Showing posts with label wanita. Show all posts
Showing posts with label wanita. Show all posts

Sunday, September 6, 2015

Malam Pertama Tanpa Darah, JANGAN Langsung Salahkan Istrimu

9Trendingtopic - Malam pertama adalah saat yang paling ditunggu-tunggu pengantin baru. Satu momen penting malam pertama, yakni, momen 'berdarah', soal keperawanan. Namun, jika tidak berdarah, apa betul istri tidak perawan?


Saat ini, banyak masyarakat yang masih memiliki cara pandang bahwa keluarnya darah ketika melakukan hubungan intim di malam pertama menjadikan bukti keperawanan seorang wanita.

Keluar darah maupun tidak dari miss V seorang wanita tidak lagi menjadi bukti otentik akan keperawanannya.

Perdarahan yang keluar ketika hubungan intim pertama kali disebabkan karena robeknya selaput dara (hymen) yang berupa lipatan mukosa tipis dan mengelilingi jalan masuk ke liang vagina.

Tiap wanita memiliki berbagai ragam bentuk yang berbeda, serta memiliki elastisitas yang tidak sama.

Robekan selaput dara ini terkadang baru terjadi setelah beberapa kali melakukan hubungan intim. Perdarahan dapat terjadi karena kurang lancarnya darah yang mengalir pada lapisan selaput dara (hymen).

Biasanya hal ini terjadi karena adanya ketegangan yang tak kunjung cair.

Ketika seseorang dapat bersikap lebih rileks dan merasa nyaman dalam berhubungan intim, darah akan mengalir lebih lancar.

Ada beberapa penyebab wanita yang tidak mengeluarkan darah saat melakukan hubungan intim pertama kali.

Menurut Dokter Prima Progestian, ahli kandungan yang juga seksolog di Brawijaya Women and Children Hospital dan RS Muhammadiyah, hal ini disebabkan berbagai faktor, berikut ini:

Pecahnya Selaput Dara Akibat Kecelakaan & Aktivitas Fisik
Tidak sedikit wanita yang telah robek selaput daranya dikarenakan kecelakaan, misalnya terjatuh ataupun tabrakan yang menyebabkan terjadinya cedera pada selaput dara.

Selain itu, wanita yang gemar bersepeda ataupun berkuda dalam jangka waktu yang lama juga dapat membuat selaput dara pecah karena adanya desakan tempat duduk di sepeda atau kuda.

Selaput Dara Sudah Pecah Karena Masturbasi
Wanita yang di masa lajangnya sering bermasturbasi dapat menyebabkan selaput dara robek.

Nikmatnya sensasi yang dilakukan terkadang membuat diri menjadi berlebihan dalam memasukkan jari tangan maupun benda lain ke dalam vagina sehingga tanpa sadar membuat selaput dara menjadi robek.

Selaput Dara Terlalu Elastis
Beberapa wanita yang memiliki selaput dara elastis, tidak akan pecah dan berdarah ketika dilakukan penetrasi untuk pertama kalinya.

Hal ini dikarenakan selaput daranya yang menjadi melar dan elastis. Wanita ini biasanya akan pecah selaput daranya setelah berhubungan intim beberapa kali.

Selaput Dara Terlalu Tebal
Wanita yang memiliki selaput dara terlalu tebal juga akan sulit mengalami perdarahan ketika berhubungan intim di malam pertama.

Selaput dara yang terlalu tebal tidak memiliki sifat kerapuhan sehingga tidak mudah sobek dan berdarah.

Sama seperti selaput dara yang tipis, tipe wanita wanita berselaput dara terlalu tebal juga akan mengalami perdarahan stelah beberapa kali berhubungan intim.



Sumber : makassar.tribunnews.com

Wanita Harus Tau, Begini Perempuan Dalam Pikiran Laki-Laki


9Trendingtopic - Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.

Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “Tank Top”, noleh ke kiri pemandangan “Pinggul terbuka”, menghindar kekanan ada sajian “Celana ketat plus You Can See”, balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang!” Astaghfirullah… kemana lagi mata ini harus memandang?

Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitu: anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan!

Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “lelaki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya? tapi saya sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Allah Taala telah berfirman:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali yang biasa terlihat. ….” – (QS. An-Nuur : 30-31).

Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya hanya ingin menahan pandangan mata ini.

Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak bisa pertanggung jawabkan nantinya.

Jadi tak salah juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.

Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemadangan yang anda tayangkan?

So, berjilbablah… Karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk dimata.

Jadilah wanita yang menjaga aurat karan itu menjaga pandangan lelaki.

Pesan dari Seorang laki-laki yang berusaha menahan pandangannya:

Jadilah wanita yang menjaga aurat karena itu menjaga pandangan lelaki” karena SALING MENJAGA itu lebih BAIK daripada SALING MENYALAHKAN…

Oleh: Kinanti Setiawan
(Perempuan Dalam Pikiran Laki-Laki)



Sumber : reportaseterkini.com

Saturday, September 5, 2015

TERNYATA, Beberapa Sikap Ini TERMASUK ke Sikap Istri yang Membangkang Terhadap Suami yang Sering TIDAK DISADARI


9Trendingtopic - Inilah Bentuk Sikap Membangkang Terhadap Suami yang Seringkali Tidak Disadari oleh Istri. Simak selengkapnya…

Sahabat Wanita, ridho suami adalah jalan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Karena itu, seharusnya seorang istri senantiasa berusaha melakukan hal yang terbaik bagi suami. Kepatuhan istri kepada seorang suami adalah wajib selama suami tidak memerintahkan hal yang dilarang oleh agama.

Namun pada kenyataannya, tak sedikit istri yang membangkang terhadap suami. Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya. Beberapa hal diantaranya tidak disadari oleh istri sebagai sikap membangkang.

Dan inilah beberapa bentuk sikap membangkang terhadap suami yang seringkali tidak disadari oleh istri:

1.Menolak ‘ajakan’ suami
Saat istri merasa letih, istri merasa berhak untuk menolak ajakan suami untuk berhubungan badan. Padahal hal ini tidak benar. Istri berkewajiban untuk menyegerakan dalam menyambut ajakan suami seperti penjelasan hadits berikut ini:

Rasulullah saw. bersabda, "Allah melaknat istri yang suka berkata, ‘Nanti. nanti' (dalam memenuhi ajakan suaminya)." (Thabrani).

Saat keinginan suami untuk berhubungan badan ditolak, akan terbuka pintu maksiat yang dapat menyeret suami kepada perbuatan zina.

2.Lalai dalam melayani suami
Bentuk kelalaian dalam melayani suami merupakan indikasi sikap membangkang terhadap suami. Contohnya: istri malas memasak, sehingga dari hari ke hari selalu menyajikan menu masakan instan kepada suami. Hal ini menimbulkan berkurangnya nafsu makan dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit dalam jangka waktu yang panjang.

3.Merendahkan suami dan kurang menghargai hasil jerih payah suami
Tanpa disadari, istri terkadang bersikap merendahkan suami dengan ucapannya. Misalnya: membandingkan penghasilan suami dengan tetangga.

4.Terlalu sering mengeluh
Istri yang terlalu sering mengeluh tentu akan membuat suami merasa tidak nyaman. Bentuk sikap mengeluh yang merupakan sikap membangkang pada suami adalah: mengeluh dengan penghasilan suami atau mengeluh setiap kali mengerjaan pekerjaan rumah.

5.Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami
Rahasia suami harus senantiasa ditutupi oleh istri. Sekalipun sedang ada perselisihan, istri tidak diperkenankan untuk menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.

6.Membelanjakan nafkah pada hal yang tidak disukai oleh suami
Belanjakanlah nafkah dari suami pada hal yang dia ridhoi karena hal ini merupakan indikasi istri menghargai suami dan juga segala jerih payahnya dalam mencari nafkah.

Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Namun tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketaatan istri sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami. Sebaliknya, sikap membangkang terhadap suami akan mengikis benih cinta dalam hati suami.

Waallahu a’laam bishowab....




Sumber : ummi-online.com

Friday, August 28, 2015

Jangan Biasakan Meminta Oleh-oleh dari Teman yang Berpergian


9Trendingtopic - Sahabat, sadar ataupun tidak, kita sering meminta "buah tangan" alias oleh-oleh ketika kerabat atau sahabat kita bepergian, begitu juga sebaliknya. "Jangan lupa oleh-olehnya ya..", adalah kalimat yang "lumrah" terdengar kita bila hendak bepergian.

Namun, tahukah Anda bahwa RASULULLAH shallallahu alaihi wasallam melarang seorang muslim untuk meminta-minta dari orang lain, tanpa ada kebutuhan yang mendesak.

Karena perbuatan meminta-minta merupakan perbuatan menghinakan diri kepada makhluk dan menunjukkan adanya kecendrungan kepada dunia dan keinginan untuk memperbanyak harta.

Dan beliau shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa barangsiapa yang melakukan perbuatan meminta-minta yang hina ini, maka dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tidak ada sepotong dagingpun yang melekat di wajahnya. Ini sebagai balasan yang setimpal baginya kareka kurangnya rasa malu dia untuk meminta-minta kepada sesama makhluk.
“Terus-menerus seseorang itu suka meminta-minta kepada orang lain hingga pada hari kiamat dia datang dalam keadaan di wajahnya tidak ada sepotong dagingpun,” (HR. Al-Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1725).

“Sesungguhnya harta ini adalah lezat dan manis. Maka siapa yang menerimanya dengan hati yang baik, niscaya ia akan mendapat berkahnya. Namun, siapa yang menerimanya dengan nafsu serakah, maka dia tidak akan mendapat berkahnya, dia bagaikan orang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang. Dan tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,” (HR. Al-Bukhari no. 1472 dan Muslim no. 1717).

Ringankanlah orang yang menjalani Safar karena safar adalah potongan dari azab.

Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi Saw bersabda,
”Berpergian (safar) itu adalah sebagian dari siksa. Ia menghalangi seseorang dari makan, minum dan tidurnya. Maka apabila seseorang telah selesai dari urusannya hendaklah ia segera pulang ke keluarganya,” (HR Bukhari dan Muslim).

“Dikatakan bagian dari azab, karena safar akan meninggalkan segala yang dicintai,” (Fathul Bari, Ibnu Hajar).

Bisa jadi yang dimaksud dicintai ini adalah keluarga yang ia cintai, rumah yang nyaman, ibadah yang teratur, dan lain-lain.

Sedang setiap perjalanan tidak ada jaminan akan bisa kembali, lalu mengapa kita bebani dengan titipan dan amanah yang membebani.

Sekadar tips buat yang bersafar, untuk menjaga saudara kita dari meminta, jika berkelebihan rezeki akan lebih indah jika kita memberi sedikit oleh-oleh karena tangan di atas lebih mulia.

Dan tips untuk yang menerima oleh-oleh bersyukurlah atas setiap bentuk rezeki yang didapat karena dengan bersyukur kita akan semakin mendapat nikmat yang banyak.

Semoga bermanfaat...



Sumber : Ernydar Irfan, Islampos.com (dengan sedikit tambahan)

Tuesday, August 25, 2015

Jangan Sembelih Hewan Saat Istri Sedang Hamil, MITOS??


9Trendingtopic - Karena ada kekhawatiran kelak anaknya memiliki perangai yang tidak baik. Selain itu lahir bisa dalam keadaan tidak sempurna, Naudzu billahi min dzalik.

Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar larangan "Jangan Menyembelih Hewan Saat Istri Sedang Hamil". Bahkan saat istri tengah hamil ada yang melarang menyakiti hingga membunuh hewan. Sebab ada kekhawatiran kelak anaknya memiliki perangai yang tidak baik.

Selain itu lahir bisa dalam keadaan tidak sempurna, Naudzu billahi min dzalik. Lantas bagaimana penjelasan mengenai hal tersebut dalam syariat Islam. Terlebih jika menyembelih hewan yang boleh untuk dimakan, seperti sapi, ayam, dan kambing?

Mari kita simak percakapan berikut ini...

Pertanyaan

Assalamu'alaikum. Maaf to the point aja ya ustadz. 1) Bagaimana hukum memelihara burung? 2)Saat ini sy memelihara burung kicauan dan setiap hari saya memberinya makan jangkrik dengan cara saya potong dulu kepalanya dengan maksud agar si jangkriknya cepat mati setelah itu saya preteli kakinya dengan maksud agar tidak membahayakan tenggorokan si burung tanpa da niat menyiksa si jangkrik, Apa hukumnya pemberian pakan dengan cara seperti itu ustadz?

3)Saat ini alhamdulillah istri saya sedang hamil. Di daerah saya ada mitos kalau istri lagi hamil tidak boleh menyiksa atau membunuh hewan karena nanti anaknya kalau lahir bisa cacat. Naudzu billahi min dzalik. Dalam syariat Islam gmn ustadz tentang perihal tersebut..? Mohon saran nya ustadz dan sebelumnya saya haturkan trima kasih.

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah. Setidaknya ada tiga pertanyaan yang diajukan kepada kami. Ada tiga pertanyaan yang diajukan kepada kami. Dan hemat kami pertanyan yang kedua dan pertama sudah sangat jelas jawabannya.

Mengenai jangkrik yang akan diberikan sebagai makanan burung, dalam pandangan kami sepanjang tidak menyiksanya maka tidak ada persoalan. Sedang tentang memelihara burung adalah diperbolehkan sepanjang pemiliknya memperlakukan burung piarannya dengan baik dan penuh kasih sayang.  

Al-Qaffal salah seorang pengikut madzhab syafii pernah ditanya mengenai memelihara burung di dalam sangkar untuk didengarkan suaranya atau selainnya. Beliau pun menjawab bahwa hal itu diperbolehkan sepanjang si pemilik memenuhi apa yang dibutuhkan burung sebagaimana hewan ternak yang diikat.

سُئِلَ الْقَفَّالُ عَنْ حَبْسِ الطُّيُورِ فِي أَقْفَاصٍ لِسَمَاعِ أَصْوَاتِهَا أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ ، فَأَجَابَ بِالْجَوَازِ إذَا تَعَهَّدَهَا صَاحِبُهَا بِمَا يَحْتَاجُ إلَيْهِ كَالْبَهِيمَةِ تُرْبَطُ

“Al-Qaffal pernah ditanya mengenai mengurung (memelihara) burung di dalam sangkar untuk didengarkan suaranya dan selainnya. Kemudian beliau menjawab kebolehannya sepanjang pemiliknya memperhatikan apa yang dibutuhkan sebagaiman hewan ternak yang diikat”.  

Selanjutnya adalah pertanyaan yang ketiga tentang anggapan bahwa jika istri sedang hamil maka suami dilarang menyiksa atau membunuh binatang. Memang di sebagian masyarakat ada anggapan seperti itu. Hal ini karena ada kekhawatiran kelak anaknya memiliki perangai yang tidak baik. Hemat kami, pantangan ini harus dipahami secara secara cermat dan hati-hati. 

Membunuh bintang tanpa alasan syar’i tidaklah dibenarkan, apalagi menyiksanya. Memang ada beberapa bintang yang boleh dibunuh, seperti ular dan anjing gila karena termasuk binatang yang membahayakan.

Lantas bagaimana jika menyembelih hewan yang boleh untuk dimakan, seperti sapi, ayam, dan kambing? Menyembelih hewan yang boleh dimakan itu diperbolehkan apabila memang untuk dikonsumsi. Dalam kitab ‘Aun al-Ma’bud Syarhu Sunani Abi Dawud ditegaskan bawa Rasulullah saw melarang menyembelih hewan kecuali untuk tujuan dikonsumi.

وَقَدْ نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَبْحِ الْحَيَوَانِ إِلَّا لِمَأْكَلِهِ

“Sungguh, Rasulullah saw telah melarang menyembeli hewan kecuali untuk dikonsumsi,” (Muhamad Samsul Haqq al-Azhim Abadi Abu Thayyib, Aun al-Ma’bud Syarhu Sunani Abi Dawud, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415 H, juz, 10, h. 252)

Berangkat dari penjelasan ini, maka dalam pandangan kami bahwa dalam ajaran Islam terdapat pantangan (larangan) membunuh atau menyembelih binatang tanpa adanya alasan yang dibenarkan seperti dijelaskan di atas. Adapun dalam kondisi ketika istri sedang hamil, tidak ada pantangan bagi suaminya untuk menyembelih hewan yang boleh dimakan apabila memang untuk keperluan dikonsumsi.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban singkat kami ini bisa dipahami dengan baik. Saran kami, bersikaplah arif dan jangan terburu-buru menghukumi sesat terhadap keyakinan suatu masyarakat yang kita anggap berbeda dengan keyakinan kita. Toh jika memang keyakinan mereka itu tidak benar, maka luruskan dengan cara-cara yang baik dan bijak. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.   

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb



(Mahbub Ma’afi Ramdlan)


Sumber  :  dream.co.id dan nu.or.id

Menyusui TERNYATA Mengurangi Resiko Kanker Payudara dan Rahim


9Trendingtopic - Islam sangat fokus dalam hal-hal yang berkenaan dengan kesehatan ibu, anak, dan juga hak-hak ibu dan anak. Sehingga bagi ibu yang menolak menyusui anaknya padahal ia mampu, mendapat ancaman di dunia maupun akhirat yang begitu mengerikan.

“Kemudian Malaikat itu mengajakku melanjutkan perjalanan, tiba-tiba aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat itu menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)”. (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya 7491, Ibnu Khuzaimah 1986, dan Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Al-Jami’ush Shahih menyatakan: “Ini hadits shahih dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu.” Hadis ini juga dinilai shahih oleh Imam Al-Albani).

Di saat banyaknya wanita yang tidak mau menyusui anaknya karena takut bentuk tubuhnya memburuk, atau kekhawatiran lainnya, Islam justru menyuruh para ibu untuk menyusui anaknya, dan rupanya terkandung hikmah yang sangat besar di balik perintah menyusui ini.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (Al-Baqarah: 233).

Rupanya, menyusui anak memiliki manfaat mencegah kanker payudara dan juga rahim. Subhanallah!

Penelitian ilmiah menyebutkan bahwa wanita yang komitmen dengan masa menyusui yang telah ditetapkan Al-Qur’an akan terhindar dari pengaruh hormon estrogen yang berbahaya. Ini mengingat, kanker payudara terjadi disebabkan menumpuknya estrogen pada tubuh, sehingga memicu pembengkakan pada payudara dan pembusukan rahim. Dan menyusui merupakan sebuah proses hormonal yang terjadi salah satunya yaitu menekan kadar hormon estrogen.

Jelas bahwa menyusui bukan hanya baik untuk kesehatan dan kecerdasan bayi tapi juga kesehatan si ibu.

“Menyusui bukan hanya baik untuk bayi tapi juga si ibu,” kata ketua peneliti Dr. Alison M. Stuebe dari Universitas North Carolina, Chapel Hill, Amerika Serikat (AS). 

Kesimpulan studi ini diperoleh dari penelitian terhadap 60.075 perawat yang baru melahirkan dan berpartisipasi dalam studi Nurse’s Health Study yang berlangsung antara tahun 1997 dan 2005.

Pada akhir Juni 2005 diketahui ada 608 wanita (sekitar satu persen) yang menderita kanker payudara di usia sekitar 46 tahun. Selain itu para peneliti juga melaporkan, wanita yang keluarga dekatnya menderita kanker payudara, risikonya berkurang hingga 59 persen bila mereka menyusui bayinya.

Berdasarkan penelitian, bila seorang wanita tidak menyusui, jaringan di payudaranya akan kembali seperti pada saat sebelum hamil dan hal ini bisa menyebabkan terjadinya peradangan. Peradangan yang berlangsung sangat progresif diketahui berkaitan dengan kanker payudara.

“Hipotesa kami, wanita yang menyusui atau mengonsumsi obat penekan produksi ASI akan mencegah terjadinya peradangan,” tulis sebuah laporan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Archieves of Internal Medicine (Kompas, 11/08/2009).

Secara general, menyusui sangat berguna bagi kesehatan. Di antaranya, dapat mengurangi perdarahan setelah persalinan, mempercepat pengecilan rahim, menunda masa subur, mengurangi anemia, mencegah kanker ovarium dan kanker payudara, serta menjaga ibu agar tetap langsing.

Sebuah laporan penelitian dalam Jurnal Obstetri dan Ginekologi yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Center for Research on Health Care, University of Pittsburgh, melaporkan bahwa perempuan yang menyusui lebih dari 12 bulan bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 10 persen.

Penelitian ini melibatkan 140.000 perempuan menopause dengan rata-rata usia 63 tahun. Perempuan tersebut memberikan informasi mengenai pola makan dan sejarah menyusui, data BMI (body mass index/indeks massa tubuh) serta riwayat medis. Selama penelitian partisipan dikirimkan laporan medisnya dan waktu rata-rata penelitian ini adalah 8 tahun.

Semoga informasi ini bermanfaat....


Sumber  :  ummi-online.com