang kita maksudkan dan kita inginkan dapat diwujudkan melalui komunikasi sepihak atau dua belah pihak yang saling bercerita dan bertutur-sapa. Ini berarti komunikasi menjadi kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia. Komunikasi merupakan sarana yang menciptakan hubungan/interaksi antara dua individu atau lebih yang saling membutuhkan.

Orang tidak perlu bertemu untuk berkomunikasi. Cukup dengan telepon atau ponsel, mereka dapat mengutarakan keperluan dan maksud mereka, serta menginformasikan tentang apa saja yang telah terjadi. Kita bisa mengetahui peristiwa yang terjadi di Indonesia maupun luar negeri tanpa perlu datang ke tempat kejadian. Televisi dengan fasilitas satelit atau internet dapat menayangkannya, sehingga semua orang di seluruh dunia dapat melihat dan menyaksikan peristiwa maupun hal-hal yang menyenangkan.

Sebagai makhluk sosial, setiap orang memiliki kebutuhan untuk berinteraksi serta bergaul dengan orang lain. Dalam membangun hubungan tersebut komunikasi tercipta berdasarkan emosi dan nalar, sehingga manusia dapat ber-interaksi dengan orang lain. Melalui berbagai media, manusia dapat memahami diri sendiri dan orang lain. Fasilitas chatting melalui internet, membuka kesempatan bagi setiap manusia untuk menjalin hubungan dengan siapa pun, tanpa harus bertemu karena cukup lewat layar monitor mereka bisa berkomunikasi layaknya berhadapan atau bertatap muka.

Komunikasi merupakan hal yang sangat menentukan dalam hubungan kerja manusia. Manusia bisa menciptakan hubungan kerja yang harmonis, dan membangun komunikasi yang efektif, apabila manusia yang terlibat dalam hubungan itu memahami kekuatannya dan mempunyai kepercayaan diri serta memiliki kemampuan berkomunikasi. Di sisi lain, manusia harus mempunyai kepekaan dan tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap masalah-masalah dalam hubungan yang bisa terjadi sebagai akibat dan stagnasi serta gangguan komunikasi. Oleh karena itu, untuk mempertahankan hubungan antar manusia yang efektif diperlukan media seperti komputer, buku, majalah, jurnal, serta iklan yang dapat diperoleh melalui koran, televisi, dan internet.

Wanita Karier di Era Modernisasi

Pada era modernisasi seperti ini, semua nilai-nilai lama perlahan-lahan mulai berubah. Jika dulu kaum wanita mendapatkan kesempatan yang kecil untuk terlibat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, sekarang wanita telah ikut serta dalam setiap bidang kehidupan. Khususnya pembangunan di Indonesia saat ini, membuka peluang bagi semua kalangan masyarakat, baik kalangan atas maupun kalangan bawah, pria maupun wanita dapat ikut serta dalam pembangunan. Mitos bahwa wanita hanya menjadi ibu rumah tangga dan mengerjakan pekerjaan di dapur tidak lagi relevan.

wanita karier

Dalam bidang ilmu pengetahuan, kaum pria mulai sadar bahwa wanita pun dapat mengajar dan menjadi pemimpin di berbagai lembaga pendidikan. Wanita-wanita hebat tampil dengan berbagai profesi, seperti guru, pejabat, pengusaha dan juga ahli dalam berbagai disiplin ilmu. Wanita pun dapat meraih prestasi dalam berbagai bidang olahraga.

Kekerasan dalam Kehidupan Sosial

Kita bisa melihat dua perubahan positif karena pengaruh modernisasi. Pertama, adanya kemudahan dalam komunikasi dan informasi dan juga kesetaraan antara pria dan wanita. Selain itu, ada juga aspek negatif yang muncul karena pengaruh modernisasi, yaitu kekerasan.

kekerasan sosial 

Kekerasan berakar pada budaya manusia yang cenderung memandang manusia lainnya dalam kedudukan yang tidak setara, sebagai musuh, sebagai sebuah objek. Kekerasan dapat tampil dalam wujud yang bermacam-macam, seperti kekerasan dalam keluarga, kekerasan seksual, serta kekerasan dalam masyarakat (kekerasan sosial).

Kecenderungan manusia untuk berpikir bahwa manusia lainnya adalah pelayan untuk memuaskan ego sendiri ini telah menjadi akar penyebab timbulnya kekerasan. Kekerasan bisa berupa fisik, mental/psikis, maupun spiritual. Kekerasan fisik dilakukan dengan cara menampar, memukul dengan alat, dan sebagainya. Kekerasan mental/psikis berupa perkataan yang merendahkan, melecehkan, menghina, memfitnah, sehingga membuat seseorang merasa tertekan, stres/depresi. Kekerasan sosial bisa berupa pembatasan gerak dan pergaulan seseorang.

Pengaruh Modernisasi Terhadap Keluarga

Globalisasi, komunikasi, dan informasi yang makin cepat dan canggih tidak hanya menguntungkan, namun juga berdampak negatif sehingga mengancam kehidupan keluarga. Karena itu, perhatian pada keluarga sangat dibutuhkan. Keluarga adalah bagian terkecil serta bagian dasar dari masyarakat, bangsa, dan negara.

keluarga modern

Juga perlu kita sadari bahwa keluarga adalah kelompok yang paling berpengaruh dalam membangun karakter dan menumbuhkan nilai-nilai moral. Keluarga memiliki peran yang sangat vital bagi keberhasilan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Berdasarkan pemahaman ini, perencanaan dan pelaksanaan upaya pemecahan masalah dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting. Masalah tersebut adalah berupa kegagalan, misal gagal dalam studi, pekerjaan, kenakalan remaja, narkoba, perselingkuhan, perceraian dan lain-lain.

Masalah seperti diatas bisa saja terjadi karena peran ganda orangtua. Peran seorang ibu sebagai wanita karier bisa membuat meraka mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri pendamping suami serta seorang ibu yang merawat serta menjaga anaknya. Akibatnya, anak terjerumus dalam dunia narkotika, seks bebas, karena kelalaian orangtua yang mengejar karier dan harta demi keluarga sejahtera dan masa depan anak-anak. Tujuan agar hidup menjadi sejahtera adalah baik, namun hal tersebut bisa menimbulkan keadaan negatif, yaitu semakin tipisnya moral keluarga.

keluarga modern

Televisi, ponsel, dan internet mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi seorang anak. Terutama remaja, alat-alat tersebut bagai seorang sahabat karib yang siap menemani setiap waktu. Tak dapat disangkal, daya tarik dari media-media tersebut mewarnai gaya hidup remaja dan generasi muda dan mempunyai andil yang besar dalam membentuk kepribadian mereka. Tayangan televisi seperti film, iklan, sinetron, telenovela, kebanyakan tidak mengandung informasi yang edukatif, namun mengandung pesan-pesan yang bisa membawa anak kedalam dunia kekerasan, gaya hidup bebas, hedonisme, narkotika, seks bebas, prostitusi, dan sebagainya.

Di mata anak, kekerasan menjadi hal yang biasa. Anak menganggap kekerasan terhadap orang bersalah adalah tindakan yang benar, tidak peduli prosedur hukum yang berlaku. Anak menjadi agresif dan memiliki kecenderungan untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan cara kekerasan terhadap orang lain. Hal ini disebabkan pengaruh media yang sering membawa anak ke pemikiran "seenaknya" sehingga semua perbuatan tidak sesuai dengan norma.

Menyikapi Modernisasi

Keluarga bagi anak merupakan wadah untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mendambakan keakraban dan kehangatan, memupuk rasa percaya diri dalam pergaulan maupun pengambilan keputusan dan tindakan. Peran dan tanggung jawab orangtua untuk menumbuhkan iman pada anak adalah dengan memberi pengajaran agama, dalam rangka menciptakan kerukunan keluarga yang damai, bersuka cita dan sejahtera. Kerukunan dalam keluarga merupakan sumber-sumber kebahagiaan hidup dan nilai hidup yang berharga. Orangtua harus bisa mengajarkan anak untuk patuh terhadap segala aturan yang telah disepakati bersama dalam keluarga. Tujuan disiplin dalam keluarga tidak sekadar agar anak patuh kepada orangtuanya, juga untuk menjadikan aturan itu sebagai alat pengajaran.

pendidikan agama

Sekian postingan saya pada kesempatan ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi Anda para pembaca. Saya ucapkan terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

***

Wednesday, November 18, 2015

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Pernahkah Anda ditanyai oleh seseorang tentang sesuatu hal yang dianggap sepele namun ternyata rumit? Apakah Anda mampu menjawab pertanyaan orang tersebut? Berikut ini adalah sebuah cerita tentang seseorang yang "mencerahkan" pemikiran orang lain. Mari kita simak!

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Alkisah didalam sebuah ruang auditorium di sebuah kampus universitas ternama, sedang berlangsung perkuliahan umum yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan seorang profesor terkemuka. Profesor tersebut bertindak sebagai pe-materi dalam perkuliahan itu.

Profesor tersebut bertanya kepada salah seorang mahasiswa, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada di dunia?”

Mahasiswa itu menjawab “Betul, Tuhan yang menciptakan semuanya.”

“Tuhan menciptakan semuanya??” tanya profesor itu sekali lagi.

“Ya Prof, semuanya..” kata mahasiswa itu.

Profesor itu lalu berkata “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan…”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa membantah kata-kata profesor tersebut. Tiba-tiba ada seorang mahasiswa lain berkata, “Prof, boleh saya bertanya sesuatu..?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor.

Mahasiswa itu lalu bertanya, “Prof, apakah dingin itu ada..?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada..” profesor itu menjawab sinis.

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Mahasiswa itu menyangkal, “Dingin itu tidak ada, Prof. Menurut hukum dalam ilmu fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu 460'F adalah ketiadaan panas sama sekali dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan, “Prof, apakah gelap itu ada..?”


Profesor itu menjawab, “Tentu saja gelap itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Anda salah, Prof. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa dipelajari, Prof, sedangkan gelap tidak. Kita bisa menggunakan Prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna, tapi kita tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya..”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya sekali lagi, “Prof, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang profesor itu menjawab, “Tentu saja!”

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Prof. Kejahatan itu TIDAK ADA. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan, Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tak adanya Tuhan di hati manusia…”

Profesor itu pun terdiam dan tertunduk malu...

***

Baca juga: Apa Keputusan Penting dalam Hidup Anda?

Monday, November 16, 2015

10 Tips Motivasi Membangkitkan Semangat Diri

Kehilangan motivasi untuk melakukan tugas sehari-hari adalah hal yang biasa terjadi pada kebanyakan manusia, terutama jika tugas harian tersebut adalah hal yang Anda lakukan secara berulang-ulang dan membosankan.

Bagaimana Cara Memotivasi dan Menumbuhkan Semangat pada Diri Sendiri?

Sebagai contoh, ketika kita memutuskan akan berolahraga setiap pagi, rasanya seperti perang tarik tambang secara mental. Saat proyek atau tugas kuliah sedang macet atau saat Anda kehilangan kreativitas Anda, Anda harus terus berusaha untuk menumbuhkan disiplin diri. Nah, jika Anda merasa kehilangan motivasi, coba Anda gunakan salah satu dari 10 tips dibawah ini untuk menemukan kembali kreativitas Anda untuk membantu memacu semangat Anda.

1. Membuat Daftar Kegiatan Sehari-hari

Catatlah hal-hal penting yang wajib anda lakukan, seperti "shalat lima waktu" dan "makan dan istirahat tepat waktu". Setelah Anda melihat beberapa hal yang telah Anda lakukan dalam daftar ini, Anda akan merasa termotivasi untuk menyelesaikan semua hal yang harus dilakukan dalam daftar ini.

2. Memasang Alarm Pengingat di Ponsel atau di Komputer

Suara-suara alarm itu akan mengingatkan Anda untuk kembali fokus pada pekerjaan/tugas kuliah Anda saat Anda asyik ber-sosial media atau menonton video-video lucu.

3. Memberi "Rewards" atau Upah untuk Diri Sendiri

Ketika Anda menghadapi tugas yang tidak Anda suka seperti disuruh oleh orang tua Anda untuk membersihkan kamar mandi, Anda bisa mencoba untuk mengupahi diri sendiri saat Anda menyelesaikan tugas tersebut. Biasanya saya mengupahi diri sendiri dengan meminum secangkir kopi dan sepotong kue.

4. Menentukan Batas Waktu Kerja

Tetapkan diri untuk melakukan tugas dalam waktu tertentu, seperti 20 menit. Anda akan menemukan diri tenggelam dalam tugas-tugas Anda dan mampu melanjutkan tugas-tugas yang lainnya dengan penuh semangat.

5. Mencari Seseorang yang Dapat Memotivasi

Mintalah teman atau anggota keluarga untuk membantu Anda tetap termotivasi. Saya akan makan makanan yang lebih sehat dan berolahraga lebih teratur jika ada orang yang memotivasi saya.

6. Membagi Tugas

Ubahlah satu tugas yang besar menjadi beberapa tugas yang lebih kecil. Melakukan satu proyek yang besar jika di bagi-bagi menjadi tugas-tugas kecil yang teratur, akan membantu Anda untuk tetap termotivasi untuk menyelesaikan proyek tersebut.

7. Meluangkan Waktu untuk Mengerjakan Tugas dengan Benar

Seringkali saya tidak ingin memulai mengerjakan sesuatu karena saya berpikir saya tidak akan bisa menyelesaikan tugas tersebut. Luangkan satu sore atau satu hari untuk melakukan satu tugas Anda. Anda akan merasakan kepuasan bila Anda melakukan tugas Anda dengan benar.

8. Membayangkan Hasil dari Kerja Keras Anda

Para atlet menggunakan psikologi olahraga sebagai bagian penting dari latihan mereka. Anda dapat melakukan hal yang sama dengan membayangkan kamar tidur Anda teratur dengan sempurna, menyelesaikan proyek/tugas kuliah dengan baik dan tepat waktu, atau bayangkan sebahagia apa saat Anda menyelesaikan proyek/tugas pertama yang Anda kerjakan.

9. Menganggap Kegagalan Sebagai Gerbang Menuju Kesuksesan

Sangatlah mudah untuk berkecil hati ketika segala sesuatu tidak berjalan dengan baik. Bila Anda mengalami penolakan atau kegagalan, cobalah untuk menemukan sesuatu yang positif dalam situasi tersebut. Apa yang dapat Anda pelajari? Bagaimana Anda bisa memperbaiki diri?

10. Memilih Seorang Pahlawan Motivator

Pilihlah seseorang yang dapat memotivasi Anda mungkin anggota keluarga atau seseorang yang dapat mengatasi rintangan hidup yang luar biasa untuk menjadi sukses. Pikirkan tentang orang itu saat Anda memiliki kesulitan untuk tetap termotivasi.

Hentikan stagnasi dan teruslah maju dalam kehidupan dengan tetap termotivasi. Jika Anda terjebak dalam lubang, jadikanlah itu sebagai polisi tidur, jangan jadikan sebagai tempat istirahat. Selamat berusaha!

Sekian motivasi sederhana untuk membangkitkan semangat Anda, semoga artikel ini bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Wassalam.

***Baca juga: Apa Keputusan Penting dalam Hidup Anda?